Boss Talks

Vivi Ang

Tahu Towang

“Tahu yang dibuat tanpa pengawet saja bisa tahan lama, jadi kenapa kita harus menggunakan pengawet dan bahan kimia berbahaya?” Hal ini diungkapkan oleh Vivi Ang, pemilik usaha dari tahu organik Towang pada acara Organic, Green and Healthy Expo di Bentara Budaya beberapa waktu yang lalu. Seperti yang kita tahu bahwa selain tempe, tahu menjadi makanan yang paling umum dikonsumsi di Indonesia. Rasanya yang enak serta harga yang murah membuat tahu menjadi makanan yang mudah dijangkau semua kalangan.

Namun, dengan alasan untuk memperpanjang masa simpan, kebanyakan industri tahu yang ada di Indonesia menambahkan pengawet. Bahan pengawet yang ditambahkan tidak terbatas pada pengawet yang diizinkan, tetapi banyak pengusaha yang nakal dengan menambahkan formalin. Selain itu, banyak juga menambahkan pewarna methanyl yellow. Formalin dan metahnyl yellow merupakan bahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang penggunaannya dalam makanan menurut peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999. Padahal tubuh manusia punya keterbatasan untuk menerima kandungan zat kimia yang terkandung dalam makanan yang bisa berakibat fatal bagi kesehatan.

“Kunci untuk membuat makanan yang sehat adalah kualitas bahan baku dan proses pengolahannya yang higienis.” Dalam wawancara ini Vivi Ang juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap tahu yang dijual di pasaran yang menurutnya tidak sehat. Pasalnya, tak sedikit produsen yang memproduksi produknya tanpa mempedulikan proses secara higienis.

Hal inilah yang akhirnya membuat Vivi Ang memutuskan untuk memulai usaha dibidang pembuatan tahu organik. “Mertua sudah memulai usaha ini sejak 1991. Kalau saya sendiri baru mulai tahun 2006, awalnya membuat tahu hanya untuk konsumsi sendiri dan orang terdekat saja. Namun karena banyaknya respon positif, pada tahun 2006 kita mulai membuat tahu untuk dijual kepada masyarakat umum.” Jelasnya.

Towang, menurut Vivi Ang diambil dari dua kata, To dan Wang. “To artinya bean (kacang/mengacu pada kacang kedelai), sedangkan wang adalah king atau raja. Jadi rajanya kacang kedelai.”

Bagi Vivi Ang, kualitas dan kebersihan merupakan prioritas utama.  Tahu Organik berbeda dari tahu tradisional, karena bahan yang digunakan untuk pembuatannya adalah bahan organik. Manfaat yang diperoleh dengan mengkonsumsi tahu organik juga kian tinggi, karena tidak terdapatnya unsur bahan kimia berbahaya. Mulai dari bahan baku kacang kedelai yang organik yang tidak menggunakan pestisida dan pengental hingga air dalam kemasan benar-benar berkualitas. “Air untuk produksi menggunakan air khusus berteknologi Reverse Osmosis (RO),” jelas Ibu tiga orang anak tersebut. Tahu Towang juga telah mendapat izin dari BPOM RI, izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), serta pengakuan dari SUCOFINDO terkait kualitas produknya. Selain itu dengan menggunakan sistem pengemasan berteknologi Double Packing, Towang Tahu membuat produk tahu organik tersebut semakin terjamin kesehatannya.

Dalam Kesempatan ini Vivi Ang juga menjelaskan mengenai komposisi dan proses pembuatan tahu Towang.  “Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan tahu Towang terdiri dari kedelai, air dan asam cuka. Kedelai organik merupakan bahan utama pembuatannya. Sedangkan mengenai air, kita menggunakan air reverse osmosis yang berasal dari air penyulingan. Air menjadi hal yang harus dijaga kebersihannya karena semua tahapan pembuatan tahu membutuhkan air dari proses perendaman, pencucian, pengilingan, pemasakan, maupun perendaman ketika sudah jadi. Bahan lain yang digunakan adalah asam cuka. Asam cuka berfungsi untuk mengendapkan atau memisahkan air dengan konsentrat. Asam cuka mengandung cuka serta garam sehingga memiliki sifat yang asam. “ Ungkapnya.

Saat ini produk Towang dipasarkan dengan dengan konsep based on order untuk menjamin kualitas produknya, yang diantar langsung ke alamat pemesannya. Tahu Towang juga mencantumkan tanggal kadaluarsa pada kemasannya. Produk tahu Towang tbisa dibeli di beberapa supermarket, seperti Giant, Ranch Market, Total Buah Segar, All Fresh, Jakarta Fruit Market, Pasar modern BSD dan lain-lain. “Towang juga ada di beberapa toko bahan makanan organik seperti, Bundamedik Healthcare System, Organic Store, Green Shop Organic, Green and Healthy, Organic Club Tebet dan Green Fresh BSD,” tambah Vivi Ang.

“Konsumen sendiri semakin lama semakin cerdas. Kini mereka bisa membandingkan dan telah mengerti kualitas dari makanan yang akan mereka makan karena mereka makin peduli dengan kesehatan.” Kata Vivi Ang mengakhiri pertemuan.