Sebagai sendi terbesar di tubuh manusia, sendi lutut memainkan peran besar dalam setiap aktivitas  sehari-hari. Sendi lutut membuat kita dapat nyaman berjalan, berlari, jongkok, atau naik turun tangga. Kerusakan pada sendi lutut berarti bencana. Banyak faktor yang membuat sendi lutut meradang, rusak dan pada akhirnya tidak dapat digunakan sama sekali.

Kelebihan berat badan atau obesitas adalah salah satu penyebab kerusakan sendi lutut. Lutut setiap hari harus menanggung berat badan tubuh dan jika berat badan kita berlebihan maka akan menimbulkan tekanan pada sendi lutut. Tekanan akan makin besar saat kita melakukan aktivitas sederhana seperti jalan kaki, naik dan turun tangga. Dari beberapa literatur medis dikatakan bahwa obesitas akan mempercepat terjadinya osteoartritis, karena mempercepat kerusakan kartilago (bantalan sendi).

Selain obesitas, berkurangnya kekuatan otot juga berperan penting dalam terjadinya cidera lutut. Otot-otot yang lemah di sekitar sendi tidak mampu menopang beban sendi, dikarenakan tidak memiliki kemampuan dalam menyerap beban tubuh yang selanjutnya mengakibatkan stress pada persendian termasuk sendi lutut.

Lantas bagaimana cara kita menjaga kesehatan sendi lutut? Ini adalah langkah sederhana menjaga kesehatan sendi lutut, atau setidaknya membantu meringankan beban dan kerja sendi lutut:
Gunakan sepatu yang tepat

Jangan remehkan sepatu yang kita pakai sehari-hari. Dari sepatulah tumpuan beban tubuh kita tersebar merata dan postur tubuh kita bisa tegak. Yang menentukan sepatu itu tepat atau bukan tidak hanya dari tingginya hak sepatu, karena bisa saja sepatu datar pun dapat membuat nyeri sendi. Sepatu yang tepat adalah selain nyaman juga harus yang bentuknya sesuai dengan kaki kita, untuk setiap lengkungan dan sudut-sudutnya harus pas. Sepatu yang nyaman bagi satu orang belum tentu nyaman bagi kita karena bentuk kaki yang berbeda. Pilihlah sepatu yang nyaman dan tidak mebmuat kita nyeri saat bergerak bahkan berlari.

Rutin berolahraga

Sendi lutut jika dibiarkan terlalu lama menganggur, akan rusak. Sendi itu ibaratkan engsel pintu. Pintu yang dibiarkan tertutup cukup lama, engselnya akan berkarat, aus dan rusak. Maka lalukan olahraga yang menyertakan gerakan pada sendi untuk menjaga sensi lutut tetap sehat. Gerakan-gerakan  berulang yang dilakukan pada sendi lutut dapat  memperkuat otot-otot di sekitarnya. Dan, seperti pelumas pada kendaraan, sendi juga memiliki pelumas yang dikenal dengan cairan synovial. Gerakan pada lutut akan menyebabkan cairan sinovial melumuri seluruh permukaan sendi.

Meski olahraga penting, hindari olah raga yang berdampak benturan kuat pada sendi, terutama pada mereka yang pernah memiliki riwayat cedera sendi atau osteoartritis, seperti olah raga lari, melompat, mengangkat beban yang berat. Olah raga yang disarankan adalah renang, jalan kaki, aerobik dalam air, atau bersepeda untuk mencegah dan mengurangi nyeri sendi.

Jika perlu konsumsi suplemen

Tulang rawan sendi atau kartilago, yang merupakan bantalan sendi sehingga antara tulang paha atas dan bawah tidak saling berbenturan, adalah penyebab utama kerusakan dan peradangan sendi. Ketika tulang rawan ini menipis, maka timbul rasa nyeriyang hebat. Sampai saat ini tidak ada pengganti jika tulang rawan ini aus. Maka salah satu jalan adalh mengonsumsi suplemen untuk kesehatan tulang rawan sendi, misalnya kolagen, glukosamin dan kondroitin.