AlergenDi dalam rumah, paling tidak terdapat 2 sumber alergen yang utama, yakni tungau debu rumah (TDR/house dust mites) dan dari binatang peliharaan, misalnya bulu atau serpihan kulit hewan.

Alergi pada dasarnya merupakan reaksi kekebalan yang menyimpang/berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala
yang merugikan tubuh. Reaksi yang menyimpang tersebut terkait dengan meningkatnya kadar imunoglobulin E (IgE) yang
bertanggung jawab terhadap sistem imun.

Agar alergi menjauh, salah satu yang dapat dilakukan adalah mengontrol lingkungan sehingga tidak membahayakan. Misalnya menghindari TDR yang banyak ditemukan di karpet, kasur kapuk, bahan beludru di sofa atau gordin, ventilasi, baik di rumah atau  kamar, tidak merokok atau menjauhi perokok, menghindari  makanan yang sering  menyebabkan alergi, misalnya susu, telur, makanan laut, cokelat, serta menghindari kecoa dan serpihan kulit binatang peliharaan.

Pemicu alergi (alergen) terdapat di mana-mana. Bahkan di rumah sudah bersih, bukan berarti bebas alergi.

Gejala alergi dapat berupa gatal-gatal, bersin-bersin, sesak napas dan lain-lain. Jenis alergi banyak macamnya. Terdapat dua penyakit alergi yang sering dijumpai, yaitu penyakit alergi yang terkait dengan pernapasan, misalnya asma dan rinitis alergi (bersin dan pilek berulang terutama pada pagi hari) dan penyakit alergi yang terkait dengan kulit seperti urtikaria (gidu-biduran/kaligata), dermatitis atopik (eksim).

Orangtua tidak akan menurunkan alergi secara langung pada anaknya, tapi mewariskan tendensi (bakat) alergi atau hipersensitif. Dunia kedokteran menyebut istilah itu sebagai atopik. Sekali berkembang kemungkinan sensitivitas terhadap alergen, maka saat itu pula terjadi respons alergi saat terpapar dengan alergen.

Kata kunci untuk mengelola alergi adalah sadapat mungkin menghindari alergen. Selain itu, alergi juga harus dikontrol, yakni dengan pengobatan. Kontrol alergi lainnya bisa berupa meminimalkan atau bahkan membebaskan rumah dari alergen. Bagaimana caranya?
Berikut caranya:

01. TDR
Salah satu pencetus asma adalah TDR. Ukurannya sangat kecil, seujung jarum. Hal yang membahayakan bukan tubuhnya, tetapi kotorannya. Makanan TDR adalah kulit manusia, yang setiap hari rontok seberat 0.5 gram.

Tak heran bila TDR sangat menyukai tempat tidur, apalagi yang berbahan kapuk, dan karpet. Jika kotoran TDR terhisap, menyebabkan bersin-bersin dan bagi orang yang alergi atau punya bakat asma, jadi batuk dan bersin terutama malam hari.

Mungkin rumah akan sangat sulit terbebas dari TDR, namun beberapa jurus berikut dapat menggerus jumlah tungau:

  • Selalu gunakan sprei bebas tungai di setiap tempat tidur
  • Rutinlah mengganti sprei. Bila dibersihkan, cuci dengan air panas (di atas 55°C) 
  • Jemur kasur, bantal, karpet, permadani, atau sofa paling tidak sejam setiap minggu
  • Jika memungkinkan, hindari memasang lukisan yang berbahan dasar beludru
  • Bersihkan lantai non karpet dengan alat pembersih elektrostatik, dan jangan gunakan vacuum cleaner.
  • Selain di jemur, bersihkan pulakarpet dengan setiap minggu
  • dengan vacuum cleaner yang memiliki filter. Membersihkan karpet dengan vacuum membuat jumlah TDR di udara meningkat dalam waktu 20 menit. Bila Anda menyandang alergi, mintalah orang lain yang membersihkan karpet dan Anda berada di luar ruangan paling tidak selama 20 menit. 
  • Bersihkan permukaan meja dengan uap atau pembersih elektrostatik 2-3 kali seminggu
  • Pindahkan semua mainan (boneka) yang berbulu dari tempat tidur anak atau bila tidak dipindahkan, cuci seminggu sekali dengan air panas. Meletakkan mainan berbulu tersebut di tempat yang dingin semalam suntuk membuat TDR mati, tapi tidak dengan kotorannya.
  • Jika memungkinkan, ganti sofa atau furnitur lain yang berbahan beludru dengan yang berbahan vinyl atau kulit.
  • Pastikan ventilasi dalam kondisi baik untuk menjamin pergantian udara.

02 Hewan Peliharaan
Untuk mengatasi alergen dari hewan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Jika Anda atau anak alergi terhadap binatang, solusi paling efektif adalah tidak memiliki hewan peliharaan.
  • Bila telah memiliki dan berat kehilangan hewan kesayangan tersebut, maka usahakan agar binatang tersebut selalu berada di luar rumah.
  • Mandikan anjing atau kucing peliharaan Anda 1-2 kali seminggu, walaupun hal itu belum tentu mengurangi jumlah alergen yang dipaparkan hewan itu.
  • Bila Anda memeliharan kelinci, mintalah orang lain yang tidak alergi untuk membersihkan kandangnya.