budget calculationBila ingin hidup bahagia, tidak cukup hanya tubuh yang perlu dijaga kesehatannya. Tapi kondisi finansial juga perlu diperhatikan kesehatannya. Bila pengeluaran lebih besar daripada pendapatan yang dihasilkan dalam sebulan, ini artinya kondisi finansial Anda tidak sehat. Apalagi kalau ternyata masih ada utang yang harus dibayarkan, seperti kredit rumah atau kendaraan. dengan jujur mencatat jumlah pengeluaran dan pendapatan setiap bulan kemudian akan diketahui arus kas Anda positif atau negatif. Cek finansial untuk mengetahu kondisi keuangan harus dilakukan dengan rinci, termasuk jumlah aset yang dimiliki. Kurang lebih seperti menghitung keuangan sebuah perusahaan.

Bila sudah melakukan cek finansial dan diketahui hasilnya ternyata keuangan Anda tidak sehat, maka bisa segera diambil tindakan sebelum kondisi keuangan Anda bertambah parah. Ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan ini.

Rencana Pengeluaran 

Rencana pengeluaran bulanan terdiri dari pehitungan penghasilan dan pengeluaran tiap bulan. Rencana ini bisa menjadi alat penting dalam keuangan Anda karena dapat menjadi panduan dalam menentukan jumlah pengeluaran, tabungan, mengerem pengeluaran yang tidak perlu dan pengeluaran untuk kebutuhan darurat.

Pengeluaran apa saja subjektif pada setiap pribadi, sebagian orang mungkin harus membayar kredit rumah, pendidikan anak dan asuransi. Sebagian lain bisa saja harus membayar pelunasan utang pribadi atau biaya rekreasi bersama keluarga. Kondisi finansial yang sehat akan memungkinkan Anda untuk menyisihkan sebagian dana untuk ditabung dan jenis investasi lain. Namun bila keadaan tidak memungkinkan, ada dua pilihan yang bisa diambil, mengurangi pengeluaran atau mencari pekerjaan tambahan diluar pekerjaan sehari-hari.

Pendapatan vs Gaya Hidup

Saat Anda mendapat promosi jabatan dan gaji, kadang-kadang gaya hidup juga akan berubah. Begitu pula ketika situasi personal berubah, misalnya kelahiran buah hati juga akan menuntut beberapa perubahan. Kedua hal ini wajar saja. Yang tidak wajar adalah saat Anda memaksa gaya hidup tertentu yang sebenarnya tidak sanggup dibayarkan oleh jumlah penghasilan Anda. Misalkan, teman Anda baru saja membeli gadget tipe terbaru yang harganya bisa menguras isi dompet Anda. Lalu timbul keinginan untuk memiliki gadget yang tidak kalah hebat dari milik teman, Anda kemudian memaksakan diri menggunakan kartu kredit. Akibatnya di akhir bulan tagihan utang kartu kredit membengkak. Dalam jangka panjang akan merusak kondisi finansial. Semakin besar pengeluaran berarti semakin kecil dana yang bisa ditabung untuk masa depan dan masa tua Anda.

Tabungan dan Dana Darurat

Pentingnya menabung rasanya sudah kita ketahui sejak masih anak-anak. Tapi tidak sedikit dari kita setelah dewasa sulit sekali menyisihkan uang untuk ditabung. Alasannya beragam tapi intinya, karena jumlah pengeluaran lebih besar dari penghasilan sehingga tidak tersisa untuk ditabung. Keadaan ini bisa disiasati dengan mengurangi pengeluaran, biasakan hanya membeli sesuatu yang dibutuhkan, bukan yang Anda inginkan.

Sedangkan dana darurat berfungsi sebagai dana cadangan ketika terjadi keadaan yang darurat. Misalnya, ketika Anda atau anggota keluarga jatuh sakit atau kendaraan Anda tiba-tiba rusak dan memerlukan kunjungan ke bengkel. Dana darurat sangat bermanfaat ketika pemasukan Anda mendadak berhenti, seperti saat terjadi PHK dan Anda kehilangan mata pencaharian. Idealnya, jumlah dana darurat akan mencukupi kebutuhan harian Anda selama 6 bulan. Sebaiknya menyisihkan dana untuk keadaan darurat ini tidak berhenti ketika sudah mencapai jumlah yang diinginkan. Melainkan menjadi sebuah kebiasaan layaknya tabungan.

Bila kebiasaan dan perilaku sehat dalam mengatur keuangan ini bisa dilakukan, kondisi kesehatan keuangan Anda akan terus membaik. Bukan tidak mungkin cita-cita finansial Anda akan tercapai. Mungkin terasa sulit pada awalnya karena harus menekan pengeluaran, tapi asilnya pasti akan menguntungkan Anda.