+62 812-1854-1254 info@healthytimes.co.id

Penderita hipertensi, sebaiknya memiliki alat tensimeter sendiri sehingga dapat memantau tekanan darah setiap saat. Saat kita mengukur tekanan darah, ada dua jenis tekanan darah yang diukur, yakni saat jantung memompa darah atau dalam kondisi kontraksi, disebut tekanan darah sistolik. Yang kedua, saat jantung relaksasi disebut tekanan darah diastolik, yakni saat jantung menerima darah kembali.

Hipertensi adalah suatu kondisi jika tekanan darah sistolik lebih 140 mmHg dan diastolik di atas 80 mmHg. Tekanan darah yang optimal adalah kurang dari 120 mmHg. Di Indonesia, angka penderita hipertensi lebih dari 25% dengan total kematian 3%. Tetapi kenyataan yang sebenarnya pasti lebih tinggi. Hiprtensi perlu menjadi perhatian semua kalangan, tidak hanya dokter, karena memiliki kaitan erat dengan penyakit kardiovaskular dan gangguan pada hampir semua organ. Penelitian menunjukkan untuk setiap kenaikan 2 mmHg dapat meningkatkan risiko penyakit jantung 7% dan kematian akibat stroke 10%.

Satu-satunya cara mencegah komplikasi begitu seseorang dinyatakan menderita hipertensi adalah dengan mengendalikan tekanan darah. Pengendalian tekanan darah dapat dilakukan dengan pemantauan tekanan darah secara ambulatori atau ambulatory blood pressure monitoring (ABPM) selama 24 jam. Pemantauan tekanan darah ambulatori adalah tes dimana tekanan darah dan detak jantung diambil pada interval waktu tetap selama 24 jam ketika pasien melakukan aktivitas harian.

ABPM biasanya berguna untuk pasien dengan tekanan darah tinggi karena itu membantu dokter menentukan apakah obat tekanan darah efektif. Juga digunakan untuk memantau hipertensi garis batas, hipertensi usia muda dan kontrol tekanan darah yang buruk. Pemantauan 24 jam ini memungkinkan dokter untuk mempelajari variasi tekanan darah sepanjang hari.

Tetapi, jika tidak dapat dilakukan, maka pasien perlu ditekankan pentingnya mengukur tekanan darah di rumah. Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengukur tekanan darah mandiri:

  1. Tekanan darah berfluktuasi

Tekanan darah berfluktuasi sepanjang hari sehingga ada kemungkinan didapatkan hasil berbeda ketiak mengukur tekanan darah di rumah dengan di klinik. Untuk dapat melakukan pemeriksaan darah sendiri, pasien perlu memiliki alat pengukur tekanan darah yang dapat dipercaya, umumnya dalam bentuk digital yang saat ini  udah banyak tersedia di pasar.

2. Dua kali sehari

Disarankan mengukur tekanan darah dua kali sehari, setidaknya sekali di pagi hari dan satu kali di malam hari. Pengkukuran harus mengambil 2 nilai pengukuran setiap kali mengukur tekanan darah.

3.Duduk dengan tenang

Duduk di suatu tempat yang tenang dan santai, kemudian istirahatkan lengan di atas meja/permukaan setinggi  jantung Anda. Pasang manset ke lengan atau pergelangan tangan sesuai petunjuk yang disertakan dalam perangkat pengukur tekanan darah. Kemudian  nyalakan perangkat dan catat hasilnya.

 4. Catat di grafik

Setiap selesai melakukan pengukuran dicatat pada grafis untuk memantau naik turunnya tekanan darah dan bisa menjadi bahan pertimbangan ketika konsultasi ke dokter. Jika tekanan darah terlalu tinggi, jangan ditunda sebaiknya pasien disarankan segera menemui dokter.

5. Yang tidak boleh dilakukan

Pengukuran pagi hari harus dilakukan setelah buang air kecil, dan sebelum sarapan atau mengonsumsi obat-obatan. Sedangkan di malam hari harus dilakukan sebelum mengonsumsi makanan/obat/alkohol/mandi.