pancaroba_hujan copyGlobal warming (pemanasan global) mengakibatkan pancaroba atau pergantian musim di Indonesia terjadi dalam suhu-suhu yang ekstrim. Cuaca ketika pagi hari, belum tentu menggambarkan cuaca yang akan terjadi sepanjang hari. Walau saat pagi hari langit sangat cerah tanpa hujan, tapi di siang atau sore harinya langit bisa tiba-tiba sangat gelap, dengan angin yang kencang kemudian terjadi hujan yang sangat deras.

Dengan kata lain, cuaca di Indonesia sedang tidak menentu dan tidak bisa diprediksi. Namun menghadapi musim pancaroba, bukan hanya memerlukan persiapan selalu bawa payung atau jaket hujan. Anda dan keluarga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang sering terjadi ketika musim pancaroba. Buatlah anggota keluarga Anda nyaman dan lebih siap dengan pengetahuan kesehatan.

4 Penyakit Yang Mengikuti Musim Pancaroba

Penyakit pada musim pancaroba, dapat menyerang siapa saja khususnya orang yang mempunyai daya tubuh yang lemah, dengan mobilitas tinggi, dan anak-anak. Anda dan keluarga harus mewaspadai empat penyakit yang mengintai setiap perubahan musim:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Infeksi radang saluran pernafasan (tenggorokan), yang paling sering menyerang masyarakat. ISPA diakibatkan kelembapan yang tinggi pada hidung, tenggorokan, amandel, yang semakin memudahkan kuman untuk menempel.

Beberapa gejala awal ISPA adalah batuk, bronchitis, pilek atau influenza disertai bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh/demam di atas 37 derajat celsius-diikuti kepala terasa sakit, tenggorokan sakit dan warnanya memerah, radang mata, batuk yang tidak produktif.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD) 

Jumlah penderita penyakit DBD terus meningkat setiap bulan. Mayoritas memang terjadi di wilayah perkotaan, karena mobilitas penduduknya cukup tinggi. Namun, tak sedikit warga di pedesaan yang terserang penyakit menular ini. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk betina belang-belang putih Aedes yang gemar hidup di dalam rumah. Darah manusia dibutuhkannya untuk bertelur. Nyamuk ini menggigit dari pukul 06.00-09.00 dan sore pukul 15.00-17.00 dan di waktu lainnya, nyamuk ini bertelur di air jernih yang tergenang.

Beberapa gejala awal DBD adalah demam tinggi mendadak dengan suhu 38 derajat celcius (selama 2-7 hari), mual, muntah dan nafsu makan dan minum menurun, nyeri sendi dan nyeri otot, nyeri kepala, rasa panas di belakang bola mata, wajah kemerahan, nyeri perut dan konstipasi (buang air besar).

3. Diare

Diare terjadi karena ada infeksi usus ringan pada usus yang disebabkan bakteri, amuba, juga infeksi virus atau flu usus, bahkan karena makanan dan minuman yang tercemar. Diare menyebabkan hilangnya cairan tubuh secara berlebihan (dehidrasi) dan elektrolit sehingga tubuh menjadi lemah dan lemas, apalagi jika bersamaan dengan muntah-muntah. Diare ditandai dengan keluarnya buang air besar yang sangat encer seperti air, dan berlangsung terus-menerus. Penderita pun harus minum banyak dan mengkonsumsi oralit.

4. Tifus Abdominalis/Demam Tifoid

Penyakit tifus memiliki nama lain, Hepatitis A atau sering disebut sakit kuning karena tubuh penderitanya menjadi kekuningan. Hal ini terjadi karena usus yang meradang disebabkan infeksi bakteria, biasanya karena makanan dan minuman yang terinfeksi bakteri salmonella typhosa. Bisa jadi karena minum air mentah tanpa dimasak, makan tanpa mencuci tangan sampai bersih, atau memasak sayuran tanpa dicuci.

Tanda atau gelajanya adalah panas tinggi, sampai mengigau, menggigil, berkeringat, berat badan berkurang, nafsu makan menurun, peradangan tenggorokan dan mual, sampai muntah.

Cegah Penyakit Menghampiri Keluarga

Semua penyakit tersebut, dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, atau golongan. Jika kondisi badan sedang tidak fit atau stamina sedang tidak prima, ditambah lagi tinggal di lingkungan yang kotor, maka kemungkinan terjangkit penyakit yang sering mengintai setiap musim pancaroba tersebut akan jadi menjadi lebih besar.

Langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit pancaroba mendekati rumah dan keluarga Anda?

Bersihkan lingkungan tempat tinggal.

Setiap menghadapi perubahan cuaca, warga masyarakat dan keluarga diminta untuk menjaga kebersihan pribadi, rumah dan lingkungan agar tidak mudah terserang penyakit menular. Bersihkan tempat penampungan air, usahakan agar air di selokan dalam kondisi mengalir, singkirkan atau kubur barang-barang bekas  yang dapat menampung air, dan rutin menyemprot sekeliling rumah dengan pembasmi serangga.

Konsumsi makanan bergizi dan higienis. 

Anda perlu menjaga asupan makanan bergizi, agar kekebalan tubuh tetap terjaga sehingga tidak mudah terjangkit virus dan penyakit. Sebaiknya makanlah pada jam yang teratur dan tidak berubahubah jadwal, setiap harinya. Jangan lupa untuk tidak jajan makanan dan minuman di tempat yang tidak higienis, juga hindari jajanan pinggir jalan karena debu dan udara bisa jadi pengantar virus ke dalam tubuh.

Minum minimal 2 liter air mineral setiap hari.

Air yang cukup dalam tubuh, akan membantu metabolisme alami berjalan lancar.

Menjaga kebersihan diri sendiri.

Jangan malas untuk rutin mandi, dan membersihkan tangan dengan baik, sesudah buang air besar dan menjelang makan.

Rutin berolahraga.

Sempatkan olah raga secara rutin, minimal 3 kali seminggu selama 30 menit.

Konsumsi suplemen.

Memakan buah-buahan dan sayuran segar, sangat baik untuk menjaga staminta tubuh.

Anda yang mengendalikan keadaan, bukan keadaan yang mengendalikan Anda. Anda yang mensiasati diri dan keluarga untuk siap menghadapi perubahan musim pancaroba, bukan pancaroba yang mengendalikan rasa aman Anda dan keluarga. Semoga artikel ini bisa membuat Anda lebih siap dan percaya diri menghadapi pergantian musim apapun. (Penulis: Hot Triany Nadapdap)