Respon konsumen terhadap produk-produk organik yang dipasarkan secara online naik cukup signifikan. Sampai saat ini tercatat jumlah produk sayur organik mengalami peningkatan penjualan. Bahkan pelanggan baru yang pesan secara rutin juga mengalami kenaikan. Sayuran organik tersebut terdiri dari beragam jenis, seperti kangkung, aneka bayam (bayam hijau, bayam merah, dan bayam sembur), sawi manis, sawi daging, sawi wangi, wortel, kailan, tomat, buncis, slada, kobis, bunga kol, daun bawang, seledri, brokoli, okra, manisah (labu siam) dan cabe rawit.

Sayur Organik

Maraknya penggunaan media sosial yang sering dipenuhi informasi penjualan bermacam produk, turut berimbas positif terhadap perkembangan penjualan produk organik. Kendala yang mungkin terjadi biasanya tentang transport pengiriman produk. Selain penjualan online, konsumen organik juga meminati produk-produk organik di supermarket.

Mereka sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke atas yang telah mempunyai pengetahuan tentang produk organik. Yang terpenting bagi mereka adalah adanya sertifikasi atau penjaminan mutu dari produk organik tersebut. Tidak menjadi masalah lembaga mana yang mengeluarkan sertifikasi. Hasil laboratorium yang menerangkan kandungan dalam produk di labelnya juga bisa meyakinkan konsumen untuk tetap memilih produk organik.

Perkembangan pertanian organik di Indonesia tumbuh cukup pesat. Saat ini diperkiraan sekitar 41 ribu ha lahan telah disertifikasi organik dengan total penjualan produk organik untuk ekspor mencapai lebih dari 200 juta dolar Amerika (FiBL 2008). Indonesia juga memiliki potensi sebagai produsen organik utama dunia terutama untuk ekspor. Produk organik unggulan Indonesia, seperti kopi, rempah-rempah dikenal di pasar internasional.

Saat ini, beroperasi beberapa lembaga sertifikasi organik nasional dan lima lembaga sertifikasi organik asing di Indonesia. Untuk menjalankan perannya, lembaga sertifikasi tersebut memerlukan tenaga inspektor yang kompeten untuk menjalankan kegiatan inspeksi.

Selain itu, tumbuhnya industri pertanian organik di Indonesia memunculkan pelaku-pelaku organik di Indonesia. Keorganikan produk ditentukan oleh proses produksinya. Untuk memastikan keorganikannya, pelaku organik perlu memiliki sistem dan SDM yang mampu memastikan proses produksi di unit-unit organik.