bikeMempersiapkan Warisan Generasi Masa Depan

Udara yang Anda hirup, air yang Anda gunakan, dan tanah yang Anda injak beserta kekayaan tambang di dalamnya-bukan milik Anda. Seandainya Anda dan semua orang menyadari bahwa Sumber Daya Alam (SDA) yang kita konsumsi secara besar-besaran tersebut juga milik generasi yang akan datang, sudah pasti  kita akan dengan sukarela turut menjaga dan mengawasi penggunaannya. Dengan kata lain, Sumber Daya Alam yang kita gunakan saat ini merupakan pinjaman dari anak cucu kita.

Green Lifestyle Masihkah Kampungan?

Jujur saja bagi bangsa kita, green life style atau gaya hidup hijau masih tergolong  “kampungan”. Ketika ada orang yang lebih memilih mengendarai sepeda ke kantor (Bike 2 Works) atau naik angkutan umum daripada mengendarai mobil pribadi, dan memilih menyimpan sampah plastik atau kertas di dalam kantong tas/kantong baju daripada dibuang sembarangan atau turut mendukung pemerintah dalam mengklasifikasikan/membuang sampah terpisah (tempat sampah warna merah, kuning dan hijau) masih saja dikucilkan atau dianggap “sok idealis”. Sekalipun gerakan green lifestyle memang tidak mudah dikampanyekan, tapi menghentikan kampanye tersebut sama dengan tidak perduli akan masa depan. Penerapaan green lifestyle di Indonesia, harus diadaptasi secepatnya.

Mulai Green Lifestyle Dari Diri Sendiri, Sekarang

Tidak mudah memang menerapkannya, tapi green lifestyle bukan tidak mungkin untuk dilakukan di Indonesia. Jika 1 orang saja penganut green lifestyle, dari setiap 10 orang lainnya di lingkungan sekitar/komunitas Anda maka dapat dipastikan kebiasaan ini akan cepat menular dan “mewabah”. Apa saja hal mudah untuk diterapkan dalam mendukung green lifestyle?

  1. Beli bahan-bahan makanan organik. Proses penanaman bahan makanan non-organik menggunakan bahan kimia berbahaya seperti pestisida, yang dapat mencemari jalan air dan lingkungan sekitar.
  2. Beli buah-buahan dan sayuran lokal yang sedang musim untuk mengurangi biaya import barang-barang tersebut.
  3. Beli produk dengan kemasan yang memungkinkan dipakai ulang.
  4. Belilah produk daur ulang atau produk yang dapat di daur ulang.
  5. Jika Anda pergi ke supermarket dengan menggunakan mobil, ajaklah teman Anda-perjalanan dengan satu mobil lebih baik daripada menggunakan dua mobil.
  6. Ketika belanja, bawalah kantong belanjaan sendiri atau gunakan plastik bekas pakai.
  7. Jangan membeli air minum botolan jika Anda yakin air keran Anda aman dikonsumsi.
  8. Belilah peralatan rumah tangga yang paling hemat energi.
  9. Jangan buang sampah baterai bersamaan dengan sampah lain.

Baterai bekas (semua jenis baterai) yang dibuang ke TPS atau TPA akan mencemari tanah, air tanah, sungai, danau dan akhirnya meracuni air yang biasa dipakai untuk minum, mandi dan mencuci. Sampah baterai termasuk golongan sampah B3 (Bahan Berbahaya & Beracun) karena mengandung berbagai logam berat, seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel dan lithium, yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Jadi janganlah buang sampah baterai ke tempat sampah. Kumpulkan sampah baterai di rumah/kantor, lalu berikan ke tempat pengumpulan baterai (search internet).

10. Kurangi sampah kertas.

Mulailah kebiasaan di lingkungan kerja atau sekolah dengan selalu mencetak atau menggunakan kertas secara bolak balik. Jika memungkinkan, daur ulang sampah kertas yang ada pada kedai daur ulang (search internet).

Jadilah pahlawan dan promotor green lifestyle. Saatnya Anda jadi pelaku dan bukan hanya komentator. Saatnya Anda mempersiapkan warisan untuk generasi masa depan. (Penulis: Hot Triany Nadapdap)