Kanker usus adalah kanker yang paling umum di Singapura, dengan terdiagnosa banyak kasus baru tiap tahunnya. Insiden kanker ini juga meningkat di negara-negara berkembang Asia Tenggara. Banyak faktor telah dikaitkan dengan peningkatan insiden kanker ini. Misalnya, merokok, diet kegemukan, dan makanan olahan. Akan tetapi, tidak satupun dari faktor-faktor tersebut yang telah terbukti sebagai penyebabnya.

Satu-satunya bukti terpenting hingga saat ini adalah kebanyakan kanker usus muncul dari kutil kecil dalam usus besar yang disebut polip. Polip-polip ini akan memerlukan waktu beberapa tahun untuk tumbuh sebelum mereka berubah mejadi kanker ganas. Dengan demikian, pencegahan kanker usus dapat dicapai jika polip-polip ini dibersihkan sebelum mereka berubah menjadi kanker ganas.

Apa itu polip usus?

Polip usus adalah kutil kecil dari dinding kolon dan rectum. Kutil-kutil ini merupakan hasil pembentukan jaringan yang tidak normal. Polip-polip ini tidak ganas sama sekali. Beberapa polip ini dapat tumbuh menjadi kanker ganas dalam beberapa tahun. Berikut ini adalah beberapa tipe polip dalam kolon dan rectum, yaitu adenomatosa, hiperplastik, inflamatori dan hamartoma. Tipe polip yang berbeda mempunyai resiko yang berbeda dalam perubahan kanker.

Tipe polip-polip usus

Polip Adenomatosa

Polip-polip ini juga disebut adenoma. Ini adalah salah satu tipe polip yang paling umum. Adenoma memiliki resiko terbesar dalam perubahan kanker dbandingkan tipe polip-polip lainnya. Penelitian genetika telah menunjukkan bahwa polip ini mengalami beberapa mutasi (perubahan dalam gen) secara bertahap untuk menjadi suatu kanker dalam jangka waktu beberapa tahun (juga disebut sebagai rangkaian adenoma-karsinoma).

Polip Hiperplastik

Ini juga merupakan tipe polip yang paling umum. Berlawanan dengan adenoma, polip-polip hiperplastik secara umum tidak berbahaya dan tidak menjadi kanker ganas. Hanya suatu jenis kelompok dari polip ini diperkirakan memiliki potensi kanker ganas.

Polip Inflamatori

Polip-polip ini ditemukan pada pasien dengan kondisi usus yang tidak umum disebut penyakit usus inflamotri. Berikut ini adalah dua jenis kelompok penyakit usus inflamatori, yaitu penyakit Crohn dan ulseratif kolitis (radang usus besar). Polip-polip pada pasien ulseratif kolitis mempunyai resiko besar terhadap perubahan kanker. Pasien-pasien ini memerlukan screening teratur dan pembersihan dari polip-polip ini.

Polip Hamartoma

Ini adalah polip yang sangat jarang ditemukan dalam kondisi medis. Polip-polip ini mempunyai potensi yang sangat rendah untuk berubah menjadi kanker ganas.

Polip-polip ini akan memerlukan beberapa tahun untuk tumbuh sebelum mereka berubah menjadi kanker ganas. Maka, pencegahan kanker usus dapat berhasil jika polip-polip ini dibersihkan sebelum mereka berubah menjadi kanker ganas.

 

 

Pendeteksian polip-polip usus

Ada beberapa metode untuk mendeteksi polip-polip usus. Pencitraan sinar X pada usus besar, disebut Barium enema, dapat mendeteksi polip usus. Ini adalah metode yang paling sedikit invasif. Akan tetapi, memiliki beberapa batasan. Pertama, sedikit bahan feses dalam usus besar akan terterlihat seperti polip dalam sinar X. kedua, ini hanyalah sebuah alat pendiagnosa dan polip-polip tidak dapat dibersihkan selama pencitraan sinar X. Metode kedua dalam mendeteksi polip adalah kolonoskopi. Ketika melakukan kolonoskopi, pasien dibius dan suatu tabung fiberoptik kecil dimasukkan ke dalam usus besar. Polip-polip dapat dengan mudah terdeteksi. Polip-polip ini dapat segera dibersihkan saat melakukan kolonoskopi. Kolonoskopi merupakan prosedur yang sangat aman jika dilakukan oleh ahli endoskopi yang terlatih.

Seberapa sering harus dilakukan kolonoskopi?

Frekuensi kolonoskopi tergantung pada beberapa faktor. Bagi kebanyakan orang yang tidak memiliki resiko tinggi kanker usus, kolonoskopi dapat dilakukan setipa lima sampai sepuluh tahun. Bagi pasien-pasien dengan riwayat polip usus, kolonoskopi harus dilakukan lebih teratur. Frekuensi kolonoskopi akan tergantung pada tipe polip yang ditemukan. Bagi pasien beresiko tinggi, kolonoskopi dilakukan dengan frekuensi sekali tiap dua sampai tiga tahun.

Bagaimana cara mempersiapkan kolonoskopi?

Kolonoskopi dilakukan oleh dokter spesialis terlatih sebagai prosedur satu hari. Tidak perlu bermalam untuk rawat inap. Para pasien disarankan untuk tidak makan buah-buahan, sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya selama tiga hari sebelum prosedur. Di pagi hari saat prosedur, pasien akan diinstruksikan supaya mengkonsumsi pencahar untuk membersihkan usus besar sekitar empat sampai enam jam sebelum kolonoskopi. Pasien akan dibius selama 15 sampai 30 menit untuk melakukan kolonoskopi. Polip-polip yang ditemukan saat kolonoskopi akan segera dibersihkan. Setelah menyelesaikan kolonoskopi, pasien akan diistirahatkan dalam Ruangan Harian selama kurang-lebih satu jam. Penjelasan tentang penemuan selama kolonoskopi akan diberikan oleh dokter ketika pasie telah sepenuhnya sadar.

 

 

Dr Ng Kheng Hong

Konsultan Usus dan Ahli Bedah Umum

MBBS (Singapura), MMed(Bedah),

FRCS(Edinburgh), FAMS(Bedah Umum)

Dr Ng Kheng Hong adalah ahli bedah usus dan umum yang mempunyai minat yang sangat besar dalam operasi dengan bantuan robot dan mengusahakan penggunaan robot dalam berbagai ilmu bedah. Beliau juga rajin bereksplorasi tentang penggunaan Operasi Laparoskopi Sayatan Tunggal dalam berbagai prosedur pembedahan umum, seperti operasi usus buntu, kolesistektomi, perbaikan hernia dan operasi kanker usus. Beliau adalah pelopor dalam penggunaan teknik ini pada operasi usus. Sampai saat ini, Dr Ng telah menerbitkan lebih dari 30 makalah ilmiah dalam jurnal kedokteran peer-reviewed.

www.khngsurgery.com.sg

KH NG Surgery

Gleneagles Medical Centre,

6 Napier Road, Suite #10-03,

Singapore 258499

(65) 6475 5512

 

Mount Elizabeth Novena Specialist Centre,

38 Irrawaddy Road, Suite #07-49,

Singapore 329563

(65) 6570 2261

 

enquiries@khngsurgery.com.sg