Seiring dengan makin meningkatnya minat banyak orang terhadap produk organik, itu pula yang terjadi dengan ternak ayam organik. Ayam jenis ini, kian hari kian diminati masyarakat. Namun, produk ayam kampung organik masih terbatas suplainya, disamping harganyapun relatif mahal dibanding dengan produk non organik.

Ayam Organik

Seperti diketahui, ayam kampung lokal Indonesia memiliki varietas terbanyak di dunia. Dagingnya mempunyai nilai gizi yang tinggi dan mempunyai cita rasa yang khas dan nikmat dibanding dengan ayam ras. Serat daging yang kenyal adalah salah satu ciri yang spesifik dari ayam kampung. Sudah menjadi budaya setiap lebaran tiba, tidak heran bila ayam kampung menjadi serbuan masyarakat sebagai menu masakan daging ayam kampung. Dipasaran harga ayam kampung relatif stabil, dan selalu lebih mahal serta memiliki segmen pasar tersendiri.

Budidaya ayam kampung kembali bangkit lagi dilakukan oleh banyak masyarakat Indonesia, baik diternak secara besar ataupun hanya beberapa ekor pada rumah yang berlahan sempit. Maraknya penggunaan bahan kimia pada jajanan anak, makanan, sembako, sayuran, ternak ayam (unggas lainya), dan juga termasuk ternak ikan yang kian memprihatinkan dan menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat dan generasi masa depan. Gerakan go green salah satu pengaruh penting untuk kembali ke alam (Go organic).

Hal tersebut tidak terlepas pada sektor peternakan ayam, yang juga dibudidaya secara organik. Bahkan di Eropa, penggunaan beberapa bahan kimia antibiotik untuk peternakan ayam telah dilarang. Hadirnya teknologi probiotik (efektif mikroorganisme) hasil fermentasi organik, menjadi peran dan pendamping penting bagi peternak ayam organik. Probiotik hasil rekayasa bahan organik ini memberikan efek positif untuk mempercepat pertumbuhan, mejaga kesehatan ternak dan meningkatkan produksi, hal ini karena adanya kandungan mikroba positif yang bisa membentuk kekebalan pada tubuh ternak dan membantu penyerapan sari sari makanan untuk tubuh ayam itu sendiri.

Ternak ayam organik tidak hanya diberi makan alami, lalu diliarkan begitu saja. Namun, pemeliharaan secara intensif dan semi intesif dengan cara memberikan makan secara alami (organik) dan dikandangkan baik kandang postal atau kandang umbaran, karena jika diliarkan seperti dahulu kala belum tentu menjadi ayam organik, karena bisa saja ayam mengkais-kais makan diluar yang mengandung bahan bahan kimia dan mudah tertular penyakit.