Lingkungan hidup sebagai wahana berlangsungnya proses rantai kehidupan terasa masih menjadi isu yang tak henti dibicarakan oleh kalangan peneliti, pakar, LSM, dan organisasi-organisasi yang menaruh kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Lingkungan hidup sebagai bagian dari kehidupan sejatinya memberikan manfaat bagi kesejahteraan umat manusia. Namun, ketersediaan sarana lingkungan yang memiliki keterbatasan menyebabkan perlunya manajemen dalam pengelolaannya.

Gambar Lingkungan

 

Manajemen Lingkungan Bertanggung Jawab

Seperti diungkap majalah kesehatan Healthy Times, pola pembangunan yang berorientasi pada pelestarian fungsi lingkungan hidup telah menjadi agenda global yang harus dilaksanakan oleh berbagai negara. Kerangka acuan untuk melaksanakan konsistensi tersebut didsasarkan salah satunya pada KTT Bumi di Rio De Janeiro, beberapa waktu silam. Pola tersebut didasari pemikiran bahwa semakin dibutuhkan perhatian yang serius untuk menempatkan lingkungan pada porsi yang bisa lebih dipertanggungjawabkan, yakni sebagai bagian dari kehidupan dan bukan semata-mata obyek yang terus menerus dieksploitir.

Aspek responsibility merupakan bagian inheren dalam sistem pengelolaan lingkungan hidup untuk menghindarkan diri dari upaya perusakan lingkungan. Rasa tanggung jawab yang besar terhadap linkungan perlu dilandasi suatu sikap moral yang memandang lingkungan sebagai bagian yang sangat penting dari proses kontinuitas kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

 

Pengelolaan Lingkungan yang Seimbang

Pengelolaan lingkungan hidup dapat diartikan sebagai upaya sadar dan berencana serta terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan dan pengembagan sumber daya alam secara bijaksana. Pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia dilandaskan pada pelestarian kemampuan lingkungan yang serasi dan seimbang, untuk menunjang pembangunan yang berkesinambunagn bagi peningkatan kesejahteraan manusia.

Upaya peningkatan kesejahteraan manusia yang direalisasikan dalam bentuk pembangunan di berbagai sektor tidak dapat dilepaskan dari faktor lingkungan yang saat ini masih diliputi oleh berbagai persoalan. Untuk itu dirasa perlu mendorong dan mengarahkannya pada pola pembangunan yang ramah lingkungan.

Masalah yang dihadapi adalah tak mudahnya mengimplementasikan pembangunan yang tak mengeksploitasi dan merusak lingkungan. Jika demikian yang terjadi, maka kita tak dapat berharap banyak akan keberlangsungan sumber daya alam yang dapat kita manfaatkan untuk generasi mendatang.

Pada titik ini perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mengintegrasikan antara kegiatan pembangunan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup, sehingga tercapai aspek kelestarian dan keseimbangan. Konsep kelestarian dan keseimbangan dimaksudkan agar sistem pengelolaan lingkungan yang sehat, aman dan terjamin, menjadi bagian yang sangat penting dalam proses produksi industri, maupun eksploitasi sumber daya alam dalam rangkaian pembangunan berkelanjutan. (Anton Ryadie)