TBCSetiap tahunnya, Hari TBC Sedunia diperingati pada tanggal 24 Maret, yang merupakan suatu kesempatan untuk meningkatkan kesadaran tentang beban tuberkulosis (TBC) di seluruh dunia dan status pencegahan dan upaya pengendalian TBC. Meskipun mortalitas TBC telah menurun sampai dengan 45% di seluruh dunia sejak 1990, karena pesatnya perkembangan peralatan diagnosis, pendanaan yang lebih besar tetap sangat penting untuk perkembangan selanjutnya.

Bersama-sama, dengan hampir 1.000 mitra merupakan sebuah kekuatan kolektif dalam memerangi TB di lebih dari 100 negara.

Tahun 2013 telah menjadi tahun kedua kampanye Hari TBC Dunia “Stop TBC Seumur Hidup Saya.” Diselenggarakan oleh WHO, kerjasama Stop TBC, yang dibentuk pada tahun 2001 dengan misi untuk melayani semua orang yang rentan terhadap TBC, memastikan tersedianya pengobatan yang berkualitas tinggi bagi semua yang membutuhkannya. “Bersama-sama, hampir 1.000 mitra merupakan kekuatan kolektif yang mengubah memerangi TB di lebih dari 100 negara,” kata PBB.

Tentang TBC

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium Tuberculosis dan menyebar melalui udara di antara manusia. Saat kita menghirup udara yang mengandung bakteri TBC, kita dapat terinfeksi olehnya. Bakteri dorman/tidak aktif yang disebut TBC laten dapat sewaktu-waktu aktif dan mulai berlipat ganda. TBC aktif ini yang kemudian menjadi penderitanya sakit.

Pecandu alkohol dan pengguna narkoba, seseorang dengan riwayat TBC yang tidak diobati dengan tepat dan seseorang yang terinfeksi HIV memiliki resiko terbesar terkena TBC. TBC tidak secara khusus ditularkan melalui berbagi peralatan sehari-hari, rokok atau berciuman. Meski TBC terutama menjangkiti paru-paru, TBC dapat pula mempengaruhi bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening, tulang dan persendian, ginjal, usus, bagian jantung yang disebut pericardium, otak dan hati.

Gejala-gejalanya biasanya termasuk batuk yang terus-menerus (terkadang dengan dahak yang mengandung darah), demam dan menggigil, keringat malam, kehilangan selera makan, penurunan berat badan dan mudah lelah.

Untuk mendiagnosa TBC, para dokter biasanya bergantung pada hasil radiografi/ronsen dada, yang meskipun tidak dapat memberikan hasil yang pasti, namun mengurangi peluang pasien menderita penyakit tersebut. Jika radiografi tidak normal, tes dahak diperlukan untuk memastikan infeksi TBC.

Menurut Asosiasi Paru-paru Amerika/American Lung Association (ALA), “TBC dapat dideteksi melalui tes kulit atau tes darah TBC.

Tes kulit dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah cairan yang disebut tuberculin ke dalam kulit lengan. Anda akan diminta untuk kembali dalam waktu 48 sampai 72 jam untuk diperiksa pada lengan oleh petugas kesehatan untuk melihat  apakah terbentuk benjolan. Petugas kesehatan akan mengukur benjolan dan memberitahu Anda apakah reaksi Anda terhadap tes positif atau negatif. Jika positif, biasanya berarti Anda telah terinfeksi bakteri TBC. Hal ini tidak menunjukkan apakah Anda telah terjangkit penyakit TBC. Anda akan diberi tes lain, seperti tes sinar-x dada dan pemeriksaan dahak (lendir batuk), untuk melihat apakah Anda mempunyai penyakit TBC.”

TBC kebal obat secara ekstensif/extensively drugresistant TB (XDR TB) bahkan lebih berbahaya karena berbagai obat-obatan TBC yang paling efektif tidak berkerja terhadap TBC ini.

Pengobatan 

Bagi pasien yang terjangkit TBC yang belum aktif, dianjurkan terapi pencegahan dengan dosis isoniazid (INH) setiap hari selama 6 sampai 9 bulan. Untuk pasien TBC aktif, pengobatannya adalah INH ditambah dua atau tiga obat-obatan lain meliputi rifampin, pyrazinamide dan ethambutol, selama 6 sampai 12 bulan. Setelah beberapa minggu, pasien dapat kembali ke aktivitas normal dan tidak perlu khawatir akan menulari orang lain.

Jika ada TBC yang kambuh lagi, akan lebih sulit untuk ditangani dan semakin lebih sulit jika TBC menjadi kebal obat-obatan. “TBC yang kebal terhadap lebih dari satu obat-obatan, disebut TBC kebal berbagai obat/multi-drug-resistant TB (MDR TB) yang sangat berbahaya. TBC kebal obat secara ekstensif/extensively drug-resistant TB (XDR TB) bahkan merupakan versi MDR TB yang lebih berbahaya, karena berbagai obat-obatan TBC yang paling efektif tidak bekerja terhadap TBC jenis ini,” terang ALA.

Juga, ada suatu vaksin melawan TBC yang disebut BCG, atau Bacille Calmette-Guerin, yang digunakan di negara-negara dimana TBC lebih umum. Pasien memerlukan pemeriksaan rutin untuk memastikan bahwa pengobatan bekerja. Seorang petugas kesehatan juga dapat memastikan bahwa pasien meminum obat dengan benar. Ini disebut Terapi yang Diobservasi secara Langsung/Directly Observed Therapy (DOT). Bagi mereka yang tanpa DOT, penting untuk tetap rutin.

Laporan tuberkolosis global 2013

WHO menerbitkan laporan global ke 18 tentang tuberkolosis (TBC) sebagai sebuah seri yang telah dimulai sejak tahun 1997. Laporan ini menyediakan pengkajian yang komprehensif dan terbaru dari epidemi TBC dan kemajuan dalam penerapan dan pendanaan pencegahan TBC, penanganan dan pengendalian pada tingkat global, regional dan negara dan menggunakan data yang dilaporkan oleh 197 negara dan wilayah yang melaporkan lebih dari 99% kasus TBC di dunia.

Berdasarkan laporan, secara global pada tahun 2012, tingkat mortalitas TBC telah berkurang sampai 45% sejak tahun 1990 dan target untuk mengurangi kematian sampai 50% pada tahun 2015 ada dalam genggaman. Dari 22 negara dengan beban TBC yang tinggi (HBCs) yang melaporkan sekitar 80% kasus TBC di dunia, 7 telah memenuhi semua target tahun 2015 untuk mengurangi insiden, penyebaran dan tingkat kematian TBC. Empat lagi HBCs akan mencapai target ini pada tahun 2015.

Sebagai tambahan, diagnosis TBC tebaru menyatakan obat-obatan dan vaksin-vaksin sangat penting untuk mengakhiri epidemi global. Dan lebih dari 50 perusahaan terlibat dalam perkembangannya.

“10 obat-obatan TBC baru atau modifikasi ada dalam fase lanjut dari pengembangan klinis. Di akhir tahun 2012, Bedaquiline menjadi obat TBC baru yang pertama yang diakui dalam 40 tahun. Pada bulan Juni 2013, WHO menerbitkan panduan sementara tentang penggunaannya dalam pengobatan MDR-TB. Ada 10 vaksin pencegahan TBC dan dua vaksin immunotherapeutic. Di awal tahun 2013, hasil dari penelitian pembuktian konsep Phase IIb dari kandidat vaksin pencegahan. Sedangkan keberhasilan tidak hanya dari vaksin Bacille-Calmette-Guérin (BCG) saja, penelitian mendemonstrasikan bahwa suatu percobaan vaksin TBC baru memungkinkan dalam keadaan beban TBC yang tinggi,” simpul laporan.

Statistik TBC 
(Sumber – WHO)

  • Pada tahun 2011, telah diperkirakan ada 8,7 juta kasus baru TBC dan 1,4 juta orang meninggal karena TBC 
  • Lebih dari 95% kematian TBC terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dengan masyarakat miskin dan kelompok yang paling rentanterjangkit
  • TBC berada di antara tigapenyebab kematian teratasbagi wanita berusia 15 sampai 44
  • Diperkirakan ada 0,5 juta kasus dan 64.000 kematian diantara anak-anak pada tahun 2011
  • Adanya perkembangan yang lambat dalam penanggulangan TBC kebal berbagai obat/multi-drug resistant TB (MDRTB): dengan 60.000 pasien yang ikut dalam pengobatam pada akhir tahun 2011 – hanya satu dari lima pasien TBC yang dilaporkan diperkirakan mengidap MDR-TB
  • Ketentuan terapi antiretrovirus/antiretroviral therapy (ART) bagi pasien TBC yang diketahui hidup dengan HIV perlu dilipat-gandakan untuk memenuhi anjuran WHO bahwa semua pasien TBC yang hidup dengan HIV dengan segera menerima ART
  • Wilayah Afrika dan Eropa tidak berada dalam jalur yang memenuhi target mengurangi separuh kematian TBC antara tahun 1990 dan 2015