Apakah Anda pernah bertanya mengapa anak-anak selalu terkena flu walaupun orang tua telah melakukan semua langkah pencegahan? Orang tua menyuruh anak mereka minum berbagai vitamin, memastikan tangan mereka dicuci pada saat memasuki rumah atau setiap kali mereka memegang barang yang kotor, dan setiap kali anak mereka terkena flu, orang tua akan menyalahkan semuanya, seperti perubahan iklim dan kecapaian. Bahkan tidur dengan rambut basah juga disebut sebagai penyebabnya!

Flu anak

Padahal yang menyebabkan anak-anak menderita flu adalah virus influenza.

Bagaimana Virus Tersebut Menular

Seperti diungkapkan majalah kesehatan Indonesia, Healthy Times, salah satu kunci utama pencegahan penyakit adalah memahami bagaimana virus menular dari satu individu terinfeksi ke individu lainnya. Virus influenza dapat menular dari satu orang ke orang lain pada saat seseorang menghirup droplet terinfeksi, yang keluar dari bersin atau batuk. Transfer ini dapat dihindari yaitu dengan menjaga jarak sekurangnya tiga kaki dengan orang lain, atau dengan menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan sewaktu bersin atau batuk.

jalur kedua penularan influenza adalah dengan kontka langsung dengan sekresi orang terinfeksi, yang sering terjadi di sekolah atau tempat umum. Sebagai contoh, seorang anak menderita flu dan menggunakan tangannya untuk menyapu hidung dan menularkan sekresi tersebut melalui pegangan pintu. Anak berikutnya yang memegang pegangan pintu memiliki resiko terkena flu, terutama apabila anak kedua tersebut meletakkan tangannya di hidung atau mulut.

Gejala yang Terjadi

Setelah terinfeksi, gejala yang dapat diamati adalah:

  • Demam tinggi mencapai 40C atau 140F
  • Batuk kering
  • Menggigil dan gemetaran
  • Sakit kepala
  • Sakit pada sekujur tubuh
  • Sakit tenggorokan

 

Apabila gejala diatas ditemukan, kita tahu bahwa orangtua akan langsung panik dan membawa anak mereka ke dokter anak. Tindakan ini sebenarnya tidak perlu dilakukan kecuali telah terjadi komplikasi serius seperti infeksi sinus, infeksi telinga atau penumonia. Kondisi ini terlihat seperti demam yang berlangsung selama lebih dari 3 sampai 4 hari,  hidung tersumbat, sulit bernapas, rasa nyeri pada telinga dan batuk terus menerus.

Apabila gejala ini terjadi, disarankan untuk menemui dokter anak. Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan anti virus seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (Relenza). Perawatan diberikan setidaknya 48 jam sejak gejala pertama kali dirasakan agar diperoleh proses penyembuhan optimal.

Terapi di Rumah

Selain itu, serangan flu dapat diobati di rumah. Anak disarankan untuk beristirahat, minum banyak cairan dan diberikan obat demam seperti acetaminophen, ibuprofen atau obat-obatan anti demam yang telah diresepkan oleh dokter. Aspirin tidak boleh diberikan dan antibiotik tidak akan bekerja baik pada infeksi virus. Obat batuk yang dijual bebas tidak disarankan bagi anak berusia dibawah 6 tahun.

Ada cara mudah mencegah serangan flu. Vaksinasi flu sangat disarankan dan sebaiknya diberikan setiap tahun pada anak-anak di atas usia 6 bulan. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak sebelum memberikan vaksin kepada anak-anak. Orang tua selalu menanyakan manakah yang lebih baik, merawat serangan flu atau memberikan vaksin preventif. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak sebelum melakukan tindakan terhadap anak Anda.