Penyakit divertikular adalah suatu kondisi yang berdampak pada kolon. Ini melibatkan pembentukan folikel dalam kolon. Folikel ini dikenal sebagai divertikulum, dan paling umum ditemukan dalam kolon sigmoid. Bagi sebagian besar pasien dengan divertikulum, penyakit divertikular sesungguhnya adalah suatu kondisi jinak yang tidak menunjukkan masalah yang sesungguhnya. Akan tetapi, bagi sebagian kecil pasien, dapat terjadi komplikasi.

Komplikasi pertama dapat berbentuk diverkulitis ketika divertikulum menjadi radang. Pasien dengan diverkulitis ditunjukkan dengan nyeri perut bagian bawah. Biasanya, diverkulitis sembuh dengan sendirinya dan dapat diobati dengan antibiotika yang disertai dengan istirahat buang air. Banyak pasien juga tidak memiliki peradangan tahap kedua setelah pengobatan. Sayangnya, sebagian kecil pasien mengalami peradangan kembali yang mungkin memperparah infeksi. Pasien-pasien ini akan mengalami nyeri perut dan demam. Nanah mungkin akan terbentuk di sekitar daerah yang terinfeksi dari kolon dan dapat mengakibatkan lubang kecil. Pasien-pasien ini harus mencari bantuan dokter segera karena ini adalah suatu hal yang gawat.

Komplikasi kedua adalah pendarahan dari divertikulum ketika pembuluh darah dalam divertikulum pecah. Pasien dengan divertikulum yang berdarah akan mengalirkan darah kotor dan gumpalan darah beku.

Pada beberapa kasus dimana ada pendarahan hebat, pasien dapat mengalirkan darah segar. Kondisi ini juga dapat menjadi ancaman hidup dan memerlukan perawatan medis segera.

Meskipun penyebab penyakit divertikular yang sebenarnya tidak diketahui, konstipasi kronis dan pola makan rendah serat mungkin menjadi faktor yang berperan dalam perkembangan penyakit tersebut. Resiko penyakit divertikular juga meningkat bersama dengan usia.

Apa saja gejala penyakit divertikular?

Pasien dengan divertikulosis mungkin tidak memiliki gejala apapun. Beberapa pasien mengeluh kembung dan darah pada tinja. Divertikulitis itu sendiri menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut.

• Sakit perut bagian bawah

• Demam

• Darah dalam tinja

Bagaimana cara mengobati penyakit divertikular?

Tidak ada pengobatan khusus bagi divertikulosis. Hanya ketika terjadi komplikasi divertikulitis yang memerlukan pengobatan.

Kasus diverkulitis ringan dapat diobati dengan antibiotika oral. Akan tetapi, pada kasus-kasus diverkulitis yang parah, pasien akan memerlukan rawat inap dan suntikan antibiotika, dan antispamodika untuk pengobatan.

Untuk tiap serangan diverkulitis, pasien akan menghadapi peluang yang lebih tinggi dari infeksi yang berulang. Ketika peristiwa diverkulitis terulang kembali, dokter akan merekomendasikan operasi untuk membersihkan bagian kolon dengan divertkulum. Pada kasus divertikulum yang berdarah, pasien akan memerlukan transfusi darah. Juga direkomendasikan istirahat buang air. Demikian pula, jika pendarahan parah atau jika ada peristiwa pendarahan kembali, operasi akan diperlukan untuk membersihkan bagian yang terjangkit pada kolon.

 

Apa saja pilihan operasi pengobatan divertikulitis?

Laparotomi

Lebih umum diketahui sebagai operasi terbuka, laparotomi memerlukan pemotongan lebih dari 15cm sepanjang perut. Namun, laparotomi mempunyai beberapa kerugian seperti kesembuhan yang lebih lambat, rawat inap yang lebih lama dan bekas luka yang lebih panjang.

Operasi Laparoskopik

Operasi lubang kunci adalah teknik pengoperasian yang modern dimana saat operasi abdomen dilakukan dengan memasukkan dua atau tiga peralatan melalui lubang kunci kecil dalam abdomen dengan bantuan kamera serat optik kecil yang dimasukkan melalui pusar. Tipe operasi ini mendapatkan popularitas diantara para pasien karena mereka akan mengalami sedikit rasa sakit dan kesembuhan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan operasi terbuka, dan kedua prosedur ini dapat dibandingkan dalam peningkatan angka kesembuhan pasien.

 

Bagaimana saya dapat mencegah penyakit divertikular?

Karena penyebab khusus penyakit divertikular masih tidak diketahui, tidak ada metode pencegahan yang pasti.

Namun, pola makan seimbang dengan konsumsi serat yang cukup akan mencegah pembentukan divertikulum.

 

 

Dr Ng Kheng Hong

Konsultan Usus dan Ahli Bedah Umum

MBBS (Singapura), MMed(Bedah),

FRCS(Edinburgh), FAMS(Bedah Umum)

Dr Ng Kheng Hong adalah ahli bedah usus dan umum yang mempunyai minat yang sangat besar dalam operasi dengan bantuan robot dan mengusahakan penggunaan robot dalam berbagai ilmu bedah. Beliau juga rajin bereksplorasi tentang penggunaan Operasi Laparoskopi Sayatan Tunggal dalam berbagai prosedur pembedahan umum, seperti operasi usus buntu, kolesistektomi, perbaikan hernia dan operasi kanker usus. Beliau adalah pelopor dalam penggunaan teknik ini pada operasi usus. Sampai saat ini, Dr Ng telah menerbitkan lebih dari 30 makalah ilmiah dalam jurnal kedokteran peer-reviewed.

www.khngsurgery.com.sg

KH NG Surgery

Gleneagles Medical Centre,

6 Napier Road, Suite #10-03,

Singapore 258499

(65) 6475 5512

 

Mount Elizabeth Novena Specialist Centre,

38 Irrawaddy Road, Suite #07-49,

Singapore 329563

(65) 6570 2261

enquiries@khngsurgery.com.sg