Endoscopic carpal tunnel release-mod2Mati rasa di tangan adalah masalah umum di antara mereka yang berusia antara 40 sampai 60 tahun. Hal ini mengganggu karena terkadang disertai nyeri parah. Berarti pula ada saraf menyempit yang tidak boleh diabaikan.

Kondisi paling umum yang menyebabkan mati rasa di tangan adalah sindrom saluran carpal dan sindrom saluran cubital. Sindrom saluran carpal menyebabkan mati rasa, kesemutan atau nyeri seperti terbakar di ibu jari, telunjuk, jari tengah atau jari manis. Saraf median, merupakan saraf utama yang menyediakan rasa pada tangan, berjalan melalui ruang sempit dalam pergelangan, yang disebut saluran carpal. Pada beberapa orang, khususnya wanita, ruang ini lebih sempit, dan penambahan tekanan apapun dalam ruang ini akan mengurangi aliran darah ke saraf median, menyebabkan menjadi kegagalan fungsi. Menggenggam suatu obyek dengan erat, menggunakan ponsel atau bahkan memegang koran juga dapat memicu gejala-gejala ini.

Menggoyangkan tangan dengan kuat biasanya meredakan gejala-gejalanya. Dari waktu ke waktu, kemampuan untuk merasakan menjadi lebih buruk dan otot ibu jari dapat menjadi lemah dan mengecil, menghasilkan kesulitan dalam melakukan pekerjaan sederhana seperti mengaitkan kancing atau mengambil koin. Dari setiap 1000 orang, tiga sampai lima orang akan mengidap sindrom saluran carpal. Orang yang melakukan pekerjaan berulang-ulang menggunakan tangan mereka seperti pekerja bidang produksi dan ibu rumah tangga, dan mereka yang bekerja berjam-jam lamanya dengan kibor komputer dengan posisi yang buruk ada pada risiko terbesar. Ibu hamil juga rentan karena menyimpan cairan. Juga pada penyandang diabetes, mereka dengan gagal ginjal, hipotiroidisme dan radang sendi (rematik).

Sindrom saluran carpal ringan atau sedang dapat diobati dengan menjaga pergelangan dalam suatu penahan khususnya saat tidur, dan menghindari postur tubuh dan aktivitas yang meningkatkan tekanan di sekitar saraf. Pengobatan anti radang non-steroid, Vitamin B6 dosis tinggi dan injeksi steroid di sekitar saraf dapat juga memberikan kesembuhan sementara. Solusi jangka panjang terbaik adalah untuk mengurangi tekanan saraf.

Tindakannya mencakup prosedur operasi untuk memotong berkas jaringan saraf yang menyempitkan saraf. Hal ini umumnya dilakukan dengan sayatan sepanjang 3 sampai 5 cm dalam telapak tangan. Memerlukan sekitar dua minggu untuk sembuh, dan ada nyeri dan kelemahan selama tiga sampai empat bulan, ketika itu penggunaan tangan dibatasi. Prosedur ini sekarang dapat dilakukan melalui operasi minimal invasif (MIS), dengan suatu sayatan 1 cm di pergelangan tangan, dipandu dengan suatu kamera video. Karena luka agak kecil dan tidak dalam telapak tangan, tangan dapat digunakan untuk aktivitas sehar-hari pada hari berikutnya setelah operasi. Rasa nyeri dan kelemahan juga lebih sedikit dan berlangsung hanya satu sampai dua bulan.

Sindrom saluran cubital kurang umum, tetapi menyebabkan kelumpuhan yang lebih besar. Kondisi ini mempengaruhi orang dewasa yang lebih muda, khususnya mereka yang melakukan pekerjaan berulang-ulang dengan siku tertekuk hampir sepanjang waktu. Ini juga dapat mempengaruhi orang yang lebih tua dengan arthritis di siku.

Gejalanya adalah mati rasa pada jari manis dan kelingking, disertai dengan kekakuan dan kesulitan meluruskan jari-jari tersebut. Gejala biasanya semakin buruk pada pagi hari dan saat melakukan aktivitas yang memerlukan menekukkan siku dalam waktu lama seperti bekerja dengan kibor atau memainkan beberapa alat-alat musik. Dari waktu ke waktu, rasa pada jari-jari ini dapat menjadi lumpuh total, melemahkan seluruh tangan dan membuatnya sulit untuk menggerakkan benda-benda kecil seperti kunci.

Penyebabnya adalah penyempitan di saraf ulnaris, yang merupakan saraf utama di otot-otot kecil tangan dan menyediakan rasa ke jari kelingking. Berlangsung melalui saluran cubital, suatu ruang sempit di belakang siku dan di bawah otot ketiak dalam perjalanannya menuju tangan. Ini adalah “funny bone” (ujung siku) yang menyebabkan kesemutan di jari saat bagian dalam siku menyenggol permukaan keras. Beberapa orang mempunyai ruang yang lebih sempit atau berkas jaringan yang tebal sepanjang saraf, membuatnya rentan terhadap penyempitan.

Pengobatannya serupa dengan sindrom saluran carpal. Siku harus diistirahatkan dan dijaga tetap lurus selama mungkin. Saat tidur, penahan harus digunakan untuk menjaga siku dari tertekuk. Dilakukan olahraga untuk mencoba dan membebaskan saraf. Direkomendasikan untuk operasi jika gejala tidak pulih setelah tiga bulan pengobatan konservatif. Pengambilan saraf ulnaris keseluruhan di sekitar siku biasanya memerlukan sayatan sepanjang 10cm supaya aman. Akan tetapi, dengan teknik MIS, saraf ulnaris dapat dengan aman diambil melalui sayatan 2 sampai 3 cm yang tersembunyi di belakang siku. Nyerinya sangat sedikit, dan lengan dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari pada hari berikutnya.

Pengurangan tekanan saraf MIS, saat dilakukan oleh seorang dokter bedah tangan berpengalaman dalam teknik-teknik ini telah terbukti sama amannya dengan operasi terbuka tradisional, dengan fungsi kesembuhan yang lebih cepat, nyeri pasca-operasi yang lebih sedikit dan kesembuhan yang lebih cepat. Lebih dari 90% kasus sindrom saluran carpal dan 80% kasus sindrom saluran cubital sembuh jika dikurangi tekanannya dalam enam bulan setelah mengetahui gejalanya.

 

Dr. Andrew Yam

MBBS (Australia), MRCS (Edinburgh), MMED(Surgery), FAMS (Bedah Tangan)

Dr. Yam memperoleh gelar medisnya dari Flinders University pada tahun 1997. Beliau menjadi anggota Royal College of Surgeons (Edinburgh) pada tahun 2003 dan memperoleh Master of Medicine (Bedah) dari National University of Singapore pada tahun 2004. Beliau mendapat pendidikan dalam bedah tangan di Singapore General Hospital dan National University Hospital dan telah diakreditasi sebagai seorang spesialis bedah tangan pada tahun 2007. Dr Yam mendapatkan keanggotaannya dalam operasi saraf periferal dan brankial pleksus di Royal National Orthopaedic Hospital di London. Beliau juga menyelesaikan workshop tentang kelumpuhan otak, tetraplegia dan rekonstruksi brankial pleksus di pusat yang ternama secara internasional. Ketika beliau kembali, beliau menjabat sebagai Direktur di Layanan Saraf Periferal dan Kelumpuhan Anggota Badan Bagian Atas di Singapore General Hospital. Beliau juga menjadi Associate Program Director dari SingHealth Residency Program untuk bedah tangan dan Profesor Asisten Tambahan di Duke-NUS Graduate Medical School. Pada masa jabatannya sebagai konsultan dalam Departemen Operasi Tangan, Singapore General Hospital, Dr Yam telah mendapatkan beberapa penghargaan dalam kualitas layanan kesehatan dan pengajaran yang bermutu tinggi. www.charmssingapore.com