+62 812-1854-1254 info@healthytimes.co.id

Berbagai penyuluhan pencegahan diare maupun cara penangan diare dengan tepat sudah dilakukan oleh pemerintah. Namun pada kenyatannya, masih banyak bayi dan balita yang dirawat akibat diare, bahkan meninggal.

Hampir semua anak pernah mengalami diare, di periode awal kehidupan mereka. Diare tidak selalu disebabkan infeksi dan beberapa kasus diare hanya berlangsung singkat dan tidak membahayakan. Tetapi, orangtua tidak boleh mengabaikan diare apapun penyebabnya.

Diare, dalam istilah kedokteran adalah buang air besar dalam bentuk cair dan frekuensi yang meningkat (terus menerus). Umumnya, diare disebabkan infeksi di saluran pencernaan baik disebabkan virus, bakteri, atau parasit.

Penyebab tersering infeksi saluran cerna yang menyebabkan diare adalah virus, terutama rotavirus. Virus ini sangat menular sehingga umumnya diare terjadi “berjamaah” di satu lingungan. Untunglah saat ini ada vaksin rotavirus yang dapat mencegah 75% kasus infeksi rotavirus dan 98% kasus diare berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Diare, kadang disertai muntah. Orangtua biasanya panik jika kondisi ini terjadi pada bayi, karena mereka masih sangat lemah. Berikut ini adalah diare pada bayi dan anak-anak dan bagaimana penanganannya:

Bayi

Diare pada bayi tak selalu sebuah penyakit. Kebanyakan bayi BAB dalam frekuensi lebih dari sekali sehari dan memiliki bentuk feses cair, terutama pada bayi yang minum ASI. Tetapi jika BAB bayi terlalu sering hingga lebih dari 6 kali sehari dan sangat cair, disertai bayi rewel dan tidak mau minum ASI, maka harus dilakukan tindakan segera.

Diare dan muntah pada bayi jauh lebih serius dibandingkan pada anak-anak. Bayi lebih mudah kehilangan cairan dan mengalami dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi adalah rewel, mulut kering, kulit pucat dan kendur, ubun-ubun cekung, dan tidak kencing. Selain itu bayi menolak minum susu atau ASI, dan tangan serta kaki dingin.

Jangan tunda dan segera bawa bayi ke rumah sakit terdekat. Jangan sampai bayi sudah dalam kondisi tidak menunjukkan respon, baru dibawa ke rumah sakit. Terapi diare adalah rehidrasi atau pemberian cairan pengganti. Di rumah sakit ada banyak cara memberikan cairan rehidrasi, jika pemberian oralit sulit dilakukan di rumah.

Balita dan anak-anak

Anak-anak usia 1-5 tahun juga kerap mengalami diare.  Kadang BAB si Kecil berbau, cair dan bahkan masih mengandung apa yang dimakan sebelumnya misalnya wortel atau kacang. Tak jarang anak-anak yang mengalami diare tidak menunjukkan gejala sakit dan tetap aktif.

Penyebab diare pada anak-anak bisa karena infeksi virus, bakteri di saluran cerna, keracunan makanan, atau akibat alergi makanan. Diare yang disebabkan infeksi biasanya disertai muntah, dikenal dengan gastroenteritis.

Untuk memastikan penyebabnya, orangtua sebaiknya membawa si Kecil ke dokter jika diare disertai muntah, diare berupa air, ada darah dalam fesesnya, atau berlangsung lebih dari dua hari dan disertai sakit perut. Jangan memberikan anak obat oral diare yang dibeli bebas, karena dapat berbahaya. Pengobatan yang benar adalah memberikan pengganti cairan  dengan oralit.