Lari merupakan pilihan olahraga yang murah tapi cukup efektif. Jenis kegiatan ini dapat membakar lemak dengan cepat. Namun, olahraga lari pun ternyata tak bisa dilakukan sembarangan. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar Anda memperoleh hasil yang maksimal.

Kardio

Jangan Berlari dengan Pola Sama

Perlu diketahui, tubuh layaknya mesin cerdas yang akan menyimpan pola berulang. Ketika tubuh Anda berhasil “mengingat” pola itu, maka latihan Anda akan menjadi makin ringan. Tubuh Anda tidak lagi bereaksi secara maksimal. Karenanya, tingkatkan target lari Anda. Ubah rute lari setiap beberapa minggu sehingga tubuh Anda mendapatkan tantangan baru.

Perhatikan Tempo

Variabel paling penting dalam semua jenis latihan kardio adalah intensitas. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Western Ontario mengungkapkan bahwa berlari dengan waktu yang lebih singkat namun dengan tempo cepat dapat membakar lebih banyak lemak dibandingkan berlari lama namun konstan. Jadi, jika Anda berlari santai, wajar jika hasilnya juga “nyantai”. Jadi, lari cepat itu akan memaksa tubuh untuk mengisi kembali energi dengan mengubah asam laktat menjadi glukosa dan menormalkan kembali hormon setelah berlari. Artinya, efek pembakaran lemak tetap terjadi setelah latihan.

Hindari Terlalu Fokus

Salah satu kesalahan umum dalam penurunan berat badan adalah anggapan bahwa mayoritas kalori terbakar dengan berolahraga. Padahal, aktivitas sehari-hari juga membakar kalori, termasuk berpikir. Olahraga, seperti berlari dan latihan di gym, selain membakar kalori tapi juga akan akan menghasilkan lebih banyak otot dan semakin banyak otot dalam tubuh, semakin banyak kalori yang dibakar. Berorientasilah pada pembakaran kalori sekaligus pembentukan otot. Tubuh yang berotot menjadi mesin pembakar lemak dan kalori yang efektif.

Frekuensi yang Berlebihan

Mungkin, Anda berpikir bahwa tubuh akan makin terlatih jika jadwal latihan dibuat sedekat mungkin. Padahal, itu justru bisa membuat tubuh Anda kelelahan dan mengalami stres. Keadaan ini dapat mempengaruhi hormon kortisol yang menyebabkan resistensi insulin. Akibatnya, lemak justru cenderung menumpuk, terutama di sekitar perut. Jangan menyiksa diri. Berlarilah secara intensif – jangan terlalu lama- dan naikkan target secara berkala. Sisanya, berikan waktu istirahat yang cukup untuk tubuh Anda.