jangan_buang_sampah_plastikSebanyak 7.896 ton sampah setiap hari dihasilkan warga Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 17 persen atau sebanyak 1.342 ton merupakan sampah plastik yang sulit untuk terurai secara alami.

Menyadari hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup mendorong pengelolaan sampah plastik agar lebih produktif dengan melibatkan masyarakat. Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan, sampah plastik dapat dikelola melalui keberadaan bank sampah.

“Adanya bank sampah ini penting. Karena selain menjadikan lingkungan lebih bersih, juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Balthasar. Hingga saat ini, Balthasar telah meresmikan lebih dari 1.000 bank sampah di berbagai wilayah Indonesia. Bank sampah mampu menggerakkan roda perekonomian suatu kawasan dari sisi peredaran uang maupun jumlah tenaga kerja.

“Nilai ekonomis bank sampah ini dalam satu hari mencapai Rp 13 miliar sampai Rp 14 miliar. Belum lagi ada satu sampai dua juta orang bekerja di bank sampah,” kata dia.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong perkembangan bank sampah agar lingkungan menjadi bersih dan sehat bagi masyarakat Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup juga akan berupaya mengontrol penggunaan plastik agar tak mencemari lingkungan.

Selain pengelolaan sampah melalui keberadaan bank sampah, Bathasar juga optimistis nantinya sampah plastik dalam diolah menjadi bahan bakar. Sebagai tahap awal, ia meminta pihak industri mempelopori pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar.

Saat ini, pembuangan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukanlah solusi yang cukup bijak dalam pengelolaan sampah plastik ini. Karena itu, sampah plastik perlu diolah. Bagaimana mengolahnya? Berikut ini beberapa cara mengolah sampah plastik:

Konversi ke bahan bakar padat

Dilakukan dengan mencacah sampah plastik dan kemudian membriketnya untuk nantinya menjadi bahan bakar briket. Bahan bakar ini kemudian bisa digunakan untuk pembakaran di tungku-tungku industri.

Konversi ke bahan bakar cair

Dengan menggunakan prinsip pirolisis dimana sampah plastik dipanaskan pada suhu sekitar 500oC sehingga fasenya akan berubah menjadi gas dan kemudian akan terjadi proses perengkahan (cracking). Setelah itu didinginkan kembali dan bisa mendapatkan bahan bakar cair setara dengan bensin dan solar.

Konversi ke bahan bakar gas 

Ini bisa dilakukan dengan teknologi gasifikasi dimana sampah plastik dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi mencapai 900 derajat dengan prinsip oksidasi parsial. Sehingga akan  dihasilkan gas hidrokarbon yang  bisa dimanfaatkan untuk keperluan industri.

Diolah dan dikreasikan untuk berbagai produk plastik

Misalnya dengan mengolah menjadi tas anyaman dan jahitan berbahan baku plastik sasetan bekas, dompet dari plastik sasetan bekas, dan tas rajutan dengan bahan baku kresek bekas.