face to faceSelalu saja ada masalah dalam kehidupan rumah tangga. Hal tersebut tentu tidak dapat dihindari. Masalah juga membuat pasangan terjebak dalam situasi serba tidak menyenangkan. Bahkan, ada kalanya muncul pikiran aneh, misalnya keinginan untuk bercerai.

Pikiran tersebut dapat dihilangkan jika pasangan rajin interospeksi dan membuka jalur komunikasi dua arah. Jika usaha ini mandek, cobalah minta bantuan dari pihak ketiga, seperti orangtua, sahabat, ataupun penasihat pernikahan. Munculnya masalah dalam perkawinan memang hal yang lumrah. Sebab, laki-laki adalah makhluk Mars, sedangkan perempuan adalah makhluk Venus, yang mempunyai perbedaan mendasar. Maka, bila keduanya disatukan dalam ikatan perkawinan, tentu perbedaan pendapat tak bisa dielakkan. Penyelesaiannya? Gampang saja. Pasangan harus memendam ego, mau mengalah, dan tidak lari dari
masalah. Di samping itu, beberapa langkah berikut juga patut dicoba sebagai langkah negosiasi dalam rumah tangga untuk meminimalkan masalah:

1. Memprioritaskan Keinginan
Keinginan biasanya tersusun secara berlapis. Keinginan sekunder yang kurang penting berada di lapisan teratas, sementara keinginan primer berada di bagian bawah. Karena itu, galilah sedalam mungkin.

2. Realistis
Beberapa keinginan, tak peduli seberapa besar harapan Anda untuk segera mewujudkannya, tidak bisa terealisasi secara instan. Karena itu, Anda harus realistis.

3. Waktu dan Tempat
Carilah waktu dan tempat yang tepat untuk berbicara dengan pasangan. Jangan asal menetapkan waktu, tetapi tanyakan pada pasangan kapan ia memiliki waktu luang untuk berbicara dengan Anda.

Jika selama proses negosiasi, perhatian pasangan terpecah, tanyakan apakah diskusi masih bisa dilanjutkan. Jika memang tidak memungkinkan, cobalah atur waktu lain.

4. Terbuka
Masalah terbesar bagi sebagian orang adalah, mereka merasa mengutarakan keinginan membuat mereka tampak seperti seorang penuntut, yang ujung-ujungnya akan memicu pertengkaran dan merusak hubungan. Sebagian juga merasa, pasangan seharusnya sudah mengetahui, atau bisa mencari tahu sendiri keinginan mereka.

Intinya adalah, tanyakan pada pasangan, apa yang sebenarnya mereka pikirkan? Utarakan juga apa yang Anda pikir menjadi pilihan pasangan. Jika semua hal dijabarkan dengan jelas, penyelesaian masalah akan jauh lebih mudah.

5. Tahan Emosi
Menyampaikan keinginan terdalam, apalagi yang sudah begitu lama terpendam, akan membangkitkan emosi, bahkan bisa membuat Anda berlaku kekanak-kanakan. Tetapi, cobalah tahan emosi Anda.

Tak perduli seberapa marah dan kecewanya Anda, cobalah tahan kemarahan itu. Walau bagaimanapun, menyakiti pasangan dan diri sendiri tidak akan membawa Anda ke arah yang lebih baik, justru sebaliknya.

6. Saling Memberi
Saling memberi adalah inti dari semua hubungan. Karena itu, cobalah Anda tawarkan “balas jasa” terhadap pengorbanan pasangan, misalnya, “Apa yang harus saya lakukan agar kamu mau melakukan yang saya pinta?” Dengan begitu, Anda dan pasangan tidak merasa “kalah”, justru saling berkontribusi demi mewujudkan keharmonisan hubungan.

7. Komitmen
Setelah kesepakatan diambil, rumuskan aturan yang jelas mengenai tugas masing-masing pihak. Tetapkan juga waktu pengecekan, misalnya sebulan sesudahnya. Jika ternyata kesepakatan yang diambil tidak membuahkan hasil positif, bersiaplah untuk membuat rencana penyesuaian.

8. Saling Percaya
Anda harus meyakini kesungguhan dan komitmen pasangan, tetapi jangan lupakan fakta bahwa pasangan adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Karena itu, jika suatu saat ia melenceng dari kesepakatan, jangan langsung menuding ia tidak bertanggung jawab. Alih-alih, Anda perlu mengingatkannya akan komitmen awal.

 

Jangan lupa untuk menanyakan apa yang terjadi dengan pasangan, apa yang membuatnya sampai melenceng dari tujuan awal. Bisa jadi, pasangan salah menangkap maksud Anda, atau ia sebenarnya tidak menyetujui kesepakatan awal. Jika memang itu yang terjadi, Anda perlu melakukan negosiasi ulang.

Kali ini, biarkan ia bicara dan mengungkapkan apa yang sebenarnya ia rasakan, inginkan dan anggap tepat. Hal ini mungkin sedikit kurang nyaman bagi Anda berdua, namun jika Anda tidak segera menjernihkan masalah, hal itu bisa melahirkan ancaman baru bagi hubungan Anda.