Transportasi Masa DepanBila memikirkan masa depan, imajinasi kita akan melayang pada pada hal-hal lain, bukan tentang mobil listrik. Meski mobil listrik telah lama digembar-gemborkan sebagai jawaban atas masalah energi dan memberi kesan seperti itulah mobil futuristik. Sesungguhnya, ide mobil listrik muncul kembali setelah 100 tahun, tapi baru sekarang mobil listrik menjadi semakin populer di seluruh dunia karena meningkatnya harga bahan bakar.

Mobil listrik adalah sebuah kendaraan yang digerakkan oleh motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan di dalam baterai. Motor listrik memberi mobil tenaga putaran yang instan, serta akselerasi yang halus dan kuat.

Sejarah 

Mobil listrik pertama kali muncul pada tahun 1888, bahkan sebelum mobil dapat ditemukan di jalanan. Mobil listrik populer selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 sampai terciptanya Model T dan tuntutan besar di Amerika Serikat atas penggunaan mesin berbahan bakar bensin, dibandingkan dengan mesin-mesin yang menggunakan tenaga listrik. Ini memicu penurunan drastis dalam penggunaan mobil listrik sampai benar-benar menghilang di abad ke-20.

Ketika terjadi krisis energi di tahun 1970-an dan 1980-an, ketertarikan pada mobil listrik muncul kembali, tetapi sekali lagi memudar karena harga bensin yang murah di era 90-an yang juga mendorong orang memilih kendaraan yang semakin besar seperti Hummer dan SUV.

Pada tahun 2008, saat harga bensin melonjak melebihi 100 dollar AS per barel, masyarakat pengguna kendaraan bermotor mulai melirik kembali mobil listrik hingga kini menjadi luar biasa populer di seluruh dunia. Kekhawatiran terhadap meningkatnya gas rumah kaca juga mempengaruhi perubahan ini.

Saat ini, penjualan teratas mobil listrik yang tangguh di segala meda adalah Nissan Leaf, yang telah terjual 83.000 unit di seluruh dunia sampai dengan September 2013. Mitsubishi  i-MiEV telah menjual 30.000 unit sampai dengan Juni 2013, dan Tesla Model S telah menjual 18.200 unit sampai dengan Sepetember 2013. Total penjualan mobil listrik pada tahun 2012 sangat tinggi di berbagai negara. Jepang, AS, Cina, Perancis dan Norwegia, masing-masing penjualan mencapai 28%, 26%, 16%, 11% dan 7%.

Menurunkan harga 

Salah satu alasan mengapa masa depan mobil listrik sangat cerah adalah menurunnya harga baterai, yang merupakan bagian termahal dari mobil ini. Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Council untuk Energy-Efficient Economy di tahun 2013, harga baterai telah menurun sampai dengan US$500 per kilowatt jam pada tahun 2012 dibandingkan dengan harga di tahun 2007 yang sebesar US$1,300 per kilowatt. Departemen Energi Amerika Serikat telah berjanji untuk menurunkan harga baterai sampai dengan US$300 per kilowatt jam pada tahun 2022. Ini akan membuat mobil listrik menjadi lebih kompetitif dalam harga dibandingkan dengan mobil konvensional.

Efek pada Lingkungan Lebih sedikit efek pada lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak bumi merupakan keunggulan utama dari mobil listrik.  Menurut penelitian, kendaraan listrik yang diisi dengan jaringan listrik AS membuang 115 gram CO2 dalam proses pengisian. Ini kurang dari separuh dibandingkan mobil berbahan bakar bensin yang membuang 250 gram CO2, yang menempuh jarak yang sama dengan mobil listrik yang terisi penuh.

CO2 yang dihasilkan dari pengisian mobil listrik kurang dari separuh yang dihasilkan oleh mobil berbahan bakar bensin…

Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia

Pemerintah Indonesia cukup serius dalam mengembangkan produksi mobil listrik di tanah air. Mulai tahun 2014, melalui Kementrian Riset dan Teknologi akan mulai memproduksi mobil listrik non-komersil, kemudian dilanjutkan semi-komersil pada 2015, komersil (2016), dan produksi massal (2017). Pengembangan mobil listrik di Indonesia disebabkan oleh 2 alasan, karena tingkat konsumsi energy yang terus meningkat dan pencemaran udara. Pemerintah sendiri yakin jika mobil listrik memiliki prospek sangat bagus di tanah air, meski terdapat kendala pada teknologi baterai mobil listrik. Indonesia masih sangat memerlukan sumber daya manusia, tepatnya peneliti dan kalangan akademisi untuk pengembangan teknologi baterai. Bila riset tentang baterai mobil listrik berhasil maka produk Indonesia akan dapat bersaing secara internasional.