bottlegroup_1Kebanyakan para orang tua berpikir bahwa memilih botol susu untuk si kecil adalah perkara mudah. Telah banyak tersedia berbagai merek botol dengan bentuk lucu dan bersahabat dengan kantong Anda. Namun, apakah botol susu tersebut bisa bersahabat juga dengan kesehatan si kecil?

Akhir-akhir ini mungkin Anda sering menemukan botol susu barlabel “BPA Free”. Namun, banyak sekali orang tua yang belum memahami maksud dari label BPA Free. Sebelum Anda mengetahui lebih lengkap mengenai BPA Free, mari simak contoh kasus
berikut ini.

Efek Merebus Botol Susu

Sering kali Anda terbiasa mensterilkan botol susu dengan cara merebusnya Namun tahukan Anda bahwa hal ini bisa berbahaya untuk kesehatan si kecil? Untuk botol susu yang terbuat dari plastik jenis Polikarbonat (PC), apabila direbus kemungkinan plastik ini akan melepaskan residu senyawa kimia, yaitu Bisfanol.

Senyawa tersebut akan terlepas ke dalam susu formula yang menjadi isi suatu kemasan yang mengandung BPA. Senyawa akan banyak terlepas bila terkena panas akibat proses perebusan. Senyawa Bisfanol akan menimbulkan efek Endocrine Disruptor yang mengganggu sistem hormon bayi. Perlengkapan makan dan minum yang mengandung Bisphenol-A bisa mempengaruhi kesehatan, reproduksi, perkembangan, dan tingkah laku si kecil.

Untuk itu sebaiknya Anda mensterilkan botol susu cukup menggunakan alat sterilisasi atau merendam/ menyiramnya dengan air panas beberapa kali. Penting juga untuk memilih botol susu yang mencantumkan label BPA Free yang terbuat dari bahan PP atau PES dalam kemasannya.

Apa itu BPA?

Bisphenol-A (BPA) merupakan zat kimia sintetis yang biasa digunakan dalam proses pembuatan plastik polikarbonat (PC) dan juga merupakan bahan plastik bening yang kuat. Bahan BPA banyak digunakan untuk pembuatan botol-botol minum, peralatan makan bayi, bahkan kepingan CD/DVD.

Pada tahun 1936, Bisphenol A (BPA) awalnya mulai diproduksi untuk digunakan sebagai hormon sintetik. Sedangkan, BPA disintetis melalui reaksi kondensasi aseton dan phenol bersama asam hidroklorida sebagai katalis BPA digunakan sebagai monomer atau bahandasar dalam sintetis epoksi resin yang digunakan sebagai pelapis dinding, kemasan metal makanan, perekat, komponen mobil dan sebagainya. Serta plastik polikarbonat yang banyak digunakan untuk pembuatan botol susu, mainan anak-anak, peralatan rumah tangga, kemasan makanan, dan kemasan air mineral.

Untuk itu sebaiknya Anda mensterilkan botol susu cukup menggunakan alat sterilisasi atau merendam/menyiramnya dengan air panas beberapa kali. Penting juga untuk memilih botol susu yang mencantumkan label BPA Free yang terbuat dari bahan PP atau PES dalam kemasannya.

Apakah BPA berbahaya? 

Penelitian dari University of Cincinnati menemukan, eksposur terhadap air mendidih menyebabkan botol susu berbahan polikarbonat (PC) melepaskan BPA hingga 55 kali lebih cepat dibanding air dingin atau air dengan temperatur normal. Senyawa BPA terlepas dari plastik dan akan larut dalam cairan yang berada dalam botol tersebut.

Apabila Anda terus-menerus menggunakan peralatan makan yang mengandung BPA dalam jangka waktu yang lama, hal ini sangat berbahaya untuk kesehatan. Bagi pria, masuknya senyawa BPA ke dalam tubuh mengakibatkan penurunan produksi sperma, penambahan berat prostat, dan kanker testis. Sementara pada perempuan, BPA berpotensi menimbulkan risiko kanker payudara dan tidak normalnya perkembangan endometrium yang dapat menyebabkan permasalahan kesuburan.

Senyawa BPA juga berbahaya untuk anak, terutama bayi yang masih dalam kandungan dan bayi yang baru lahir melalui botol susu dan peralatan makannya. Si kecil akan mengalami perubahan sistem imun, obesitas, pubertas dini, perkembangan sistem saraf menjadi terhambat, mengganggu organ reproduksi, dan tingkah lakunya. Melihat dampak berbahaya dari BPA, Kanada menjadi negara pertama di dunia yang mengklasifikasikan BPA sebagai zat beracun.

Kemudian disusul oleh dua negara di Uni Eropa, yaitu Perancis dan Denmark, yang memberlakukan larangan terhadap botol susu ber-BPA. Pihak pemerintah Denmark bahkan memberlakukan larangan untuk semua peralatan makanan bagi anak-anak di bawah tiga tahun.

Apa yang harus Anda lakukan?

Untuk para orang tua, Anda dapat mengambil langkah untuk mengurangi pengaruh bahan kimia yang berpotensi membahayakan si kecil dengan cara

  1. Pilihlah botol susu berlabel BPA Free
  2. Pilih botol susu BPA Free yang terbuat dari bahan PP dan PES, biasanya tercantum pada kemasannya
  3. Hindari merebus botol susu pada air mendidih atau air panas. Sebaiknya, sterilkan dengan cara merendam atau menyiram botol susu dengan air panas beberapa kali. Jika menggunakan alat sterilisasi elektrik, pastikan suhu yang dipakai disesuaikan denga ketahanan botol
  4. Senyawa berbahaya dari botol susu berbahan PC juga bisa lepas jika Anda menggosok botol dengan sikat yang keras saat membersihkannya. Pilihlah sikat botol dan dot yang lembut dan terjaga kualitasnya. Disarankan menggunakan sikat berbahan silikon lembut.
  5. Sebaiknya botol susu digunakan dalam jangka 1 tahun. Tetapi, jika botol sudah terlihat buram, sudah boleh diganti dalam jangka 6 bulan.

Lakukan pencegahan dengan memberikan botol susu dan peralatan makan bayi yang aman untuk anak Anda. Berikan ASI eksklusif untuk si kecil karena ASI merupakan makanan terbaik dan memberikan banyak manfaat untuk bayi.