images (4)Kanker mulut jarang ditemukan. Beda dengan kanker paru atau payudara yang amat sering dijumpai. Pemicunya, menurut Assoc. Prof. Victor Fan dari Departemen Operasi Mulut dan Maksilofasial, Fakultas Kedokteran Gigi, National University of Singapore, adalah terlambat dideteksi.

“Anda dapat memeriksa mulut dengan cukup mudah, jadi seseorang harus menemui dokter gigi atau dokter ketika ada sesuatu yang tidak biasa,” kata Dr Fan.

Hal yang tidak normal itu, di antaranya benjolan atau bengkak, bercak putih atau merah, atau ulkus yang tidak sembuh dalam dua minggu sampai sepuluh hari. Ulkus sangat menyakitkan meski dapat sembuh.

“Ulkus yang bersifat kanker cenderung menjadi lebih keras, dan tidak selalu sakit,” katanya.

Jika kanker menyebar ke lidah, maka pasien mungkin tidak dapat berbicara dengan baik atau bahkan sulit makan.

Perokok yang juga peminum berat berisiko tinggi terkena kanker mulut, yakni sebesar 40 kali.

Orang India cenderung untuk memiliki kecenderungan genetis terhadap kanker mulut, catatnya.

Deteksi dini berarti peluang 80 sampai 90 persen untuk sembuh, kata Dr Fan, tetapi jika kanker terdeteksi terlambat, maka peluang jatuh ke 20 sampai 30 persen. “Jadi hal ini sangat dramatis. Adalah penting untuk menyingkap kanker lebih awal.”

image004

Dr Victor Fan

Konsultan Senior Ahli Bedah Mulut & Maksillofasial

MB BCH; BAO (Inggris), BDS (Singapurae), FDSRCS (Inggris), FRCS (Ing), FRCS (OMFS) Intercollegiate Board, FAMS

Dr Victor Fan adalah salah satu dari dua ahli bedah Mulut dan Maksilofasial yang terkualifikasi secara medis di Singapura. Prakteknya saat ini di Gleneagles Medical Centre meliputi operasi implant gigi, operasi gigi, dan operasi maksilofasial utuma yang termasuk operasi dan rekonstruksi kanker mulut, operasi kecantikan wajah dan ortognatik.

www.orofacialsurgery.com.sg