Joyce Lim (bukan nama sebenarnya) mengeluhkan kesulitan berjalan,  nyeri pada kaki, terutama di sekitar tumit. Di pagi hari, sakit dirasakan setiap kali menapakkan kaki ke lantai, terutama pada tumit kanan. Kondisi ini menyebabkan dia berjalan dengan pincang.

Kesulitan Berjalan

Setelah berjalan selama beberapa waktu, rasa nyeri yang dirasakan mereda. Setiap kali Joyce berdiri dari posisi duduk lama, nyeri tajam menyebabkan dia tidak dapat langsung berjalan. Setelah lama berjalan, rasa tidak nyaman ini semakin bertambah.

Dia telah mendiskusikan hal ini dengan dokter dan telah mencoba berbagai obat tanpa perbaikan berarti. Dokter mendiagnosa dengan plantar fascitis (dikenal juga dengan plantar fasciopathy atau jogger’s heel).

Rasa nyeri yang dirasakan terjadi karena bone spur yang ada di kaki. Joyce telah mencoba terapi injeksi, namun terapi ini hanya berhasil sementara. Dia juga telah membeli banyak sepatu, namun rasa nyeri tidak hilang. Dia menjadi takut berjalan karena rasa nyeri yang terjadi saat berjalan atau berdiri.

Plantar Fascitis dan Heel Spurs

Plantar fascitis adalah kondisi yang dikaitkan dengan rasa sakit pada kaki. Penderita, bahkan dokter, seringkali bingung dengan istilah plantar fascitis dan heel spurs. Kedua istilah ini adalah dua kondisi yang berbeda.

Plantar fascitis didefinisikan sebagai peradangan pada ikatan jaringan yang berjalan dari tumit sepanjang kaki, sedangkan heel spur adalah kelebihan tulang yang dapat terbentuk pada tulang tumit (calcaneus). Sekitar 70% penderita dengan atau tanpa plantar fascitis memiliki heel spur yang dideteksi melalui X-ray.

Seringkali timbul pertanyaan apakah bone spur menyebabkan rasa nyeri pada tumit. Bone spur umumnya tidak berbahaya dan tidak menyebabkan gejala sehingga apabila plantar fascitis telah sembuh, bone spur tidak perlu perawatan.

Lebih Jauh tentang Plantar Fascitis

Plantar fascitis sering terjadi pada pria dan wanita usia pertengahan, namun dapat juga terjadi pada semua kelompok usia. Diagnosanya cukup mudah yaitu rasa nyeri terlokalisir pada daerah tumit kaki.

Plantar fascitis terjadi akibat iritasi pada jaringan konektif yang berjalan dari tulang tumit ke kaki. Pada plantar fascitis terjadi peradangan pada jaringan konektif yang membentuk kaki (tendonitis) dan proses degeneratif (tendinosis). Abnormalitas ini menyebabkan rasa nyeri pada saat melakukan aktivitas normal seperti berjalan dan berdiri.

Gejala plantar fascitis biasanya memburuk saat bangun pagi. Hal ini terjadi karena kaki masih kaku sehingga gerakan sederhana menyebabkan jaringan tertarik. Rasa nyeri lebih hebat dirasakan saat pertama kali menapakkan kaki ke lantai. Rasa nyeri perlahan berkurang namun kembali dirasakan setelah berdiri atau berjalan dalam waktu lama.

Plantar fascitis seringkali, namun tidak selalu, berkaitan dengan penambahan bobot tubuh. Kondisi ini juga sering dialami oleh pelari rekreasional. Hal ini terjadi karena terjadi tarikan tiba-tiba pada tumit dan menyebabkan kerusakan jaringan fibrosa yang membentuk kaki.

Perawatan Plantar Fascitis

Perawatan plantar fascitis masih belum memuaskan dan sangat terbatas. Istirahat, dengan es batu, bahkan dengan obat penghilang sakit pun tidak terlalu berhasil pada kondisi ini. Akupuntur TCM juga digunakan sebagai alternatif namun belum ada bukti yang menunjukkan keberhasilan perawatan ini.

Apabila rasa nyeri tidak hilang, injeksi kortison dapat meredakan peradangan. Walaupun demikian, ahli profesional seringkali menolak injeksi kortison karena dapat menyebabkan masalah yang serius pada daerah tumit. Dua masalah yang ditakuti adalah atropi bantalan lemak dan ruptur fascial plantar.

Terapi gelombang dengan ultrasonik dengan merangsang mikrotrauma pada jaringan plantar telah dicoba pada beberapa kasus.  Mikrotrauma ini bertujuan merangsang proses penyembuhan jaringan oleh tubuh sendiri.