Punya kerutan? Berniat atasi kerutan? Atau saat Anda tersenyum, crows’ feet muncul di sudut mata Anda sehingga Anda terlihat lebih tua? Anda telah membaca tentang Botox dan dermal fillers. Terapi ini telah diperkenalkan sejak beberapa tahun yang lalu namun sampai saat ini masih merupakan terapi paling populer mengatasi wajah yang keriput.

Beberapa selebriti juga menggunakan terapi ini. Terapi kosmetik minimal invasif ini mungkin merupakan jawaban dari masalah Anda, sehingga berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui.

Atasi kerutan

Toksin Penghilang Kerutan

Botox adalah sebuah nama merk dari toxin Botulinum. Merk lain dari toxin ini adalah Vistabel, Botox cosmetic, Dysport, Bocouture, Xeomin dan Myobloc. Toksin ini telah dikenal baik oleh wanita bahkan pria. Sehingga tidak mengejutkan bahwa penggunaan prosedur ini telah meningkat drastis hingga 6,1 juta di tahun 2012.

Bakteri yang dikenal dengan Clostrium botulinum menghasilkan toksin. Saat bakteri mati, neurotoksin dilepaskan dan mempengaruhi syaraf sehingga menyebabkan paralisis otot. Kondisi ini menyebabkan botulism, suatu penyakit yang membahayakan nyawa dan menyebabkan paralisis otot dada sehingga menyebabkan kegagalan pernapasan dan kematian. Satu gram toksin ini dapat membunuh jutaan orang.

Walaupun demikian, para ahli telah mengubah toksin ini menjadi obat yang menguntungkan. Toksin dalam jumlah sedikit dapat digunakan untuk mengobati migrain, keluarnya keringat berlebihan, inkontinensia, berkedip terus menerus, dan 20 kondisi medis lainnya.

Efek paralisis ini dapat menghilangkan kerutan dan garis-garis pada wajah. Toksin yang sudah mengalami dilusi dimasukkan ke dala otot dan menyebabkan paralisis.toksin ini bekerja dengan menghambat pelepasan bahan kimia di pertemuan ujung syaraf dan otot, sehingga otot tidak mengalami kontraksi dan menjadi kaku.

Injeksi toksin botolinum menghilangkan garus-garis glabela atau garis pada kening; crows’ feet disekitar mata; dan kerutan di sudut mulut. Kulit yang menua serta kerutan akibat kerusakan matahari menunjukkan perbaikan dengan terapi ini.

Prosedur

Seperti diungkap dalam majalah kesehatan Indonesia, Healthy Times, dua minggu sebelum terapi, Anda diminta menghentikan konsumsi aspirin atau obat anti inflamasi. Seminggu sebelum terapi, Anda juga diminta untuk tidak minum alkohol. Injeksi dilakukan selama beberapa menit dan tanpa anestesia. Bubuk yang dicampur dengan salin dimasukkan ke dalam jarum suntuk dengan ukuran sangat kecil dan disuntikkan ke otot tertentu pada wajah. Ketidaknyamanan ringan setelah terapi adalah hal yang dirasakan.

Hasil terapi ini dapat diamati setelah 3 hari, hingga 7 hari dan akan menghilang setelah 4 sampai 5 bulan, sehingga Anda disarankan kembali untuk melakukan terapi ulang. Kabar baiknya adalah kerutan yang kembali tidak seburuk kerutan pada awalnya karena Botox telah melatih otot untuk meregang.

Beberapa efek samping terapi ini adalah rasa nyeri ringan, pembengkakan dan kemerahan, mati rasa sementara, sakit kepala dan malaise, reaksi alergi seperti ruam gatal, mulut kering, kelelahan, dan kelopak mata tertutup yang akan menghilang dalam waktu 3 minggu.

Hal yang tidak boleh dilakukan pada 12 jam setelah terapi:

  1. Menggosok area
  2. Rebahan karena toksin Botulinum dapat mempengaruhi daerah lain pada wajah seperti otot kelopak mata.

Botox tidak boleh dilakukan oleh wanita hamil dan menyusui, atau penderita penyakit syaraf atau penderita yang alergi terapi ini.

 Bagaimana dengan Dermal Fillers?

Dermal fillers adalah gel transparan dari asam hialuronik, suatu komponen alami kulit. Gel disuntikkan di bawah kulit untuk menghaluskan garis-garis dan kertan seperti pada kening dan bagian bawah wajah. Gel ini juga menghaluskan garis halus pada mulut hingga dagu dan dari hidung hingga sudut bibir. Fillers dapat mengubah pipi dan dagu sehingga mempercantik wajah Anda. Apabila Anda mendambakan bibir penuh yang sensual, terapi ini sangat cocok untuk Anda.

Sebelum prosedur ini dimulai, dilakukan anestesia lokal dan filler disuntikkan ke daerah target. Tes kulit tidak dibutuhkan. Setelah injeksi, hasil dapat diamati seketika. Namun sama halnya seperti asam hialuronik pada tubuh, lama kelamaan gel akan rusak sehingga Anda harus mengulang prosedur ini kembali.

Tidak seperti toksin Botulinum, dermal fillers memberikan efek membesar, yang dapat menghaluskan garis dan kerutan. Terapi ini menghaluskan dan menghidrasi kulit. Terapi ini juga menyusun kolagen dan elastin dibawah kulit sehingga teksturnya lebih muda. Ahli dermatologi atau ahli kosmetik terlebih dahulu memeriksa kondisi Anda dan membantu Anda menentukan terapi yang sesuai antara toksin Botulinum atau dermal fillers. Kedua prosedur ini adalah prosedur yang aman.

Kecantikan tidak sekedar di kulit – namun siapa bilang Anda tidak dapat cantik luar dan dalam!