Manfaat Kedelai Fermentasi

Tanaman pangan yang paling lama melayani dunia makanan tidak diragukan lagi, kedelai. Telah menjadi bagian dalam pola makan manusia hampir selama 5.000 tahun. Kedelai adalah sumber protein yang bagus dan mengandung nutrisi lain, seperti fiber, vitamin B, dan asam lemak omega-3. Kedelai juga telah menjadi perhatian di antara para peneliti karena riwayat fitoestrogen, khususnya isoflavon dan dampak potensialnya bagi kesehatan wanita.

Protein kedelai yang difermentasi bermanfaat bagi tubuh. Protein kedelai diperoleh dari kacang kedelai, dan ditujukan pada protein yang digunakan untuk menggantikan protein hewani dalam pola makan kita. Kacang kedelai bebas kolesterol dan mengandung asam jenuh yang lebih sedikit. Protein kedelai yang difermentasi memiliki sejumlah manfaat yang lebih dari protein yang tidak difermentasi. Protein yang tidak difermentasi dapat menyebabkan kerugian pada tubuh.

Protein kedelai yang difermentasi memilikisejumlah manfaat yang lebih dari protein yang tidak difermentasi.

Manfaat Protein Kedelai Fermentasi
Protein kedelai yang difermentasi membantu dalam mendongkrak kesejahteraan secara keseluruhan dan menjauhkan penyakit. Kedelai yang difermentasi menjadi pilihan yang baik karena saat proses fermentasi, zat penghambat tripsin yang menghalangi penyerapan kandungan nutrisi yang ditemukan di kulit kedelai diambil. Protein kedelai yang difermentasi juga membantu meningkatkan kesehatan tulang dan jantung dan mengurangi gejala menopause.

Isoflavon Kedelai
Penelitian menunjukkan bahwa protein kedelai mengurangi kolesterol LDL, dan meningkatkan kolesterol HDL. Isoflavon kedelai juga mempunyai kandungan antioksidan yang melindungi kolesterol LDL terhadap oksidasi. Isoflavon kedelai juga dapat meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah. Di negara-negara dengan konsumsi kedelai yang tinggi, tingkat penyait kardiovaskuler/jantung relatif rendah. Penelitian juga menyarankan bahwa kedelai membantu mencegah plak yang menumpuk dalam arteri, yang dapat memicu stroke atau serangan jantung. Manfaat kesehatan ini kebanyakan dihubungkan dengan isoflavon kedelai, yang dapat meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah.

Jenis-jenis Makanan Kedelai yang Difermentasi
Makanan kedelai yang difermentasi seperti tempe dapat ditambahkan pada salad atau tumisan. Miso adalah makanan fermentasi tradisional Jepang yang populer di seluruh dunia. Seperti makanan fermentasi lainnya, miso meningkatkan konsentrasi bakteri
bermanfaat dalam sistem pencernaan. Organisme probiotik ini tidak hanya membantu pencernaan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Miso khususnya juga tinggi antioksidan, yang menghilangkan radikal bebas yang berbahaya dari tubuh. Natto adalah suatu kacang kedelai fermentasi tradisional yang dimakan di Jepang selama ribuan tahun. Enzim unik yang aktif “Nattokinase” hanya terkandung dalam Natto. Natto mengndung Vitamin K2 yang jarang ditemukan pada makanan lain, dapat membantu penanganan osteoporosis pada wanita.