+62 812-1854-1254 info@healthytimes.co.id

Selama ini perempuan mengenal dan melakukan pemeriksaan mamografi untuk mendeteksi benjolan di payudara, sebagai salah satu upaya deteksi dini kanker payudara. Namun mamografi ternyata memiliki manfaat lain yang tidak kalah penting, yakni mendeteksi kelainan jantung. Bagaimana penjelasannya?

Salah satu kondisi yang sering terdeteksi pada saat pemeriksaan mamografi adalah pengapuran di jaringan atau pembuluh darah yang ada di payudara. Rupanya pengapuran pada pembuluh darah arteri di payudara bisa juga merefleksikan jumlah penumpukan kalsium pada arteri  jantung, sebagai pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung.

Selama ini, perempuan sudah lebih peduli dan rutin melakukan mamografi, namun sayangnya tidak untuk penyakit jantung. Ada anggapan bahwa penyakit jantung masih didominasi kaum pria sehingga perempuan jarang sekali melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk kondisi jantungnya. Adanya kalsium berlebihan pada pembuluh darah arteri merupakan gejala awal aterosklerosis, atau pembentukan plak yang menyumbat pembuluh darah. Ateroskelrosis adalah penyebab penyakit jantung dan stroke.

Melalui penelitian ditunjukkan bahwa kalsifikasi atau pengapuran pembuluh darah arteri payudara yang terdeteksi saat melakukan mamografi, ditemukan pada perempuan yang usianya lebih tua dan memiliki kondisi seperti kolesterol tinggi, hipertensi, gula darah tinggi, atau merokok. Ini semua merupakan risiko penyakit jantung koroner. Hal ini menunjukkan bahwa adanya kalsium pada pembuluh darah arteri payudara menjadi prediktor yang 70% akurat untuk mendeteksi adanya pengapuran serupa di pembuluh darah jantung.

Oleh karena itu, perempuan yang melakukan mamografi disarankan meminta hasil tentang kalsifikasi di arteri payudara juga, selain deteksi kanker. Namun meskipun mamografi dapat menjadi petunjuk kemungkinan masalah di jantung, tetapi tidak seharusnya perempuan lantas hanya mengandalkan mamografi untuk memeriksa kesehatan jantung atau mendeteksi ada tidaknya aterosklerosis.

Langkah paling tepat agar terhindar dari penyakit jantung koroner adalah dengan mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, merokok, diet yang tidak sehat, gaya hidup kurang aktivitas dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Perempuan tetap dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk kondisi kesehatan secara umum, dan penyakit jantung.

Perempuan yang berisiko tinggi memiliki penyakit jantung koroner, dapat melakukan tes pemeriksaan kalsium di pembuluh darah, untuk melihat kalsifikasi di arteri jantung. Namun tes ini tidak direkomendasikan untuk mereka yang berusia kurang dari 50 tahun, kecuali memiliki faktor risiko tinggi. Hal ini karena tes ini memiliki paparan radiasi dua kali lebih besar dibandingkan mamografi. Perempuan juga harus mulai mengenali gejala serangan jantung seperti nyeri dada atau sesak napas, yang tidak boleh diabaikan dan harus segera ditindaklanjuti dengan tes EKG.