CERES SUMMIT ON CLIMATE RISK 2014Mengatasi perubahan iklim dan transisi ke energi bersih merupakan sebuah tantangan dan peluang ekonomi terbesar dalam iklim investor hari ini. Topik ini sudah menjadi sebuah agenda saat lebih dari 500 pemimpin keuangan global berkumpul di PBB pada Januari untuk membahas urgensi yang bertumbuh akan perubahan iklim. Selain itu dibahas juga aksi para investor yang diperlukan untuk mengurangi peningkatan resiko ekonomi.

Biaya kompetitif teknologi sudah diperbaharui, begitu pun dengan peluang investasi. Namun penyebaran energi bersih masih belum mencapai skala yang dibutuhkan untuk menghambat perubahan iklim.

Adapun kemungkinan untuk menutup kesenjangan investasi yang menjadi masalah sekarang ini. Pertama, dengan membuat biaya modal lebih rendah untuk proyek-proyek energi bersih. Kedua, menentukan dengan lebih tepat biaya modal bahan bakar fosil yang secara artifisial rendah.

Resiko Untuk Yang Tidak Ikut Bertindak

Adanya hambatan dalam melakukan investasi tambahan sebesar US $ 36 triliun untuk energi bersih antara masa kini dan 2050 memang telah diakui. Namun pihak-pihak setingkat Agensi Energi Internasional menyerukan membatasi pemanasan global yang sedang terjadi. Selain itu, Ceres juga memfokuskan diri pada peluang-peluang yang ada, terkait dengan investasi energi bersih dan resiko yang muncul terkait portofolio para investor institusional yang tidak mengambil tindakan apapun.

“Biaya kompetitif teknologi sudah diperbarui dan peluang investasi yang menarik juga sudah ada saat ini, tetapi kami masih belum bisa melihat penyebaran energi bersih pada skala yang dibutuhkan untuk menghambat perubahan iklim,” ungkap Presiden Ceres, Mindy Lubber. “Perusahaan dan investor harus mendukung adopsi kebijakan yang diperlukan dan nantinya akan membuka jalan bagi modal investasi dari semua kelas aset untuk mengalir ke energi bersih,” lanjutnya lagi.

KTT ini akan diikuti oleh Sekretaris Jenderal PBB KTT Iklim pada bulan September, di mana beliau akan berusaha meningkatkan ambisi. Termasuk di antaranya, kalangan bisnis dan investor, terhadap kesepakatan universal baru mengenai perubahan iklim di tahun 2015.

Dengan demikian, Christiana Figueres, Sekretaris Eksekutif dari Konvensi Kerangka Kerja PBB akan Perubahan Iklim, mendesak para investor untuk tetap mencari peluang  berinvestasi secara menguntungkan pada solusi energi bersih, dan mendukung proses iklim internasional.

Beliau mengungkapkan pendapatnya akan kebijakan pintar, insentif yang kreatif dan instrumen keuangan inovatif oleh pemerintah di seluruh dunia. Investor pun membutuhkan kepastian, sebuah penghapusan subsidi bahan bakar fosil yang bertahap, untuk menyamaratakan lahan bermain. Selain itu dibutuhkan juga pengungkapan penuh perusahaan “jejak karbon” untuk membuat keputusan yang terkait.

Drooping Investments

Data yang dirilis di KTT oleh Keuangan Energi Baru Bloomberg menunjukkan bahwa investasi akan energi bersih global adalah US $ 254 miliar pada tahun 2013, turun 11% dari US $ 286 miliar yang telah direvisi pada tahun 2012. Alasan penurunan ini dikarenakan penurunan biaya sistem dan dampak fotovoltaik terhadap kepercayaan investor terkait dengan pergeseran kebijakan energi terbarukan di Eropa dan Amerika Serikat.

Tetapi dengan catatan positif, investasi energi bersih melalui pasar publik lebih besar dua kali lipat seiring naiknya harga saham. Hal ini cukup memulihkan kepercayaan akan saham produsen tenaga surya dan angin. Para investor di KTT juga menunjukkan antusiasme akan hal-hal baru seperti kendaraan listrik dan dana proyek energi terbarukan.

“Walaupun terjadi penurunan investasi global pada 2013, memungkinan untuk menutup kesenjangan investasi yang ada. Pertama, dengan membuat biaya modal lebih rendah untuk proyek-proyek energi bersih. Kedua, menentukan dengan lebih tepat biaya modal bahan bakar fosil yang secara artifisial rendah,” ungkap Mark Fulton, rekan senior Ceres yang menulis makalah Ceres, “Investasi dalam Clean Trilion : Menutup Kesenjangan Investasi Energi Besih.”

Referensi : www.ceres.org