Komputasi Ramah LingkunganSaat ini penggunaan komputer telah mengendalikan hampir seluruh sisi kehidupan. Tanpa komputer, banyak kegiatan akan terhenti dan roda aktivitas dunia bisa berhenti total. Selama 30 tahun terakhir penggunaan komputer telah menjadi begitu mendarah daging dalam kehidupan manusia. Komputer terpasang di mobil kita, telepon, televisi dan bahkan pada peralatan elektronik sederhana yang biasa digunakan sehari-hari. Namun perangkat komputer memerlukan banyak listrik yang didukung oleh bahan bakar fosil. Akibatnya, industri komputer memberikan kontribusi besar terhadap perubahan iklim. Dengan membuat industri berbasis komputer dan industri komputer itu sendiri yang ramah lingkungan, diharapkan dapat memberi dampak positif pada perubahan iklim. Untuk itu maka diselenggarakanlah Konferensi Komputasi Hijau/Green Computing Conference.

Jutaan komputer bekerja dan menghasilkan berton-ton gas rumah kaca.

Konferensi Komputasi Hijau/Green Computing Conference (GCC)

Konferensi Komputasi Hijau/Green Computing Conference adalah sebuah komunitas publik yang fokus pada penelitian mengenai topik-topik yang berkaitan dengan kelestarian dan efisiensi energi dalam komputasi. Konferensi ini dihadiri banyak peserta dari seluruh dunia, diadakan pula beragam workshop dan program-program teknis. Konferensi yang ikut disponsori oleh IEEE ini mengangkat topik mengenai elektronika dan piranti lunak rendah daya, piranti lunak dan piranti keras sadar daya, penghantaran dan pendinginan yang efisien daya, analisa siklus kehidupan terhadap peralatan TI, model-model dan prediksi energi yang dapat diperbarui, pemungutan, penyimpanan dan pendaur-ulangan energi dan penggunaan TI untuk mengurangi emisi karbon.

Konferensi ini dihadiri para pelaku utama bisnis komputasi dari berbagai belahan dunia untuk mencari solusi paling tepat untuk mengatasi isu energi yang telah dihasilkan industri komputasi. Industri komputer telah mengalami perubahan besar selama lebih dari 30 tahun, namun penggunaan energi dalam indutri ini masih sangat besar.

Konferensi seperti GCC berusaha melakukan perubahan besar agar computer dapat menjadi produk yang ramah lingkungan, suatu produk hijau yang mampu menggerakkan dunia tanpa harus merusaknya.

Kondisi di Indonesia

Komputasi hijau di Indonesia belum banyak informasinya, bahkan Kementerian Informasi dan Komunikasi yang berwenang di bidang ini, masih belum berbuat banyak. Gerakan peduli komputasi hijau justru lebih banyak dilaksanakan oleh kelompok masyarakat, contohnya seperti yang dilakukan ICT Green Community. Komunitas yang berpusat di Bandung ini giat memasyarakatkan penghematan energi dalam penggunaan computer dan perangkat IT lainnya demi mengurangi dampak pemanasan global.

Kegiatan ICT antara lain mensosialisasikan cara praktis menghemat listrik saat menggunakan computer dan mendaur-ulang produk sehari-hari sebagai pengganti perangkat kelengkapan komputer. Komunitas masyarakat ini diharapkan juga dapat terus bertambah, lingkungan kampus yang menggunakan banyak komputer dan perangkat IT lainnya, selayaknya memiliki komunitas seperti ini. Beberapa kampus di Indonesia sudah memiliki kesadaran akan pentingnya komputas hijau, misalnya Universitas Bina Nusantara yang dikenal memiliki jurusan IT yang berkualitas baik di Asia Tenggara.

Sebagai konsumen, keputusan untuk menggunakan teknologi yang ramah lingkungan berada di tangan Anda. Anda dapat memilih untuk membeli komputer yang ramah lingkungan. Anda juga dapat memilih penyedia layanan internet yang menggunakan teknologi hijau untuk mengurangi dampak gas rumah kaca. Atau memilih hanya membeli produk dari perusahaan yang Anda tahu menerapkan teknologi hijau dalam produksinya. Yang perlu diketahui, perubahan ini dimulai dari Anda sendiri.

Di masa depan, komputasi hijau akan menjadi standar resmi dalam berbagai industri, tapi jika para konsumen mulai membeli hanya komputer hijau dan mendesak solusi hijau pada perusahaan penyedia server kapasitas besar (server farm), standar ini dapat terealisasi lebih cepat. – Craig Baird