ForestThe World Resources Institute/Institut Sumber Daya Dunia (WRI), the United Nations Environment Programme/Program Lingkungan PBB (UNEP), Google, Unilever, bersama dengan 40 mitra lain, telah menggabungkan keahlian dan pengetahuan operasional mereka untuk meluncurkan sistem gratis Global Forest Watch atau Pengawas Hutan Global (GFW), yang merupakan sebuah platform pengawasan online untuk melacak dan memperoleh hilangnya penutupan pohon di seluruh dunia.

Global Forest Watch atau Pengawas Hutan Dunia diharapkan bisa mendorong upaya dalam menghentikan penggundulan hutan. Caranya dengan memperingatkan organisasi-organisasi non-pemerintah ketika terdeteksi “hilangnya” lahan hutan. Alat ini
membantu mereka untuk segera bermobilisasi dan mengambil tindakan.

Mitra lain dalam inisiatif ini termasuk Department for International Development/Departemen untuk Pembangunan Internasional (DFID) Inggris, Global Forest Watch Kanada, Nestlé, the Norwegian Climate and Forests Initiative (Inisiatif Iklim dan Hutan Norwegia), Global Environment Facility/Fasilitas Lingkungan Global (GEF), Vizzuality, ObservatoiAre Satellital des Forêts d’Afrique Centrale (OSFAC), ScanEx, Transparent World, the Jane Goodall Institute, the Tilia Fund Center for Global Development, Esri dan Imazon.

Mirip dengan sistem Global Forest Watch (GFW), platform Google Earth, sebuah teknologi satelit performa tinggi Google, yang bisa melakukan pencitraan, komputasi cloud dan crowd-sourcing digunakan dalam GFW untuk menyediakan data beresolusi tinggi untuk dianalisa dan diunduh. Perusahaan berharap dengan sarana gratis ini akan meningkatkan upaya untuk menghentikan deforestasi atau penggundulan hutan dengan mengingatkan lembaga swadaya masyarakat ketika terdeteksi kehilangan hutan. Alat ini tentunya membantu mereka memobilisasi dan mengambil tindakan dengan cepat.

Perusahaan juga menginformasikan bahwa GFW akan menampilkan batas-batas lapisan dari wilayah yang dilindungi, aktivitas penebangan dan pertambangan, minyak sawit serta konsesi lainnya. Ditambah juga peringatan kebakaran hutan harian dari NASA, komoditas agrikultur dan lanskap hutan yang dilindungi, serta titik-titik biodiversitas.

Perusahaan-perusahaan yang terlibat dengan komoditas minyak sawit, kedelai dan kayu dapat tetap mematuhi hukum, berkomitmen untuk menjaga kelestarian, dan tentunya memiliki standar “hijau.”

Advantages

Apa yang bisa didapatkan dengan hadirnya GFW ? Ada bermacammacam. Mulai dari perusahaan yang menangani komoditas seperti minyak sawit, kedelai dan kayu dapat memonitor untuk tidak melanggar hukum, berkomitmen terhadap kelestarian, juga memiliki standar “hijau” lebih baik. Di lain pihak, GFW juga memberi sebuah kesempatan pada para pemasok untuk membuktikan bahwa produk mereka ‘bebas deforestasi’. Bahkan beberapa perusahaan multinasional seperti pabrik kertas APP dan L’Oreal telah mendeklarasikan kebijakan konservasi hutan mereka dan menunjukkan nol deforestasi.

Riwayat GFW

Perjalanan GFW dimulai pada tahun 1997 sebagai bagian dari WRI’s Forest Frontiers Initiative (Inisiatif Pembela Hutan WRI) untuk mendirikan jaringan pengawasan hutan global di seluruh dunia. GFW pada awalnya mencapai banyak hasil ke arah konservasi kawasan hutan seutuhnya yang besar di Afrika dan Amerika Latin. Jaringan GFW juga mengembangkan  metode untuk pemetaan lanskap hutan  seutuhnya dengan menjalankan metode ini di Rusia dan Kanada lalu kemudian mengekspansinya ke tingkat global pada tahun 2000.

Pada tahun 2011, dimulailah GFW generasi baru, dengan tujuan mendongkrak lahirnya teknologi baru dan peningkatan konektifitas
global. Proyek ini dikerjakan bersama kelompok mitra yang telah diperluas dan kemampuan pengawasan baru lebih hebat.

Referensi – http://www.globalforestwatch.org/