Kita kerap membaca dan melihat berita tentang razia kosmetik yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Sebagian besar masyarakat barangkali tidak begitu paham, apa yang dimaksud dengan bahan berbahaya dalam kosmetik. Harus dipahami bahwa pada dasarnya, semua kosmetik itu sendiri merupakan produk yang mengandung bahan kimia. Misalnya, air. Air adalah senyawa kimia dengan rumus H2O. Tetapi tentu saja air bukan zat kimia berbahaya.

Saat ini seiring kesadaran masyarakat akan gaya hidup hijau yang lebih ramah lingkungan dan juga kembali ke konsep kembali ke alam, maka kepedulian akan bahan-bahan kosmetik berbahaya semakin meniungkat.

Konsumen dianjurkan melihat label kosmetik yang dibeli dengan teliti, untuk memastikan bahan-bahan pembuat kosmetik semuanya merupakan bahan yang aman untuk kulit maupun untuk tubuh. Apa saja bahan-bahan dalam kosmetik yang harus diwaspadai?

Alkohol

Kandungan alkohol dalam kosmetik tidak menguntungkan, karena membuat kulit menjadi kering dan merusak fungsi kulit sebagai organ pelindung terluar dari tubuh kita. Tak jarang, alkohol menyebabkan iritasi, kulit kering dan kerusakan serius pada kulit. Tetapi kerusakan utama yang disebabkan alkohol adalah hilangnya fungsi perlindungan dari kulit.

Paraben

Paraben ditambahkan dalam produk kosmetik untuk pengawet. Paraben seringkali ditemukan pada produk kosmetik luar seperti sabun dan  pelembab kulit. Paraben sangat berbahaya karena ia menyerupai estrogen, dan diduga dapat mengganggu keseimbangan endokrin dalam tubuh, salah satunya menyebabkan gangguan reproduksi dan berpotensi merangsang perkembangan kanker payudara. Pada pria, paraben dapat menyebabkan gangguan produksi sperma menyebabkan infertilitas.

Pewangi sintetis

Ini ditemukan pada hampir semua produk kosmetik yang harum. Tidak hanya parfum, tetapi juga sabun, dan body lotion. Pewangi sintetis dibuat dari bahan kimia yang berpotensi menyebabkan iritasi dan pada beberapa kasus merangsang reaksi alergi seperti dermatitis atopik. Jika dihirup, dapat memperbukurk asma, dan sakit kepala. Sebagai gantinya, pilihlah kosmetik yang menggunakan minyak esensial yang dibuat dari tanaman dan herbal. Selain lebih alami, juga tidak menimbulkan efek yang merugikan.

Sodium Lauryl dan Sodium Laureth Sulfate

Zat kimia ini merupakan sumber penghasil busa sehingga banyak ditemukan pada produk sabun kecantikan, shampo dan pasta gigi. Bahan kimia yang biasa disingkat dengan SL dan SLS ini dapat menyebabkan iritasi, mencari racun bagi organ tubuh jika meresap ke dalam kulit dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Cara terbaik adalah menggunakan sabun alami yang bisa Anda buat sendiri.

Triclosan

Bahan ini banyak digunakan pada sabun sebagai anti-bakteri. Tahukan Anda bahwa triclosan adalah zat kimia sintetis yang digunakan sebagai senjata pada perang Vietnam dan sampai sekarang masoh dirasakan dampaknya. Triclosan merusak keseimbangan hormon yang dalam jangka waktu lama menyebabkan masalah kesehatan. Jika tersimpan di dalam jaringan tubuh, pada tingkat yang toksik dapat merusak hati, ginjal dan paru-paru.

Merkuri

Barangkali ini adalah bahan kimia yang paling dikenal oleh masyarakat sebagai zat berbahaya. Merkuri banyak terkandung dalam produk pemutih kulit. Merkuri sangat berbahaya karena dapat masuk ke dalam tubuh dan merupakan zat yang karsinogenik, alias menyebabkan kanker.