Aspirin adalah obat lama yang barangkali paling banyak diresepkan saat ini. mungkin yang paling banyak digunakan dan paling dikenal obat di dunia. Aspirin adalah salah satu obat tertua dan sudah digunakan sejauh Mesir Kuno, di mana senyawa aspirin atau asam salisilat diambil kulit pohon willow. Aspirin adalah obat anti nyeri dan anti-inflamasi. Senyawa dalam kulit pohon willow ini tidak pernah diisolasi, sampai akhirnya tahun 1800-an di Jerman dibuat senyawa sintetisnya bernama salisin dan yang sekarang dikenal sebagai asam salisilat.

Aspirin modern (asam asetilsalisilat) disintesis dan dipatenkan oleh perusahaan farmasi Jerman, Bayer pada tahun 1899, yang memberikan nama aspirin. Pada awalnya dipasarkan sebagai obat penghilang rasa sakit, dan pada tahun 1950 menjadi  salah satu obat yang paling laku di dunia. Menjelang tahun 1970-an melalui penelitian ditemukan bahwa aspirin yang dikondumsi rutin bisa mencegah serangan jantung.

Bagaimana mekanisme kerja aspirin hingga dapat mencegah stroke dan serangan jantung? ternyata, aspirin berperan dalam mencegah terjadinya penggumpalan darah atau ia berfungsi mengencerkan darah. Stroek dan penyakit jantung adalah penyakit yang disebabkan sumbatan pembuluh darah. Sumbatan disebabkan bekuan darah  yang berasal dari plak di pembuluh darah yang pecah, dan pecahan bekuan darah ini terbawa oleh aliran darah ke jantung (menyebabkan serangan jantung) atau otak (menyebabkan stroke).

Bekuan darah terjadi karena faktor pembentukan pembekuan darah atau aktivasi trombosit. Trombosit adalah sel darah yang sangat kecil yang membantu menghentikan pendarahan di pembuluh darah yang rusak. Trombosit ini akan saling menempel dan menyumbat luka sehingga perdarahan berhenti. Di sinilah pernah aspirin. Saat trombosit teraktivasi karena dala luka, maka dihasilkan senyawa yang disebut tromboksan. Tromboksan menyebabkan trombosit menjadi lengket dan merekrut trombosit lain untuk membentuk mesh (jaring), yang akhirnya menjadi gumpalan darah. Aspirin bekerja dengan mencegah terbentuknya tromboksan. Dengan demikian, saat kita mengonsumsi aspirin aspirin, trombosit jadi kurang lengket, dan tidak terbentuk bekuan darah. Pada gilirannya dapat berpotensi mencegah stroke atau serangan jantung ketika plak pembuluh darah pecah.

Sayangnya, aspirin tidak hanya mempengaruhi trombosit, karena ia memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Karena itu tidak semua orang bisa mengonsumsi aspirin. Efek samping paling sering dijumpai pengguna aspirin sehingga harus dihentikan adalah pendarahan lambung. Aspirin bersifat asam sehingga dapat meluruhkan lapisan pelindung lambung, yang menempatkan pasien pada risiko sakit maag dan perdarahan.

Berikut ini adalah aturan mengonsumsi aspirin :

  1. Mereka yang belum mengalami stroke atau serangan jantung

Pada pasien ini, tujuan diberikan aspirin adalah untuk pencegahan. Untuk pencegahan primer ini harus benar-benar dipertimbangkan manfaat dan risikonya. Beberapa faktor risiko sehingga menempatkan seseorang pada risiko penyakit jantung dan stroke sehingga dianjurkan minum aspirin adalah penderita diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, perokok atau ada riwayat penyakit jantung di keluarga. Usia dan jenis kelamin memainkan peran penting juga. Mereka yang berusia lebih tua atau laki-laki memiliki risiko lebih besar untuk mendapatkan serangan jantung dan stroke.

  1. Mereka yang telah menderita serangan jantung atau stroke

Untuk kelompok yang terakhir ini, manfaat aspirin sangat nyata. Mayoritas pasien yang pernah mengalami serangan jantung atau stroke akan mendapatkan keuntungan dari penggunaan aspirin untuk mencegah serangan jantung dan stroke berulang. Setidaknya sudah ada 200 penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan aspirin setiap hari dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke di masa depan hingga 20 persen pada pasien yang sudah pernah mengalaminya. Mengingat validnya data ini, pasien yang pernah stroke atau mengalami serangan jantung harus mengonsumsi aspirin setiap hari, kecuali ada alergi yang signifikan.