+62 812-1854-1254 info@healthytimes.co.id

Pernahkan mendengar makanan sweet potato? Bagi penggemar budaya K-Pop makanan ini lumayan populer dan sering disbut-sebut dalam drama Korea. Sweet potato ini bukan sejenis kentang, melainkan ubi jalar. Ubi jalar adalah pangan baru yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Penduduk Papua bahkan menggunakan ubi jalar sebagai makanan pokok sehari-hari. Di daerah lain di Indonesia, ubi jalar menjadi makanan sehari-hari baik dimakan sebagai makanan olahan yang lezat maupun dalam bentuk aslinya.

Ubi jalar di Indonesia sangat beragam, ada yang berwarna putih, jingga, hingga ungu. Dari riwayat dan kebiasaan masyarakat Indonesia mengonsumsi ubi jalar, terutama ubi ungu, maka ubi ungu layak menjadi salah satu jenis bahan pangan lokal yang potensial untuk dikembangkan sebagai bahan makanan pokok.

Ubi ungu dapat diolah menjadi bahan makanan pokok pengganti beras mengingat saat ini konsumsi beras masyarakat Indonesia sangat tinggi, yakni 130 kg/kapita/tahun. Diversifikasi pangan penting untuk mengurangi beban terhadap kebutuhan beras.

Mengapa ubi ungu sangat bernilai gizi? Inilah alasannya:

Mengandung karbohidrat kompleks

Kandungan utama ubi ungu di antaranya karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah sehingga mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes dan obesitas.

Kaya Serat dan non-gluten

Ubi ungu juga kaya serat yang bermanfaat untuk menyerap kelebihan lemak atau kolesterol, dan menjaga kesehatan saluran pencernaan. Tidak seperti biji-bijian serealia, ubi ungu tidak mengandung gluten sehingga dapat diberikan pada penderita alergi atau intoleransi gluten (Celiac diseases).

Kaya antosianin

Kandungan gizi ubi ungu yang khas dan paling penting adalah antosianin. Pada ubi ungu, pemberi warna ungu sebenarnya adalah antosianin, sedangkan ubi merah kaya akan betakaroten. Antosianin adalah senyawa polifenol yang masuk dalam komponen bioaktif flavonoid yang larut dalam air. Fungsinya menangkap radikal bebas dan meningkatkan proliferasi BIfidobacterium/Enterococcus Spp (probiotik) untuk kesehatan saluran cerna.

Jenis antosianin yang terdapat pada ubi jalar di antaranya sianidin, pelargonidin, peonidin, dan malvidin. Pigmen antosianin dari ubi ungu selain sebagai antioksidan juha bertindak sebagai antiinflamasi dan antimutagenik (Yamakawa dan Yoshimoto 2002). Sedangkan penelitian Suda dkk tahun 2003 menyatakan, antosianin dapat mencegah gangguan pada fungsi hati, antihipertensi, dan antihiperglikemik.

Dengan kandungan gizi tersebut, ubi ungu sangat layak dijadikan makanan fungsional, yakni jenis makanan untuk memelihara kesehatan tubuh, bahkan dimungkinkan untuk menyembuhkan atau menghilangkan efek negative dari penyakit tertentu.