Karotenoid Untuk Penyakit Kanker, Kardiovaskular, dan Fotosentifitas

Gambar 1. Mekanisme karotenoid meredam radikal bebas penyebab stres oksidatif, kontributor berbagai penyakit (Sumber: Dok. Pribadi)

Salah satu contoh senyawa alami yang telah dikonfirmasi potensi dan kebermanfaatannya dibidang kesehatan, pewarna alami makanan, dan kosmetik adalah senyawa antioksidan alami karotenoid. Secara struktur dan fungsi karotenoid merupakan kelompok pigmen alami jenis polyene yang bertanggung jawab terhadap warna kuning, oranye hingga merah.

Karotenoid dapat diproduksi organisme yang mampu melakukan serangkaian proses konversi energy matahari ke energi kimia. Manusia dan hewan tidak dapat memproduksi karotenoid, namun dapat ditemukan dalam darah dan jaringan sebagai asupan dari konsumsi makanan, buah, dan sayuran.

Pada tubuh manusia, karotenoid berperan sebagai precursor vitamin A dan sebagai perlindungan terhadap radikal bebas seperti singlet oksigen (1O2) dan efisien dalam mendeaktivasi kelompok oksigen reaktif (KOR) lainnya.

Apabila terjadi peningkatan KOR dalam tubuh, akan menghasilkan stres oksidatif, kontributor berbagai macam penyakit. Meskipun stres oksidatif menjadi akar dari berbagai penyakit namun dedikasi para ilmuwan telah memberikan informasi penting bahwa ada senyawa bioaktif alami yang telah disediakan alam untuk dimanfaatkan sebagai pencegah stres oksidatif yang dimediasi oleh radikal bebas seperti kelompok oksigen reaktif (KOR) dan radikal bebas lainnya.

Efek menguntungkan asupan karotenoid baik dari makanan yang kaya karotenoid memainkan peran penting dalam memproteksi gangguan yang dimediasi radikal bebas, seperti penyakit kardiovaskular, beberapa jenis kanker, gangguan fotosensitif dan beberapa penyakit lainnya. Dalam ulasan ini, disampaikan peran karotenoid terhadap kanker, kardiovaskular dan penyakit terkait, serta gangguan fotosensitivitas. 

Karotenoid Untuk Penyakit Kanker

Tidak dapat dipungkiri bahwa kanker menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Pada tahun 2015, organisasi kesehatan dunia melaporkan bahwa kanker paru-paru (bersama dengan trakea dan kanker bronkus) menjadi penyebab 1,7 juta kematian. Oleh karena itu, strategi yang tepat adalah dengan mengurangi atau dengan memodifikasi faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan kanker.

Asupan buah dan sayuran yang kaya senyawa bioaktif alami karotenoid telah dilaporkan berkorelasi positif terhadap penurunan risiko beberapa jenis kanker (Donaldson, 2004). Sebagai contoh, suplementasi karotenoid (β-karoten) memiliki efek positif terhadap penurunan morbiditas orang dewasa (Le Marchand et al., 1993 ; Mayne et al., 1994), pengurangan risiko kanker prostat dengan melibatkan konsumsi produk tomat dan karotenoid (likopen) dan mengurangi kanker mulut sekitar 40%-50% dan terkait kanker usur besar (Bostick, 2000 ; McGarr et al., 2005).

Karotenoid Untuk Kardiovaskular dan Penyakit Terkait

Mayne (1996) dan Voutilainen et al (2006) telah memberikan informasi terkait asosiasi karotenoid (β-karoten, α-karoten, lycopene, lutein, zeaxanthin dan β-cryptoxanthin) berkorelasi  positif dengan asupan buah dan sayuran kaya karotenoid terhadap pencegahan morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Pada penyakit jantung iskemik dan mortalitas stroke serta pada penyakit Infark miokard, Tornwall et al (2004) menyampaikan bahwa suplementasi β-karoten 20 mg/hari lebih dari enam tahun menghasilkan peningkatan kesehatan signifikan terhadap penyakit tersebut.

Karotenoid Untuk Gangguan Fotosensitifitas

Radiasi sinar Ultra Violet (UV) kisaran 315nm sampai 400nm mampu menembus bagian dermis paling dalam. Terlepas dari efek positif untuk induksi vitamin D, sinar-UV dapat menyebabkan over produksi kelompok oksigen reaktif dalam tubuh yang berkorelasi positif terhadap penuaan pada manusia.

Di lain sisi, karotenoid adalah peredam oksigen singlet (1O2) yang sangat baik (terutama β-karoten dan canthaxanthin) sehingga dapat dimanfaatkan manusia untuk melindungi kulit terhadap sinar-UV. Koepcke dan Krutmann (2008) mengatakan bahwa bahwa suplementasi β-karoten melindungi kulit dari sengatan matahari.

Karotenoid Untuk Kesehatan Mata dan Lainnya

Kemampuan karotenoid sebagai agen pelindung kelompok oksigen reaktif pada mata telah diamati. Pada lensa mata, daerah makular retina (titik kuning) mengandung oksigen karotenoid, lutein dan zeaxanthin konsentrasi tinggi (Fiedor dan Burda, 2014). Keduanya merupakan komponen penting untuk kesehatan mata dengan fungsi utama sebagai perlindungan terhadap Radiasi UV berenergi tinggi yang difokuskan ke daerah foveal. Koushan et al (2013) melaporkan bahwa lutein dan zeaxanthin sebagai agen efektif dalam mengurangi risiko degenerasi makula, penyebab utama gangguan penglihatan, kebutaan pada orang tua, dan katarak. Selain berperan pada kesehatan mata, Austin et al (2006) menyampaikan bahwa karotenoid ini berperan penting dalam proses stimulasi sistem kekebalan tubuh terkait penyakit inflamasi atau penyakit imunodefisiensi manusia.

Sumber Karotenoid Dari Sayuran, Buah, Umbi Dan Dari Sumber Laut

Beberapa sumber karotenoid dari sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian dapat dilihat pada Tabel 1. Sementara beberapa sumber antioksidan karotenoid dari makanan laut dapat ditunjukan Tabel 2.

Dari berbagai ulasan di atas disimpulkan bahwa, karotenoid adalah agen penting dalam melindungi tubuh manusia terhadap gangguan yang dimediasi kelompok oksigen reaktif. Asupan buah dan sayuran yang kaya karotenoid signifikan mengurangi risiko beberapa penyakit kronis jenis kanker, kardiovaskular, gangguan fotosensitif, dan juga penyakit mata.

 Penulis :

1Yostan A. Labola, 2Dhanang Puspita

1Graduate School, Satya Wacana Christian University, Diponegoro St. 52-60, Salatiga 50711

2Faculty Of Medicine And Health Sciences, Satya Wacana Christian University, Kartini St. 11 A, Salatiga 50711

Pustaka

  1. Donaldson, M.S. Nutrition and cancer: A review of the evidence for an anti-cancer diet. J. 2004, 3, 19.
  2. Le Marchand, L.; Hankin, J.H.; Kolonel, L.N.; Beecher, C.R.; Wilkens, L.R.; Zhao, L.P. Intake of specific carotenoids and lung cancer risk. Cancer Epidemiol. Biomarkers Prev. 1993, 2, 183–187.
  3. Mayne, S.T. Beta-carotene, carotenoids, and disease prevention in humans. FASEB J. 1996, 10, 690–701.
  4. Mayne, S.T.; Goodwin, W.J., Jr. Chemoprevention of head and neck cancer. Opin. Otolaryngol. Head Neck Surg. 1993, 1, 126–132.
  5. Mayne, S.T.; Janerich, D.T.; Greenwald, P.; Chorost, S.; Tucci, C.; Zaman, M.B.; Melamed, M.R.; Kiely, M.; McKneally, M.F. Dietary beta carotene and lung cancer risk in U.S. nonsmokers. Natl. Cancer Inst. 1994, 86, 33–38.
  6. Bostick, R.M. Nutrition and colon cancer prevention. Nestle Nutr. Workshop Ser. Clin. Perform Programme 2000, 4, 67–85.
  7. McGarr, S.E.; Ridlon, J.M.; Hylemon, P.B. Diet, anaerobic bacterial metabolism, and colon cancer: A review of the literature. Clin. Gastroenterol. 2005, 39, 98–109.
  8. Voutilainen, S.; Nurmi, T.; Mursu, J.; Rissanen, T.H. Carotenoids and cardiovascular health. J. Clin. Nutr. 2006, 83, 1265–1271.
  9. Tornwall, M.E.; Virtamo, J.; Korhonen, P.A. Effect of α-tocopherol and β-carotene supplementation on coronary heart disease during the 6-year post-trial follow-up in the ATBC study. Heart J. 2004, 25, 1171–1178.
  10. Fiedor, J., Burda, K. Potential Role of Carotenoids as Antioxidants in Human Health and Disease. Nutrients 2014, 6, 466-488;
  11. Koepcke, W.; Krutmann, J. Protection from sunburn with β-carotene—A meta-analysis. Photobiol. 2008, 84, 284–288.
  12. Koushan, K.; Rusovici, R.; Li, W.; Ferguson, L.R.; Chalam, K.V. The role of lutein in eye-related disease. 2013, 5, 1823–1839.
  13. Austin, J.; Singhal, N.; Voight, R.; Smaill, F.; Gill, M.J.; Walmsley, S.; Salit, I.; Gimour, J.; Schlech, W.F., III; Choudhri, S.; et al. A community randomized controlled clinical trial of mixed carotenoids and micronutrient supplementation of patients with acquired immunodeficiency syndrome. J. Clin. Nutr. 2006, 60, 1266–1276.