Membuat pasangan atau istri Anda hamil mungkin akan lebih sulit jika Anda mengalami kondisi yang disebut Oligozoospermia.

sexual_dysfunctionshutterstock_66080008_MediumOligozoospermia lebih dikenal sebagai jumlah sperma yang rendah, dan mempengaruhi ribuan pria sehat di seluruh dunia. Mengalami kondisi seperti itu bisa mengurangi kesempatan kehamilan dan mengakibatkan frustrasi bagi pasangan tersebut.

Apa yang mengakibatkan rendahnya jumlah sperma? Selama bertahun-tahun, banyak penyebab yang dikaitkan dengan pengurangan konsentrasi sperma per ejakulasi. Penyebab tersebut seringkali dibagi dalam tiga kategori utama: fisik, genetika, atau emosional. Dalam skala fisik, ejakulasi yang berlebihan, terekspos pada suhu panas yang tinggi secara berkala seperti berendam atau duduk di atas mesin, atau trauma langsung pada testis dapat mengakibatkan rendahnya jumlah sperma meskipun sistem reproduksinya sehat. Dalam skala genetika, kekurangan atau cacat yang sudah ada sebelumnya bisa mengakibatkan ketidakmampuan untuk menyebabkan seorang wanita hamil.

Dan pada sisi emosional, tingkat stres yang tinggi dapat mengakibatkan perubahan hormonal pada sistem reproduksi yang kemudian menyebabkan oligozoospermia.

Apa yang bisa Anda lakukan jika jumlah sperma Anda rendah? Yang paling penting, periksakan diri Anda untuk mencari tahu akar penyebab masalah tersebut. Di samping pengobatan medis yang mungkin diresepkan oleh dokter Anda seperti suplemen, vitamin atau sejenisnya, Anda bisa membuat perubahan berarti dalam gaya hidup Anda yang bisa membantu mengobati kondisi Anda. Pertama-tama, jaga berat badan tetap sehat, makan dengan benar, berolahraga, dan istirahat yang cukup.

Menjaga tubuh Anda tetap bugar dapat membantu menstabilkan sistem reproduksi Anda dan meningkatkan jumlah sperma. Kedua, berhenti merokok. Rokok memiliki efek langsung pada testis dan bukan hanya mengakibatkan rendahnya jumlah sperma, namun juga kemandulan dan kanker. Ketiga, hindari penggunaan obat-obatan yang bersifat rekreasi atau ilegal. Obat-obatan terlarang mengubah keseimbangan hormonal tubuh. Dan terakhir, hindari mengenakan pakaian dalam yang ketat, berolahraga berlebihan, atau berendam air panas  atau sauna yang bisa mengakibatkan naiknya temperatur tubuh secara drastis dan merusak produksi sperma yang sehat.