insomniaInsomnia adalah masalah umum yang dapat menurunkan energi Anda, mood, kesehatan, dan kemampuan untuk beraktivitas saat pagi dan siang hari. Insomnia kronis bahkan dapat memicu masalah kesehatan serius. Perubahan sederhana pada gaya hidup Anda dan tingkah laku sehari-hari dapat mengurangi insomnia. Dr Chua Sze Ming, konsultan di Departemen Psikiatri,Institute of Mental Health Singapore menjelaskan lebih lanjut tentang hal ini.

Insomnia didefinisikan sebagai menurunnya kemampuan untuk tidur. Bisa juga berarti kesulitan untuk tidur atau mempertahankan tidur. Merupakan keluhan tidur yangumum, bisa sementara atau terus-menerus. Orang yang sulit tidur di atas tiga hari atau lebih dalam seminggu selama sebulan, dapat dikatakan mempunyai  insomnia kronis. Lebih dari 30% dari populasi dunia menderita insomnia.

Apa saja gejala insomnia?  

Gejalanya meliputi sulit untuk tertidur, berungkali terbangun secara spontan saat malam dengan kesulitan kembali tidur, atau bangun pada jam-jam yang terlalu awal pada pagi hari. Kualitas tidur cenderung buruk dan tidak bangun dengan perasaan segar kembali. Pada siang hari, mereka akan merasa letih dengan kesulitan berkonsentrasi, atau mempunyai waktu tidur siang yang berlebihan yang mempengaruhi perkerjaan atau kehidupan sehari-hari.

Apa penyebabnya?

Ada banyak penyebab insomnia. Insomnia sementara selama beberapa hari dikarenakan stres atau penyakit akut. Insomnia yang terus-menerus umumnya disebabkan gangguan kesehatan atau psikiatris seperti depresi, gangguan tidur primer seperti apnea atau pergerakan kaki yang berperiode atau bahkan sindrom kaki gelisah. Faktanya, terlalu kuatir tentang tertidur (diketahui sebagai”insomnia yang dipelajari”) biasanya dapat menghasilkan insomnia. Penyebab lain seperti pengobatan atau zat seperti stimulan (nikotin, kafein) dan alkohol, lingkungan tidur yang berisik atau tidak menyenangkan, dan gangguan terhadap jam tubuh internal yang normal bagi mereka yang melakukan kerja shift atau mengalami jet lag (gangguan ritme Sirkadian), juga dapat memberikan kontribusi.

Apakah usia berkaitan terhadap insomnia?

Ya, insomnia lebih umum saat bertambah usia. Karena seseorang menjadi lebih tua, perubahan tubuh mempengaruhi tidur. Perubahan tersebut misalnya jam tubuh internal yang mengubah pola tidur, meningkatnya masalah kesehatan dengan efek yang lebih berkaitan dengan pengobatan terhadap tidur, kurangnya aktivitas fisik dan terekspos cahaya siang, gangguan tidur seperti apnea tidur dan sindrom kaki letih. Remaja dan anak-anak mempunyai masalah tidur karena mereka mempunyai jam tubuh internal yang lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa. Remaja mungkin ingin tidur lebih lambat dan bangun lebih lambat, sedangkan anak-anak t menolak waktu tidur rutin untuk tetap bermain.

Apa saja faktor risiko insomnia?

Wanita lebih cenderung mengalami insomnia akibat perubahan hormon ketika siklus menstruasi dan menopause.  Ketika menopause, keringat malam dan rasa panas sering mengganggu tidur. Banyak gangguan psikiatri, termasuk depresi, kegelisahan, dan gangguan bipolar dapat mengganggu tidur. Peristiwa penuh tekanan dapat menyebabkan insomnia sementara, dan stres atau depresi, dapat memicu ke insomnia kronis. Pekerja shift juga berisiko. Jet lag dari bepergian melewati beberapa zona waktu dapat menyebabkan insomnia.

Bagaimana mengobati insomnia?

Meliputi kalkulasi kebiasaan tidur, teknik relaksasi, terapi tingkah laku kognitif untuk merubah gangguan pikiran tentang tidur, kontrol stimulasi, batasan tidur, dan hipnotis. Penggunaan resep pil tidur harus menjadi pilihan terakhir, Pada kasus langka, obat tidur dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, wajah bengkak dan tingkah laku yang tidak biasa, seperti menyetir atau menyiapkan dan memakan makanan saat mengantuk. Efek samping resep obat tidur sering bertambah buruk pada orang tua, misalnya mengantuk berlebihan, gangguan pikiran, berkeliaran malam hari, kegelisahan dan jatuh. Dokter umumnya tidak merekomendasikan untuk bergantung pada resep pil tidur selama lebih dari seminggu. Jika seseorang mengalami depresi serta insomnia, dokter dapat meresepkan antidepresan dengan efek yang menenangkan, seperti fluvoxamine, trazodone, mirtazapine atau agomelatine. Ada berbagai alat bantu tidur yang mengandung histamin yang dapat membuat seseorang mengantuk. Tetapi antihistamin dapat mengurangi kualitas tidur, karena  menyebabkan efek samping, seperti mengantuk siang hari, mulut kering dan pandangan kabur.

Apa ada terapi alternatif untuk mengatasi insomnia?

Ya, terapi alternatif tentu saja menolong. Sebagai contoh, Melatonin yang tersedia sebagai pil pengganti, dan tablet pelepasan berjangka lama (Circadin), tersedia sebagai pil resep. TubuhAnda secara alami memproduksi melatonin, melepaskannya ke dalam aliran darah untuk meningkatkan jumlahnya mulai senja. Manfaat melatonin akan dirasakan lebih besar pada orang yang lebih tua, tetapi ada bukti kuat bahwa melatonin merupakan pengobatan yang efektif untuk insomnia. Umumnya, aman untuk menggunakan melatonin selama beberapa minggu, tetapi keamanan melatonin jangka panjang tidak diketahui.

Akupuntur membantu meningkatkan pelepasan alami melatonin dalam tubuh, sehingga dapat mempunyai efek yang bermanfaat bagi insomnia. Valerian adalah suplemen diet sebagai pembantu tidur karena efeknya yang menenangkan. Akan tetapi, belum diteliti dengan baik dan dikaitkan dengan kerusakan hati. Suplemen herbal atau produk yang dijual bebas dapat berinteraksi dengan pengobatan.

Apa obat yang direkomendasikan untuk jangka panjang?

Tidak ada, seperti yang disebutkan di atas. Gaya hidup sehat dengan olahraga yang memadai dan aktivitas siang hari, membatasi konsumsi alkohol dan penyakit kronis yang terkondali dapat mengatasi gangguan tidur.