Keran Air“Inkontinensia urin pria adalah hilangnya kontrol urin atau kebocoran urin tanpa sengaja pada pria. Ini dapat menjadi masalah yang menyedihkan, dan mempunyai dampak yang mendalam pada kualitas kehidupan,” kata Dr Lee Fang Jann, konsultan di Departmen Urologi, Singapore General Hospital.

Di Amerika Serikat, sebanyak 5% dari pria yang berusia 15 sampai 64 tahun mengidap inkontinensia urin. Kondisi berbeda ditemukan di Singapura, di mana kejadian penyakit tersebut kurang terlaporkan dan tidak ada penelitian
lokal tentang kelaziman inkontinensia urin pada pria. Inkontinensia urin pria dapat memalukan. Akan tetapi, dengan pengobatan dan pengelolaan yang tepat, hal ini dapat dikontrol.

“Inkontinensia urin pria adalah hilangnya kontrol urin atau kebocoran urin tanpa sengaja pada pria. Ini dapat menjadi masalah yang menyedihkan, dan mempunyai dampak yang mendalam pada kualitas kehidupan,” kata Dr Lee Fang Jann, konsultan di Departmen Urologi, Singapore General Hospital.

Ada beberapa tipe inkontinensia urin, Dr Lee menekankan empat dari tipe tersebut:

Inkontinensia tekanan

Kebocoran urin ketika tekanan abdomen di kandung kemih terlalu besar sehingga tidak dapat lagi ditahan, menyebabkan kebocoran urin ketika seseorang bersin, batuk, tertawa atau berolahraga. Hal ini lebih umum pada wanita di mana otot panggul kendor setelah melahirkan beberapa kali. Pada pria, terjadi setelah operasi prostat.

Dorongan inkontinensia

Kebocoran urin karena kandung kemih yang overaktif. Otot kandung kemih berkontraksi terlalu awal dan kontrol normalnya berkurang. Anda merasakan kebutuhan mendesak untuk pergi ke kamar mandi, tetapi urin bocor sebelum sampai ke sana.

Inkontinensia yang melimpah

Terjadi karena sumbatan yang terusmenerus di jalan keluarurin. Pasien tidak dapat mengosongkan kandung kemihnya secara memadai, menghasilkan kebocoran urin kapanpun kandung kemihnya penuh. Prostat yang membesar adalah penyebab umum pada pria.

Inkontinensia fungsional

Terjadi ketika masalah fisik arthritis atau masalah kognitif seperti kepikunan menghalangi pasien untuk pergi ke kamar mandi pada waktunya.

Gejala
Menurut Dr Lee, gejala umum inkontinensia urin pria termasuk:

  • Dorongan tiba-tiba yang kuat untuk buang air kecil (urgensi)
  • Kerap kali kencing (frekuensi)
  • Terbangun dua atau beberapa kali pada malam hari untuk kencing (nokturia). Juga dapat terjadi kasur yang basah/mengompol.

“Seorang dokter secara khusus akan mempelajari riwayat untuk mempertimbangkan sifatnya, tingkat keparahan inkontinensia dan penyebab-penyebab yang mungkin timbul,” komentar Dr Lee.

Penyebab
Inkontinensia urin pria dapat disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari, yang didasari kondisi kesehatan atau masalah fisik. Dr Lee meringkasnya menjadi sebagai berikut:

Penyebab sementara

  • Konstipasi
  • Infeksi saluran urin
  • Kelebihan cairan – menambah jumlah urin yang harus ditampung kandung kemih
  • Perangsang dan penstimulasi kandung kemih seperti alkohol, teh dan kopi
  • Obat yang digunakan untuk mengobati gangguan kesehatan seperti obat jantung, obat tekanan darah, obat penenang yang meningkatkan produksi urin atau memengaruhi mekanisme kontrol kandung kemih.

Penyebab yang terus-menerus

  • Penuaan kandung kemih memicu berkurangnya kemampuan kandung kemih untuk menyimpan urin sehingga menjadi overaktif.
  • Kondisi prostat. Prostat yang membesar adalah umum pada pria lanjut usia dan inkontinensia menjadi muncul. Penyumbatan yang parah akibat pembesaran prostat dapat menghasilkan retensi urin yang kronis dan inkontinensia yang melimpah. Inkontinensia tekanan dapat terjadi setelah reseksi operasi prostat untuk mengobati penyumbatan. Ini juga dapat terjadi mengikuti operasi pengangkatan prostat atau terapi radiasi untuk mengobati kanker prostat.
  • Kanker kandung kemih atau batu kandung kemih. Inkontinensia, urgensi kencing dan urinasi yang sakit.
  • Kondisi neurologis. Stroke, cedera saraf tulang belakang, penyakit Parkinson dan sklerosis berganda dapat mempengaruhi saraf yang berkaitan dengan kontrol kandung kemih menghasilkan inkontinensia.

Diagnosis
“Seorang dokter secara khusus akan mempelajari riwayat untuk mempertimbangkan sifatnya, tingkat keparahan inkontinensia dan penyebabpenyebab yang mungkin timbul,” komentar Dr Lee. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan pembesaran prostat atau kerusakan saraf.

Catatan harian buang air kecil, asupan cairan Anda selama tiga hari, jumlah perjalanan ke kamar mandi juga diperlukan. Mempelajaribuku harian memberi dokter ide yang lebih baik dan membantu pemeriksaan lebih lanjut. Analisis urin harus dilakukan untuk mengesampingkan infeksi dan hematuria.

“Pencitraan abdomen ultrasonografi dapat mendeteksi batu dan kanker dalam kandung kemih dan memperkirakan tingkat pembesaran prostat. Tes dinamika urin berfokus pada evaluasi kemampuan kandung kemih, dan mekanisme kontrol sfingter.”

Pengobatan
Pengobatan inkontinensia urin bergantung pada penyebab yang mendasarinya dan tingkat keparahannya. Dr Lee mengemukakan beberapa pilihan pengobatan:

  • Terapi perilaku. Membatasi cairan beberapa kali sehari, merencanakan kunjungan rutin ke kamar mandi yang disebut waktu buang air kecil dan latihan Kegel untuk memperkuat otot dasar panggul.
  • Pengobatan Beberapa pengobatan membantu inkontinensia dengan menahan sinyal tidak normal yang menstimulasi kontraksi kandung kemih pada waktu yang salah. Beberapa pengobatan lainnya bekerja dengan mengurangi jumlah produksi urin. Jika pembesaran prostat adalah penyebabnya, ada pengobatan untuk memperkecil ukuran prostat dan meningkatkan pengosongan kandung kemih.
  • Operasi. Dilakukan sebagai penyelesaian terakhir. Sfingter artifisial atau prosedur sling pria dapat membantu pria dengan lemahnya otot sfingter sekunder sampai kerusakan saraf atau operasi prostat sebelumnya.

Pencegahan
Meskipun inkontinensia urin tidak sepenuhnya dapat dihindari, namun dapat dikelola dengan mengubah gaya hidup, yakni:

  • Jangan minum terlalu banyak atau terlalu sedikit. Mengurangi asupan cairan untuk mengurangi urin dapat menghasilkan iritasi kandung kemih lebih lanjut dan memicu infeksi.
  • Hindari kafein dan minuman berkarbonasi yang bertindak sebagai perangsang kandung kemih.
  • Mengurangi berat badan, yang menyebabkan tekanan abdomen tambahan dan berhenti merokok yang menyebabkan batuk dan menghasilkan kebocoran. 
  • Makan lebih banyak serat dengan menyertakannya dalam makanan Anda atau minum suplemen serat yang membantu mencegah konstipasi.