+62 812-1854-1254 info@healthytimes.co.id

Virus Zika saat ini menjadi ancaman baru karena sudah menyebabkan wabah di negara-negara tropis Amerika Selatan dan Utara, dan terakhir menyebar sampai ke Singapura. Zika cukup ditakuti karena dampaknya yang fatal pada wanita hamil, yakni menyebabkan cacat janin terutama mikrosepfalus.

Virus zika ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang juga menularkan virus dengue, penyebab demam berdarah. Nyamuk ini dikenal agresif terutama di siang hari. Tidak seperti demam berdarah, zika dapat ditularkan dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya dan menyebabkan kerusakan dan kecacatan otak. Sampai saat ini belum ada vaksin atau pengobatan tersedia untuk mencegah dan mengobati infeksi virus zika.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah memberikan pernyataan tentang hal-hal yang perlu diketahui masyarakat agar tidak panik menghadapi wabah zika. Dikatakan bahwa siapapun dapat terkena zika terutama yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki risiko untuk terinfeksi, termasuk ibu hamil.

Tidak semua orang yang tertular zika akan menunjukkan gejala.  Hanya 1 di antara 5 orang yang terinfeksi virus zika akan  menunjukkan gejala. Adapun gejala infeksi virus zika diantaranya demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva. Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari.

Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik, penyakit ini dapat pulih dalam waktu 7-12 hari.  Pada sebagian kasus, dapat terjadi  komplikasi yang ditimbulkan dari infeksi virus Zika, di antaranya mengalami sindrom Guillane Bare. Namun hubungan ilmiahnya masih dalam tahap penelitian.

Ibu hamil uang mengunjungi area yang ada wabah atau kasus zika, sebaiknya melakukan pemeriksaan. Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan RT-PCR. Jika terinfeksi virus Zika, maka dilakukan pengobatan suportif sebagai berikut:  istirahat cukup, konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi, minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri, dan jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation).

Pencegahan sangat penting. Satu-satunya cara adalah menghindari kontak dengan nyamuk, dan  melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll)  serta melakukan pengawasan jentik nyamuk.

Wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran.

Saat ini beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, Singapura dan Malaysia.