Makanan organik kian diminati. Makanan organik adalah suatu istilah untuk bahan makanan yang ditanam dan diproses secara alami tanpa melibatkan bahan-bahan kimia seperti pestisida dan pupuk kimia. Untuk bisa dikatakan sebagai makanan ‘organik’, dibutuhkan adanya sertifikasi dari pihak pemerintah yang mengawasi proses penanaman dan pengolahannya.

Produk Organik

Banyak orang percaya, bahwa dengan mengonsumsi makanan organik akan lebih aman dari sisa pestisida, memiliki kandungan nutrisi yang lebih banyak, dan rasanya lebih enak dibanding dengan makanan konvensional (non-organik). Perlu diketahui, harga makanan organik lebih mahal dibanding dengan makanan yang konvensional. Ini wajar, karena makanan organik membutuhkan lebih banyak perawatan khusus dan biaya yang tidak sedikit. Berikut ciri makanan organik:

Periksa labelnya

Lihat daftar komposisi yang tercantum pada kemasan makanan olahan seperti kecap, bumbu, minyak atau yang lain. Makanan organik seharusnya paling tidak mengandung 90 % bahan alami. Selain itu, juga harus bebas dari bahan tambahan kimia, bebas dari senyawa kimia, iradiasi. Untuk pemakaian pestisida, masih diizinkan selama itu tidak berupa pestisida sintetik.

Cek sertifikasi

Biasanya, khusus untuk makanan organik, terdapat sertifikasi dari pemerintah atau lembaga berwenang dari luar negeri yang menyatakan bahwa makanan itu benar-benar organik. Untuk Indonesia, sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Bio Cert yang diatur oleh Kementrian Pertanian Indonesia.

Lihat ciri luarnya

Bahan pangan organik yang dalam kondisi segar (berupa sayur atau buah-buahan) biasanya memiliki penampilan yang tidak mulus dan bersih. Kadang masih ditemukan lubang-lubang kecil bekas gigitan ulat. Meski kurang begitu sempurna, buah atau sayur organik biasanya memiliki warna yang lebih cerah dan tajam disbanding yang non-organik. Buah organik juga tidak berwarna mengilat, karena tidak menggunakan wax atau dilapisi lilin agar awet selama penyimpanan.