Dalam beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan tajam kasus infeksi dan penyakit menular seksual. Di antara beberapa penyakit infeksi dan penyakit menular seksual, infeksi oleh Human papillomavirus atau HPV dianggap paling sering ditemukan. Penyakit ini dapat menjangkiti seseorang melalui:

  • hubungan seksual anal / oral / vaginal
  • kontak kulit-ke-kulit selama hubungan seksual

Seperti diungkapkan oleh pamflet-pamflet dokter tentang HPV genital, HPV atau HPV genital adalah infeksi menular seksual yang paling banyak ditularkan. Infeksi ini ditemukan pada hampir 90% orang-orang yang aktif secara seksual. Dalam kasus seseorang memiliki pasangan, infeksi tanpa disadari ditularkan melalui pasangan seksualnya.

Dalam artikel singkat ini, penting dipahami bagaimana infeksi HPV ditularkan, gejala umum, risiko tertular, diagnosis, dan pengobatannya.

Risiko Infeksi HPV pada Pria

Para ilmuwan berhasil mengemukakan bahwa berbagai jenis HPV dibedakan berdasarkan epitel yang diserang. Ada HPV yang menginfeksi lapisan kulit tubuh, HPV yang lain menginfeksi permukaan mukosa. Saat ini sudah ditemukan lebih dari 30 jenis HPV yang menginfeksi epitel anogenital, dan menyebabkan kanker penis atau anus pada pria.

Sebuah penelitian yang dilakukan The American Cancer Society pada tahun 2015 menduga bahwa sekitar 1.820 laki-laki di AS didiagnosis dengan kanker penis. Laporan lebih lanjut menjelaskan bahwa risiko kanker anal pada laki-laki homoseksual dan biseksual aktif hampir 17 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang melakukan hubungan seksual hanya dengan perempuan. Sekitar 1% dari total jumlah pria yang aktif secara seksual memiliki risiko mengalami infeksi HPV, yang dapat dikategorikan menjadi:

  • Infeksi HPV risiko rendah: hanya menyebabkan kutil di sekitar area genital pria. Kutil ini jarang tumbuh menjadi kanker, mereka sering dianggap sebagai virus berisiko rendah.
  • Infeksi HPV risiko tinggi: virus ini memiliki kemungkinan berkembang menjadi kanker dalam kurun waktu tertentu.

Gejala Infeksi HPV pada Pria

Sebagian besar infeksi HPV tidak berbahaya dan hanya berlangsung sementara, umumnya tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala infeksi HPV. Dalam beberapa kasus, kutil kelamin dapat diamati sebagai salah satu gejala.

Mitos umum infeksi HPV Infeksi

Sampai saat ini sering disalahpahami, bahwa infeksi HPV tidak pernah ditularkan melalui:

  • Toilet duduk
  • Kolam renang air panas
  • Pelukan / memegang tangan
  • Berbagi makanan, minum, atau peralatan makan dan minum
  • Bukan merupakan infeksi yang diturunkan di keluarga
  • Tidak higienis

Tes untuk diagnosis infeksi HPV

Untuk mendiagnosis infeksi HPV pada kutil kelamin laki-laki, berikut tes dan teknik yang dilakukan oleh  dokter:

  • Memeriksa area genital pria untuk menyelidiki keberadaan kutil
  • Dokter mengoleskan solusi cuka untuk mengidentifikasi kutil yang terlihat

Selain cara tersebut, tidak ada tes rutin untuk membedakan jenis infeksi HPV risiko tinggi atau rendah. Namun demikian, baru-baru ini, dokter menyarankan tes Pap-anus untuk pria biseksual dan homoseksual. Melalui tes ini, contoh sel-sel anus diambil untuk diperiksa adanya kelainan.

Terapi infeksi HPV pada pria

Karena infeksi HPV pada pria seringnya tidak menunjukkan gejala, maka tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Kebanyakan dokter hanya akan mengobati kondisi medis pasien yang disebabkan virus.

Untuk kutil kelamin, pasien diresepkan krim dan salep, atau dilakukan pembedahan/pembekuan untuk menghilangkan kutil. Kanker anus biasanya diobati dengan operasi, radiasi, dan kemoterapi.

Pencegahan dan vaksinasi HPV

Saat ini sudah ada vaksin untuk mencegah infeksi HPV pada perempuan maupun pria.  Untuk pria, vaksin direkomendasikan pada anak laki-laki di bawah usia 9 tahun sampai 26 tahun untuk mencegah pertumbuhan dan perkembangan kutil kelamin dan juga kanker penis dan kanker dubur.  Kandungan dalam vaksin terdiri dari beberapa tipe HPV, terutama tipe risiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks dan kanker penis, serta HPV yang dapat memicu kutil kelamin. Pilihan terbaik dikonsultasikan dengan dokter.