Gangguan pendengaran merupakan masalah umum dan terkadang anggota keluarga menyadari hal ini sebelum orang itu sendiri. Di saat usia mencapai 60 tahun, sekitar 1 dari 3 orang mengalami kesulitan dalam mendengar, dan kondisi ini meningkat seiring proses menua.

Gangguan Pendengaran

Seperti diulas dalam Mejalah kesehatan Indonesia, Healthy Times, mendengar adalah bagian penting dari kehidupan manusia dan seringkali kita mengabaikannya. Penderita dengan gangguan pendengaran seringkali tidak sepenuhnya mengerti percakapan yang terjadi sehingga mengurangi interaksi dengan sekitar dan akhirnya terisolasi. Gangguan pendengaran menyebabkan seseorang tidak peka dengan lingkungan sekitar sehingga meningkatkan resiko keselamatan. Penelitian membuktikan bahwa gangguan pendengaran yang tidak dirawat mengarah pada demensia.

Terdapat beberapa tipe kehilangan pendengaran – yang dapat dirawat secara medis dan bedah – kebanyakan kasus gangguan pendengaran pada dewasa terjadi akubat kerusakan pada telinga bagian dalam, dimana sel rambut halus mengubah vibrasi suara menjadi impuls yag dapat dibawa sel syaraf ke otak. Kehilangan pendengaran yang melibatkan telinga tengah (seperti kehilangan pendengaran akibat usia atau kehilangan pendengaran akibat suara) tidak dapat dirawat secara medis dan membutuhkan alat bantu pendengaran.

Alat Bantu Pendengaran

Di masa lampau, kita seringkali mengaitkan gangguan pendengaran sensorineural sebagai bagian dari proses menua dan seseorang harus menerima kondisi ini. Selain itu terdapat persepsi bahwa alat bantu pendengaran tidak terlalu membantu dan diperuntukkan bagi seseorang yang benar-benar tuli.

Selama beberapa dekade terakhir, kemajuan teknologi sinyal digital telah mendorong alat bantu pendengaran berkembang pesat. Alat bantu dengar telah membantu penderita gangguan pendengaran di seluruh dunia, dengan meningkatkan kemampuan pendengaran mereka, mengurangi stres akibat kesulitan mendengar dan membantu penderita hidup dengan produktif dan terkoneksi.

Alat bantu dengar adalah sebuah perangkat elektronik yang dapat digunakan di dalam atau di belakang telinga. Alat ini bekerja dengan memperkuat suara dari lingkungan di sekitar untuk mengkompensasi gangguan pendengaran yang dialami. Alat bantu dengar tidak dapat mengembalikan kemampuan pendengaran penderita. Walaupun demikian, alat ini seperti miniatur komputer yang dapat membantu penderita mendengar dengan baik.

 

Tipe Alat Bantu Dengar

Alat bantu dengar memiliki 4 tipe utama:

Behind-the-ear (BTE)

Alat ini terletak dibelakang telinga dan terhubung dengan ear mould. Alat ini relatif kuat dan mudah digunakan. Selain itu alat ini baik digunakan pada penderita yang tidak cekatan.

In-the-ear (ITE)/in-the-canal (ITC)

Alat ini berbentu satu kesatuan yang diletakkan di dalam telinga. Tipe ini lebih mudah digunakan dibandingkan tipe CIC.

Receiver in the canal/mini-BTE

Tipe ini berbentuk tube kecil yang dihubungkan dengan alat ke dalam telinga, dan ada yang berbentuk ear mould terbuka. Tipe ini lebih nyaman digunakan dan lebih tersembunyi di dalam telinga dibandingkan tipe BTE.

Completely-in-the-canal (CIC)

Tipe ini adalah tipe yang paling kecil dimana semua bagian alat menyatu dalam kotak kecil dan terletak di dalam telinga.

 

Teknologi Alat Bantu Dengar

Harga alat bantu dengar digital berkisar antara ratusan hingga ribuan dolar. Walaupun bentuknya biasa saja, namun yang menentukan harganya adalah teknologinya. Teknologi yang berbeda-beda menentukan kenyamanan bagi penderita pengguna alat bantu dengar.

Beberapa fitur yang biasa digunakan adalah:

Teknologi multiple-channel

Alat bantu dengar digital membagi suara yang masuk ke dalam lebih dari satu frekuensi, kemudian memproses tiap saluran secara terpisah. Tiap saluran dapat disesuaikan dengan kemampuan pendengaran tiap penderita, bergantung pada hasil pemeriksaan. Biasanya, semakin banyak saluran yang ada, semakin mahal alat bantu dengar dan semakin presisi hasilnya.

Penyesuaian volum otomatis

Teknologi digital dapat menyesuaikan volum suara. Alat ini menyesuaikan suara lemah dan keras agar tidak mengganggu penderita.

 Mikrofon multipel

Cara paling efektif meningkatkan pendengaran adalah dengan memilih alat bantu dengar yang memiliki sekurangnya 2 mikrofon. Dengan adaya mikrofon kedua, alat ini dapat menentukan suara yang datang dari arah tertentu dan menyesuaikan suara tersebut.

Program dengar multipel

Kebutuhan pendengaran pada saat menggunakan telepon tentu saja berbeda dengan pada saat berkomunikasi dalam suatu kelompok. Dengan fitur ini, alat bantu dengar memiliki program tertentu yang dapat dipilih oleh pengguna. Program ini diaktivasi dengan menekan tombol atau dengan menggunakan kontroler.

Manajemen feedback

Fitur ini sangat penting untuk mengurangi alat mengalami feedback (menghasilkan suara besar) sehingga pengguna lebih nyaman menggunakan alat.

Reduksi suara bising

Penderita gangguan pendengaran kehilangan kemampuan mendengar suara-suara di sekitar. Hampir semua alat bantu dengar dapat memilah suara secara selektif.

Manajemen telinga berdengung

Sebagian besar penderita dengan gangguan pendengaran juga mendengar suara bising di telinga mereka. Beberapa alat bantu menyediakan program manajemen dengung seperti dengan musik yang bertujuan mengurangi persepsi berdengung.

Kompatibel dengan alat lain

Banyak alat bantu dengar sekarang yang dapat dihubungkan dengan audioo eksternal. Beberapa alat juga dapat ditambahkan alat tambahan lain.

Bagaimana cara memilih alat yang tepat

Pertama, penderita sebaiknya berkonsultasi dengan ahli audio yang khusus mendiagnosa gangguan pendengaran. Berdasarkan tingkat keparahan pendengaran, kebutuhan pendengaran dan gaya hidup, ahli audio akan menyarankan beberapa alat yang dapat Anda gunakan. Hal yang penting disadari adalah bahwa alat ini adalah tahap awal agar dapat mendengar lebih baik. Seperti halnya membeli sebuah sepatu baru adalah tahap awal dari latihan lari maraton. Keuntungan maksimal diperoleh apabila Anda melatih otak Anda untuk mendengar.