Banyak orang bertanya tentang frekuensi bercinta. Pasangan ingin tahu apa jumlah keintiman yang mereka lakukan sudah terbilang “sehat.” Biasanya, mereka takut mereka terlalu banyak melakukan seks atau malah tidak cukup.

Frekuensi Seks

Sebuah pencarian online akan dengan cepat dan mudah memunculkan volume besar statistik – walau sebagian besar tidak ilmiah – mengenai frekuensi seks. Angka-angka yang disajikan dalam “penelitian” itu bervariasi, tergantung pada sumber dan apa yang penulis sedang coba untuk promosikan. Jadi dalam hal ini, hal tersebut hampir tidak berguna.

Mungkin sumber terbaik untuk data ilmiah yang dapat diandalkan tentang topik ini berasal dari Survei Sosial Umum, yang telah melacak perilaku seksual di Amerika sejak 1970-an. Menurut penelitian itu, seperti diungkap Majalah kesehatan Indonesia, Healthy Times, pasangan suami istri melakukan hubungan seks rata-rata 58 kali per tahun. Tetapi, hampir pasti ada perbedaan antara pengantin muda dan kakek-nenek mereka, yang berarti angka 58 kali per tahun tidak terlalu bermakna.

Survei tersebut baru-baru ini mendukung pernyataan ini, menunjukkan bahwa pasangan berusia 20-an berhubungan seks rata-rata 111 kali per tahun, dengan frekuensi menurun terus, sekitar 20 persen per decade usia pasangan. Dengan kata lain, pasangan muda melakukan hubungan seks rata-rata dua kali per minggu, dengan jumlah terus menurun dari waktu ke waktu.

Sesungguhnya, pola stimulasi seksual manusia memiliki pengaruh besar dalam hal apa yang orang ingin lakukan dan seberapa sering mereka ingin melakukannya. Dan frekuensi gairah seksual dan perilaku dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk:

  • Usia
  • Pola Hidup
  • Kesehatan Fisik dan Emosional
  • Obat
  • Keberadaan Anak
  • Ketidakseimbangan Hormon
  • Beban Kerja dan stres
  • Status Hubungan
  • Sebuah riwayat trauma atau pelecehan
  • Hilangnya daya tarik fisik dan kurangnya keintiman
  • Kurangnya kepercayaan dalam hubungan

Jadi, kebenaran yang sederhana adalah bahwa setiap orang berbeda dan tidak ada “norma” untuk perilaku seksual. Beberapa orang heteroseksual; lainnya homoseksual atau biseksual. Beberapa orang melakukan dengan runit, yang lain amat santai. Selama perilaku seksual Anda tidak ilegal, yang mempengaruhi harga diri Anda, mengganggu hubungan Anda atau menyebabkan konsekuensi hidup yang negatif, mengapa harus khawatir?