DIET ALA MEDITERANIADiabetes mellitus tipe 2 adalah suatu penyakit kronis yang menyebabkan tingginya tingkat gula darah dan meningkatkan resiko penyakit jantung, kebutaan, gagal ginjal, amputasi tubuh bagian bawah, bahkan kematian. Sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine, sebuah jurnal terbitan American College of Physicians, telah mengindikasikan bahwa diet Mediterania tanpa pembatasan kalori yang dilengkapi dengan minyak zaitun murni/extra-virgin olive oil (EVOO) atau kacang dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2.
 
 
 
 
 
 

Semakin banyak peserta penderita diabetes dalam kelompok pengendalian pola makan dibandingkan mereka yang tergabung dalam kelompok diet Mediterania

Para peneliti mempelajari 3541 pria dan wanita tanpa diabetes (berusia 55 sampai 80 tahun) yang beresiko tinggi menderita penyakit jantung, sebuah sub-grup dari pencegahan penyakit kardiovaskuler Prevención con Dieta Mediterránea di Spanyol.

Ketika membahas literatur sebelumnya mengenai subyek tersebut, sang penulis menyebutkan, “Penelitian telah menunjukkan, bahwa turunnya berat badan karena diet rendah kalori ditambah olahraga dapat mencegah diabetes tipe 2. Ada sedikit informasi tentang apakah perubahan dalam diet secara kesuluruhan yang tidak memicu penurunan berat badan dan tidak menyertakan pembatasan kalori atau peningkatan aktivitas fisik juga dapat mencegahnya.”

Untuk mengetahui apakah diet Mediterania tanpa pembatasan kalori dapat mencegah diabetes atau tidak, peserta dipilih secara acak untuk tiga tipe diet yang berbeda. 1154 orang pada diet Mediterania diberikan sekitar 50 ml EVOO setiap harinya, sedangkan 1147 orang pada diet Mediterania ditambah sekitar 30 g kacang campur setiap harinya. Terakhir, 1240 orang pada pengendalian diet, menjalani diet rendah kalori.

“Para ahli gizi memberi bimbingan dalam mengikuti diet bagi peserta dalam kelompok diet Mediterania, termasuk meningkatkan konsumsi kacang-kacangan, ikan, buah, dan sayuran menghindari daging merah atau olahan, mentega, dan makanan manis atau gula-gula. Tidak ada peserta yang disuruh untuk membatasi kalori atau meningkatkan aktivitas fisik,” menurut keterangan penulis.

Hasil Penemuan

Setelah empat tahun, ditemukan bahwa 273 peserta menderita diabetes. “Penderita diabetes ternyata lebih banyak dialami oleh peserta dalam kelompok pengendalian diet (101 peserta) dibandingkan kelompok  diet Mediterania yang disertai dengan EVOO (80 peserta), atau kacang (92 peserta). Perubahan berat tubuh, lingkar pinggang, dan aktivitas fisik adalah masalah minor dan tidak berbeda pada masing- masing kelompok. Inti jawaban kuisonernya, peserta dalam kelompok diet Mediterania nampaknya lebih berpegang pada diet yang diberikan dibandingkan kelompok pengendalian rendah lemak,” ungkap sang penulis penelitian ini.

Singkatnya, dalam penemuan baru tersebut diet Mediterania disarankan untuk dilakukan karena memiliki manfaat tersendiri. Hal ini tentunya terlepas dari masalah penuruan berat badan dan olahraga dalam pencegahan diabetes.

Masalah Pembatasan

Sementara itu, para peneliti juga mengingatkan dan membuat daftar keterbatasan dari temuan penelitian mereka:

“Para peserta semua lebih tua dan berkulit putih, dan tidak jelas apakah penemuan tersebut berlaku bagi kelompok usia atau etnis lain. Kelompok pengendalian mempunyai tingkat pengunduran diri yang lebih besar saat ditindaklanjuti (120 peserta) dibandingkan kelompok diet Mediterania yang disertai dengan EVOO (47 peserta) dan kacang (85 peserta), yang bisa mempengaruhi penemuan,” tutup para peneliti.

References – Ann Intern Med. 2014;160(1):I-24-24