Pikun atau demensia menjadi masalah kesehatan utama para lansia di seluruh dunia. Penyakit yang ditandai dengan kemunduran kemampuan kognitif terutama daya ingat ini, banyak menimpa orang usia lanjut. Demensia ditandai dengan kerusakan pada salah satu bagian otak yang bertanggungjawab mengelola kemampuan memori, dapat disebabkan karena faktor genetik, aging (penuaan), atau kerusakan pembuluh darah di otak.

Penderita demensia dalam stadium yang sudah parah sangat bergantung pada orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan untuk aktivitas sederhana sekalipun. Keluarga penderita demensia sangat rentan mengalami depresi karena merawat orang tersayang yang menderita demensia sangat melelahkan dan menguras emosi.

Sampai saat ini penyebab pasti demensia, belum diketahui secara pasti, sehingga sulit untuk mencegahnya. Tetapi diduga, bahwa ada peran gaya hidup di waktu muda yang berdampak pada berkembangnya demensia di usia lanjut. Beberapa ahli menyarankan untuk memelihara kesehatan memori otak sejak dini, dengan berbagai aktivitas yang menyehatkan otak. Berikut di antaranya:

Pelajari hal baru

Stimulasi otak sebaiknya dilakukan sepanjang hidup. Stimulasi sangat penting di masa tumbuh kembang sejak bayi dilahirkan, tetapi ketika otak sudah berkembang maksimal, tetap disarankan melakukan stimulasi dengan tujuan menunda kematian sel-sel otak dan mencegah timbulnya penyakit pikun seperti demensia dan penyakit Alzheimer.  Disarankan untuk terus mencoba hal-hal baru, baik itu berupa ketrampilan otak, permainan yang memerlukan kemampuan berpikir, atau aktivitas fisik baru, yang menurut penelitian dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak baru. Dengan begitu, akan terbentuk formasi jaringan otak baru sehingga kemampuan berpikir kita tidak akan pernah mati. Dengan kata lain, terus latih kemampuan sel-sel otak, jangan dibiarkan mati muda.

Olahraga

Olahraga adalah salah satu cara merangsang pertumbuhan sel-sel otak baru. Mengapa? Ketika kita berolahraga, tubuh melepaskan senyawa kimia yang akan memperlancar aliran darah ke otak dan hal ini berdampak sangat postif. Di antaranya, limbah-limbah metabolism yang menumpuk di otak bisa dibuang, sensitivitas insulin meningkat sehingga kerusakan sel termasuk sel-sel otak bisa dihindari, dan profil lemak di tubuh juga membaik.

Kurangi stres

Stres tidak selamanya buruk, karena stres dapat menjadi semacam latihan ketahanan tubuh, Tetapi stres berkepanjangan atau stres kronik sangat merusak karena tubuh melepaskan senyawa dan hormon stres yang akan menjadi racun bagi tubuh. Stres juga biasanya diikuti kebiasaan buruk seperti diet tidak sehat dan gangguan tidur yang semuanya berdampak buruk bagi kesehatan, terutama kesehatan otak. Hindari stres dengan melakukan aktivitas yang positif seperti meditasi, yoga, tidur cukup, dan hindari hubungan buruk dalam kehidupan sosial.

Diet omega-3

Ada beberapa makanan yang dianggap suplemen terbaik untuk otak. Salah satunya omega-3. Omega-3 banyak terdapat pada ikan laut seperti salmon dan kacang-kacangan. Diet seimbang adalah menu terbaik dengan menggabungkan berbagai zat gizi yang bersumber dari sayuran, buah-buahan segar dan protein dan lemak yang sehat. Idealnya, kebutuhan asam lemak omega-3 yang harus dikonsumsi dalam sehari adalah 3.000 sampai 5.000 miligrams per hari. Maka makan salmon dan kacang-kacangan saja tidak cukup, sehingga jika perlu menggunakan suplemen. Omega-3 merupakan antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat melindungi otak dari kerusakan akibat radikal bebas.