BiodieselSemakin banyak, pakar yang menyatakan biodiesel merupakan bahan bakar masa depan, karena dalam jangka panjang, bahan bakar ini berasal dari lemak nabati dan hewani yang lebih ramah lingkungan serta lebih murah bagi para konsumen.

Mesin diesel pertama, ditemukan oleh Rudolf Diesel pada tahun 1893, dapat bekerja hanya dengan menggunakan minyak yang berasal dari kacang tanah.

Biodiesel adalah bahan bakar yang berasal dari minyak nabati atau  lemak hewani yang dibuat melalui rekasi kimia lipid dengan alkohol yang menghasilkan ester asam lemak. Biodesel dapat digunakan pada mesinmesin diesel standar, yang membuatnya berbeda dari minyak nabati dan limbah yang digunakan dalam mesin diesel yang dikonversi. Biodiesel dapat digunakan secara langusng atau dicampur dengan solar dalam beragam perbandingan jumlah masing-masing campuran. Biodesel kini tengah diteliti sebagai alternatif untuk minyak pemanas.

Biodiesel umumnya dapat digunakan dalam bentuk B100, tetapi perlu modifikasi pada mesin tertentu untuk menghindari masalah dengan mesin.

Sejarah

Penggunaan biodiesel telah ada sejak tahun 1853, bertahun-tahun sebelum mesin diesel pertama kali ditemukan. Mesin diesel pertama, ditemukan oleh Rudolf Dieselpada 10 Agustus 1893, dapat bekerja hanya dengan menggunakan minyak yang berasal dari kacang tanah. Menariknya, Diesel sendiri pada tahun 1912, saat penggunaan minyak nabati dalam bahan bakar tidak signifikan, akan ada hari ketika penggunaan Biodiesel akan sama pentingnya dengan minyak bumi.

Selama bertahun-tahun, proses biodiesel telah banyak dikembangkan dan pada tahun 1977, ilmuwan Brasil, Expedito Parente, menemukan proses industri pertama untuk produksi dari biodiesel. Pada tahun 2010, perusahaannya, Tecbio, bekerja sama dengan NASA dan Boeing untuk membuat campuran bio diesel-minyak tanah (bio-kerosene). Pabrik biodiesel pertama dibangun pada bulan November 1987 dan pabrik berskala industri pertama dibangun pada tahun 1989. Saat ini, 100 persen biodiesel tersedia di berbagai pompa bensin di Eropa.

Jenis-jenis Biodiesel

Ada beberapa campuran biodiesel dan hidrokarbon yang berbeda – yang berasal dari solar. Saat ini di seluruh dunia menggunakan suatu sistem yang disebut sebagai faktor B, untuk menentukan jumlah diesel yang digunakan dalam campuran bahan bakar. Faktor B itu terbagi sebagai berikut:

  • B100 : 100 persen biodiesel
  • B20 : 20 persen biodiesel
  • B5 : 5 persen biodiesel, 95 persen solar
  • B2 : 2 persen biodiesel, 98 persen solar

Campuran apapun dari 20 persen biodiesel atau kurang bisa digunakan pada semua tipe mesin tanpa modifikasi. Biodiesel biasanya dapat digunakan dalam bentuk B100 saja, tetapi mungkin membutuhkan beberapa modifikasi mesin untuk menghindari masalah dengan mesin.