DBDDemam berdarah (DBD) adalah suatu infeksi yang “ditularkan” nyamuk di wilayah tropis dan sub-tropis di seluruh dunia. Singapura, menjadi salah satu negara yang telah memerangi ancaman ini sejak tahun lalu. Sebegitu banyaknya kasus DBD, sehingga Perdana Menteri meluncurkan Kampanye Demam Berdarah Nasional/National Dengue Campaign (NDC) dengan slogan “Berantas nyamuk” pada 28 April 2013, karena negara menyaksikan sebuah peningkatan jumlah kasus DBD dan klasterklaster DBD. Bahkan di akhir tahun, telah dilaporkan lebih dari 22.300 kasus dengan tujuh pasien yang meninggal.

Di bawah NDC, lebih dari 2000 anggota Kelompok Sukarelawan  Pencegah DBD/Dengue Prevention Volunteer Group (DPVG) telah direkrut sampai sekarang. DPVG telah mengorganisir lebih dari 1000 acara untuk mempromosikan kesadaran DBD dalam masyarakat.

Bersama dengan petugas National Environment Agency (Badan Lingkungan Nasional), para anggota DPVG menjelaskan kepada masyarakat mengenai resiko yang berkaitan dengan DBD dan langkahlangkah pencegahan melalui pameran, bahan-bahan edukasi sampai kolateral.

Untuk memperkuat lebih lanjut pesan kampanye, telah dibuat konsep alat bantu pencegahan DBD yang diluncurkan pada Juli 2013 untuk mengajak masyarakat melalui tontonan yang menarik. The Dengue Information Push Carts (Kereta Dorong Informasi DBD), sebuah proyek kreatif yang melibatkan stanstan serbaguna, kemudian diproduksi dan diedarkan pada masyarakat. Masing-masing kereta dorong ini membawa konsep all in one karena menampilkan pameran nyamuk hidup, sebagai stasiun permainan, menayangkan video-video pencegahan DBD dan mempublikasikan di saluran media sosial yang relevan seperti laman Facebook Stop Dengue Now (Hentikan DBD Sekarang),” ungkap situs web resmi pemerintah tentang DBD .

Apa Penyebab DBD

Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama  DBD. Virus ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Setelah masa inkubasi virus selama 4-10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat menularkan virus sepanjang sisa hidupnya.

DBD harus dicurigai saat terjadi demam tinggi (40°C/104°F) yang disertai dengan dua gejala : sakit kepala parah, nyeri atau sakit di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, pembengkakan kelenjar atau ruam.

Gejala- gejala ini biasanya terjadi selama 2-7 hari, setelah masa inkubasi 4-10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. DBD parah berpotensi menimbulkan komplikasi mematikan karena kebocoran plasma, akumulasi cairan, gangguan pernapasan, pendarahan parah, atau gangguan organ.

“Teridentifikasi pada tahun 1950 saat wabah penyakit di Filipina dan Thailand, ada empat distrik, tapi berhubungan erat, stereotip virus yang menyebabkan DBD (DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4). Kesembuhan dari infeksi oleh seseorang memberikan kekebalan seumur hidup terhadap stereotip tertentu. Namun, kekebalan silang pada stereotip lain setelah kesembuhan hanya sebagian dan sementara. Infeksi selanjutnya akibat stereotip lain meningkatkan resiko terjangkitnya DBD parah, kata WHO.

Bagaimana Cara Mencegah Nyamuk Aedes Berkembang Biak ?

Untuk mencegah penyebaran demam berdarah, Anda harus lebih dulu mencegah perkembangbiakan vektornya, yaitu nyamuk Aedes. Nyamuk Aedes mudah diidentifikasi dengan adanya ciri khas garis hitam dan putih pada tubuh mereka. Mereka memilih berkembang biak di air bersih dan menggenang, yang dapat ditemukan dengan mudah di rumah kita,” ungkap National Environment Agency of Singapore (Badan Lingkungan Nasional Singapura).

“Anda dapat menyingkirkan nyamuk Aedes dengan memeriksa dan membuang genangan air secara rutin di tempat Anda. Nyamuk Aedes berkembang biak dalam wadah buatan yang terutama ditemukan dalam rumah-rumah, dan rata-rata siklus hidupnya tujuh hari. Oleh karena itu, sangat penting bagi semua orang untuk memberantas nyamuk bersama-sama untuk menghentikan siklus perkembang biakan,” lanjutnya National Environment Agency of Singapore (Badan Lingkungan Nasional Singapura)

Referensi – www.dengue.gov.sg