Fibroid pada rahim (atau leiomioma /miomata) sering digambarkan sebagai tumor jinak yang paling sering tumbuh di dalam rahim (uterus), atau dalam kasus yang jarang terjadi tumbuh di ovarium. Fibroid ini memiliki bentuk yang mirip dengan bakso, atau seperti tonjolan.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa sekitar 99% kasus fibroid rahim tidak ganas dan jarang yang berkembang menjadi kanker.

Penyebab:

Faktor pertumbuhan: semua jenis penyimpangan pada faktor pertumbuhan atau/dan aliran darah cenderung berdampak pada  pertumbuhan dan perkembangan.

Riwayat keluarga: orang dengan riwayat keluarga fibroid rahim kemungkinan memiliki resiko lebih besar mengalami  fibroid (bahkan meskipun pada saat kehamilan di mana kasusunya jarang dijumpai).

Pembedahan miomektomi sampai saat ini dianggap sebagai pengobatan terbaik untuk kasus fibroid.

Gejala Fibroid

Meskipun tidak ada gejala yang umum ditunjukkan oleh kondisi ini, namun beberapa gejala fibroid yang kemungkinan dialami penderita adalah:

  • menstruasi sangat banyak di luar kebiasaan
  • tekanan pada kandung kemih yang menyebabkan penyumbatan saluran kemih, atau masalah sering buang air kecil
  • nyeri yang berasal dari degenerasi fibroid
  • masalah terkait kehamilan dan kesuburan
  • tekanan pada punggung bawah dan anus karena fibroid yang membesar

Dapatkan fibroid diterapi tanpa operasi?

Ya, pengobatan fibroid tanpa operasi sangat mungkin. Bahkan, berbagai laporan penelitian terakhir menunjukkan bahwa fibroid yang masih kecil, berukuran antara 1 cm hingga 3cm tanpa tanda-tanda dan gejala, tidak perlu diobati.

Operasi pengangkatan atau pengobatan fibroid dilakukan oleh spesialis ketika:

  • ukuran fibroid besar (lebih besar atau sama dengan 6 8 cm)
  • Pertumbuhannya terlihat cepat
  • Pertumbuhan fibroid menyebabkan munculnya gejala

Selain itu, dalam beberapa kasus, perawatan bedah fibroid juga dianjurkan untuk meningkatkan kesuburan.

Pilihan terapi untuk fibroid

Non-Bedah

Fibroid untuk sementara dapat ditekan pertumbuhannya dengan suntikan GnRH. Hal ini terutama dilakukan sebelum operasi untuk fibroid yang besar. Selain itu, beberapa gejala fibroid dapat dihilangkan dengan USG, MRI, atau prosedur embolisasi arteri uterus. Namun, prosedur ini tidak membantu jika pasien menginginkan sembuh permanen atau menghilangkan fibroid sepenuhnya.

Operasi

Laparotomi atau operasi terbuka tradisional: operasi ini (memerlukan sayatan di perut ≥ 10 cm) mungkin dilakukan untuk mengangkat jaringan fibroid. Kelemahannya, waktu pemulihan yang relatif lebih lama.

Laparoskopi konvensional: Ini adalah operasi menggunakan 3-4 lubang di daerah perut, dengan luka sayatan sangat minimal < 1 cm. Prosedur ini dapat sepenuhnya mengangkat jaringan fibroid yang  besar dengan kelebihan tidak menimbulkan rasa sakit durasi pemulihan lebih cepat. Bahkan operasi robotik pun mirip dengan laparoskopi tradisional kecuali jumlah lubangnya sekitar  4-5 buah.

Pengangkatan Fobroid Transervikal: prosedur ini direkomendasikan untuk fibroid yang posisinya naik ke daerah menstruasi di rahim. Prosedur bedah dilakukan melalui leher rahim dan vagina.

Laparoskopi insisi tunggal: operasi ini hanya membutuhkan sayatan tunggal di pusar, diameternya hanya 2-3 cm. Tindakan ini merupakan bentuk yang lebih modern dari laparoskopi, dan secara eststika lebih bagus karena hanya sayatan kecil yang mudah disembunyikan.