+62 812-1854-1254 info@healthytimes.co.id

Berbagai panduan kesehatan selalu menganjurkan kita untuk mengonsumsi serat sebanyak mungkin. Diet serat ditemukan terutama pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Umumnya, orang mengonsumsi serat saat mengalami gangguan pencernaan misalnya mengatasi gejala konstipasi. Tetapi jarang yang paham bahwa makanan yang mengandung serat juga dapat memberikan manfaat kesehatan lainnya, yang lebih bersifat jangka panjang, di antaranya menjaga berat badan dan menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Di Indonesia, kekurangan asupan serat sangat tinggi. Hal ini karena sejak anak-anak, mereka tidak dikenalkan dengan makanan kaya serat. Orangtua lebih banyak menyajikan makanan praktis cepat saji. Tidak heran jika kebanyakan anak-anak Indonesia saat ini tidak menyukai sayur dan buah. Dampaknya adalah kejadian malnutrisi atau kelebihan kalori sehingga menyebabkan obesitas.

Berapa kebutuhan serat sesuai usia? Kebutuhan serat dibedakan berdasarkan usia.

Usia 0-1 tahun

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi tahun 2013, bayi usia 0-6 bulan tidak membutuhkan serat. Ketika anak memasuki usia 7-11 bulan, barulah serat sudah dimasukkan melalui makanan pendamping ASI  kira-kira 10 gram serat per hari. Kebutuhan serat pada anak tidak sebesar pada orang dewasa, karena anak lebih membutuhkan mayor nutrient seperti protein, karbohidrat, dan lemak untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan.

Usia sekolah dan dewasa

Di usia sekolah (7-12 tahun), kebutuhan serat pada anak-anak sudah seperti orang dewasa, sekitar 35-38 gram sehari. Usia 16-35 tahun adalah puncak kebutuhan serat yaitu 35-38 gram/hari. Setelah itu kebutuhan serat menurun.

Usia  > 80 tahun

Kebutuhan serat tidak lebih dari 22 gram/ hari. Hal ini karena kemampuan mencerna pada lansia sudah menurun.

Ibu hamil dan menyusui

Pada perempuan, ada kebutuhan tambahan untuk serat terutama pada pada ibu hamil dan menyusui, yakni bertambah 3 gram dari kebutuhan rata-rata per hari.

Diet tinggi serat memiliki banyak manfaat, di antaranya menormalkan gerakan usus, membantu menjaga kesehatan usus, menurunkan kadar kolesterol, membantu mengontrol kadar gula darah, membantu mencapai berat badan yang sehat dan yang masih dalam penelitian adalah dalam mencegah kanker kolorektal.

Memilih makanan lezat yang kaya serat tidak sulit. Sumber serat bukan hanya dari buah dan sayur, hanya memang cara mendapatkan serat paling praktis adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur. Bila kurang praktis, maka dalam memilih buah dan sayursan yang sudah dihaluskan dalam makanan olahan seperti jus.