Menderita penyakit asam urat tentu sangat tidak mengenakkan. Penyakit yang disebabkan karena penumpukan kristal pada persendian, dikarenakan tingginya kandungan asam urat di pada tubuh, ini sangat menyakitkan. Sendi-sendi yang diserang terutama jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Kecuali nyeri, penyakit asam urat bisa pula membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku.

Sekitar 90% penyakit asam urat karena oleh ketidakmampuan ginjal untuk membuang asam urat dari tubuh melalui air seni. Sebagian kecil yang lain karena tubuh memproduksi asam urat terlampau berlebihan. Penyakit asam urat biasanya menyerang pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause. Pasien asam urat biasanya juga memiliki keluhan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes dan aterosklerosis.

Asam urat atau gout yakni penyakit yang sudah ada dari zaman dahulu kala. Bangsa Mesir sekitar 5000 tahun lalu dan Bangsa Yunani beberapa puluh masa lalu sudah menyebutnya. Al-Razi atau Rhazes, salah satu dokter muslim kenamaan di masa pertengahan, mereferensikan beberapa jenis terapi untuk mengobati asam urat. Beberapa tanaman yang bisa buat jadi obat tradisional untuk mengatasi asam urat, satu diantaranya :

Sidaguri (sida rhombifolia)

Sidaguri yakni tanaman liar yang banyak tumbuh di tepi jalan, halaman berumput, rimba, sawah, dan sebagian tempat dengan sinar matahari selekasnya atau sedikit terlindung. Sidaguri mempunyai kandungan alkaloid ephedrine, terutama pada bijinya, yang memiliki efek mendinginkan badan (anti demam), membuat lancar pencernaan, mengecilkan jaringan (astringent), memperbanyak air seni (diuretik) dan meningkatkan stamina. Kecuali efektif untuk asam urat, sidaguri bermanfaat juga mengatasi hematuria, cystitis, kekurangan seksual dan kualitas sperma buruk.

Legundi (vitex negundo)

Bunga dan daun Legundi yakni salah satu herbal yang sangat efektif mengatur rasa sakit dan inflamasi karena artritis dan sciatica. Pohon legundi yakni semak merayap dengan judul tidak teratur, aromatik, dan tinggi 1-4 m. Pohon ini dapat dijumpai sebagai tanaman liar di daerah rimba jati, rimba sekunder, di tepi jalan dan pematang sawah dan berbunga pada bln. Januari – Desember.

Habbatussauda (nigella sativa)

Habbatussauda atau jintan hitam telah digunakan semakin lebih 2000 th. oleh orang Yunani dan Timur Tengah untuk bermacam pengobatan. Efeknya yang anti radang sangat cocok untuk meredakan peradangan dikarenakan asam urat. Selain itu, jintan hitam berguna juga meredakan asma, flu dan alergi, kurangi tekanan darah tinggi, menghindar batu empedu, menghindar kanker, dan banyak yang lain.

Salai guggul (boswellia serrata)

Tanaman ini banyak tumbuh di India dan Asia Selatan. Resin yang diambil dari pohon tanaman ini dimurnikan dan digunakan untuk mengatasi rasa sakit dan peradangan asam urat. Asam boswelik yang ada di dalamnya dikenal bisa pula kurangi kolesterol dan bikin perlindungan hati pada bakteri endotoksin. Segi non-asam dari ekstrak pohon salai guggul dapat turunkan tekanan darah dan berupa menentramkan.

Jahe Merah (zingiber officinale)

Jahe merah yakni herbal anti peradangan. Selain itu, jahe merah tingkatkan nafsu makan dan bikin lancar sistem pencernaan dan pernafasan. Jahe merah membantu kurangi peradangan di sendi dan buang tumpukan asam urat dengan bikin lancar aliran darah.

Brotowali (tinospora cordifolia)

Brotowali dianggap sebagai salah satu alternatif herbal paling penting untuk meningkatkan sistem imun tubuh (immuno-modulator). Karena sifatnya itu, brotowali buat tubuh lebih sehat pada penyakit dan lebih awet muda. Kecuali mempermudah asam urat, brotowali bermanfaat juga mengatasi diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan menyehatkan organ-organ vital tubuh.

Teh Hijau

Teh hijau mempunyai kandungan banyak polifenol yang bekerja sebagai anti-oksidan pencegah serangan asam urat. Selain itu, teh hijau juga mempunyai kandungan vitamin C dan vitamin E yang bermanfaat untuk pasien asam urat. Riset oleh universitas Michigan perlihatkan bahwa teh hijau mempunyai kandungan senyawa yang disebut epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang menghindar produksi molekul penyebab inflamasi dan rusaknya sendi pada pasien asam urat.